alexametrics
30.7 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Akhirnya, Sidomulyo, Kota Batu Punya Pasar Wisata

KOTA BATU – Penantian panjang pedagang untuk bisa menempati Pasar Wisata Sidomulyo, Bumiaji akhirnya berakhir juga. Pasar dengan 32 kios itu diresmikan kemarin (13/3). Ini menjadi alternatif tempat berbelanja wisatawan di Kota Batu.

Wisatawan yang datang ke Kota Batu punya tempat belanja alternatif. Lokasinya di Pasar Wisata Sidomulyo. Di sana beragam oleh-oleh khas Batu tersedia secara lengkap sehingga wisatawan cukup berbelanja di pasar yang juga menjadi rest area itu. Pasar Wisata Sidomulyo ini didirikan sekaligus untuk memecah keramaian wisatawan di alun-alun.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Eko Suhartono mengatakan, adanya Pasar Sidomulyo diharapkan bisa menyejahterakan masyarakat sekitar. Dia menyarankan, nantinya pasar dikelola oleh pihak. ”Ini awal dari pemberdayaan ekonomi (warga Sidomulyo sendiri),” katanya.

Setelah pasar ini diresmikan, pihaknya berencana memasang plang penanda untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang adanya Rest Area dan Pasar Wisata Sidomulyo. Rencananya, penanda itu akan ditempatkan mulai dari Jalan Raya Pandanrejo dan Alun-Alun Kota Batu. ”Nanti tulisannya seperti 1 kilometer lagi Rest Area Sidomulyo,” katanya.

Selain itu, informasi adanya tempat itu juga akan dipasang melalui videotron yang dimiliki Pemkot Batu. ”Supaya wisatawan dan masyarakat tahu bahwa Pasar Sidomulyo sudah diresmikan dan dibuka untuk umum,” katanya.

Eko juga berencana merekomendasikan kepada dinas kesehatan supaya seluruh pedagang Pasar Sidomulyo mendapatkan jatah vaksinasi. Hal itu karena, menurut dia, pedagang merupakan ujung tombak dari kegiatan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Dia optimistis, antusiasme wisatawan untuk datang ke Kota Batu masih tinggi. Sehingga kehadiran pasar di Sidomulyo itu bisa dikatakan menjadi bagian dari pasar wisata. ”Jadi, kalau bisa ke depannya konsep dari pasar ini tidak hanya pagi dan siang, tetapi sampai malam. Caranya dengan apa? Misal sisi kuliner yang ditonjolkan,” katanya.
Perlu diketahui, pembangunan Pasar Sidomulyo dimulai sejak tahun 2015 dan selesai pada tahun 2017. Kios yang dibangun sejumlah 32 unit serta memiliki ukuran dengan lebar 3 meter dan panjang 3 meter. Anggaran pembangunan pasar ini sekitar Rp 1,3 miliar atas kerja sama antara Kementerian Perdagangan dengan Pemkot Batu melalui Dana Alokasi Khusus Bidang Sarana Perdagangan APBD tahun 2017.

Lalu, pada Desember tahun 2020 lalu rolling door terpasang. Pengadaan penutup pintu tersebut dari perubahan anggaran keuangan (PAK) disiapkan anggaran pagu sebesar Rp 439 juta. Namun, rolling door terpasang dengan realisasi anggaran sebesar Rp 271 juta yang dilakukan oleh kontraktor pemenang tender.

Di sisi lain, Nurkanah, warga RT 03/RW 02 Dusun Tinjomoyo, mengaku sudah berjualan di Rest Area Sidomulyo sejak tahun 2014. Dia hanya berharap Pasar Sidomulyo dapat ramai kembali oleh wisatawan. Untuk penghasilan yang ada saat ini diakuinya masih kurang dari sebelum adanya pandemi Covid-19. ”Kalau dulu bisa sampai Rp 1 juta dalam sehari, tetapi sekarang Rp 200 ribu saja sudah alhamdulillah,” katanya.(rmc/nug/c1/abm)

KOTA BATU – Penantian panjang pedagang untuk bisa menempati Pasar Wisata Sidomulyo, Bumiaji akhirnya berakhir juga. Pasar dengan 32 kios itu diresmikan kemarin (13/3). Ini menjadi alternatif tempat berbelanja wisatawan di Kota Batu.

Wisatawan yang datang ke Kota Batu punya tempat belanja alternatif. Lokasinya di Pasar Wisata Sidomulyo. Di sana beragam oleh-oleh khas Batu tersedia secara lengkap sehingga wisatawan cukup berbelanja di pasar yang juga menjadi rest area itu. Pasar Wisata Sidomulyo ini didirikan sekaligus untuk memecah keramaian wisatawan di alun-alun.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Eko Suhartono mengatakan, adanya Pasar Sidomulyo diharapkan bisa menyejahterakan masyarakat sekitar. Dia menyarankan, nantinya pasar dikelola oleh pihak. ”Ini awal dari pemberdayaan ekonomi (warga Sidomulyo sendiri),” katanya.

Setelah pasar ini diresmikan, pihaknya berencana memasang plang penanda untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang adanya Rest Area dan Pasar Wisata Sidomulyo. Rencananya, penanda itu akan ditempatkan mulai dari Jalan Raya Pandanrejo dan Alun-Alun Kota Batu. ”Nanti tulisannya seperti 1 kilometer lagi Rest Area Sidomulyo,” katanya.

Selain itu, informasi adanya tempat itu juga akan dipasang melalui videotron yang dimiliki Pemkot Batu. ”Supaya wisatawan dan masyarakat tahu bahwa Pasar Sidomulyo sudah diresmikan dan dibuka untuk umum,” katanya.

Eko juga berencana merekomendasikan kepada dinas kesehatan supaya seluruh pedagang Pasar Sidomulyo mendapatkan jatah vaksinasi. Hal itu karena, menurut dia, pedagang merupakan ujung tombak dari kegiatan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Dia optimistis, antusiasme wisatawan untuk datang ke Kota Batu masih tinggi. Sehingga kehadiran pasar di Sidomulyo itu bisa dikatakan menjadi bagian dari pasar wisata. ”Jadi, kalau bisa ke depannya konsep dari pasar ini tidak hanya pagi dan siang, tetapi sampai malam. Caranya dengan apa? Misal sisi kuliner yang ditonjolkan,” katanya.
Perlu diketahui, pembangunan Pasar Sidomulyo dimulai sejak tahun 2015 dan selesai pada tahun 2017. Kios yang dibangun sejumlah 32 unit serta memiliki ukuran dengan lebar 3 meter dan panjang 3 meter. Anggaran pembangunan pasar ini sekitar Rp 1,3 miliar atas kerja sama antara Kementerian Perdagangan dengan Pemkot Batu melalui Dana Alokasi Khusus Bidang Sarana Perdagangan APBD tahun 2017.

Lalu, pada Desember tahun 2020 lalu rolling door terpasang. Pengadaan penutup pintu tersebut dari perubahan anggaran keuangan (PAK) disiapkan anggaran pagu sebesar Rp 439 juta. Namun, rolling door terpasang dengan realisasi anggaran sebesar Rp 271 juta yang dilakukan oleh kontraktor pemenang tender.

Di sisi lain, Nurkanah, warga RT 03/RW 02 Dusun Tinjomoyo, mengaku sudah berjualan di Rest Area Sidomulyo sejak tahun 2014. Dia hanya berharap Pasar Sidomulyo dapat ramai kembali oleh wisatawan. Untuk penghasilan yang ada saat ini diakuinya masih kurang dari sebelum adanya pandemi Covid-19. ”Kalau dulu bisa sampai Rp 1 juta dalam sehari, tetapi sekarang Rp 200 ribu saja sudah alhamdulillah,” katanya.(rmc/nug/c1/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/