alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Jaksa Ajukan Surat Penahanan Bos SPI

MALANG KOTA- Sidang pemeriksaan saksi dugaan pelecehan seksual di sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Malang kemarin pagi (13/4). Selain menggali keterangan dari para saksi, sidang juga diwarnai datangnya sejumlah surat yang memprotes jalannya persidangan.

Sidang dengan terdakwa bos sekolah SPI Julianto Eka Putra itu dimulai pada pukul 10.35. Biasanya, dalam sekali sidang ada dua saksi yang dihadirkan. Namun kemarin yang datang hanya satu, yakni teman korban SDS selama bersekolah di SPI. Saksi berinisial CR itu disebutsebut mengetahui kejadian dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Julianto terhadap SDS.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Batu Yogi Sudharsono SH mengatakan bahwa pihaknya masih akan memanggil dua saksi lagi minggu depan. ”Kami masih akan terus menghadirkan saksi-saksi,” katanya. Kemarin jaksa juga menyerahkan surat kepada hakim. Menurut Kasi Intel Kejari Batu Edi Sutomo SH MH, surat tersebut berisi permintaan penahanan terhadap Terdakwa. Penahanan yang diminta bukan menjadi tahanan kota, melainkan dimasukkan dalam lembaga pemasyarakatan.

Sementara itu, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga mengajukan surat kepada majelis hakim. Surat disampaikan oleh Wakil Ketua LPSK Dr Livi Istania Iskandar yang hadir dalam persidangan kemarin. Isinya pernyataan keberatan terhadap majelis hakim yang menanyakan secara rinci alamat dan keberadaan rumah para saksi di persidangan. Dia menceritakan bahwa beberapa saksi yang sudah hadir sempat didatangi beberapa oknum di alamat masingmasing.

Meski tidak sampai menghampiri saksi secara langsung dengan masuk ke rumah, namun keberadaan oknum yang diduga sebagai orang suruhan untuk menimbulkan dampak psikologis yang buruk. Pihaknya pun kini sedang berkoordinasi dengan aparat penegak hukum soal perlindungan fisik para saksi dan korban pelecehan seksual di SPI. ”Salah satunya koordinasi dengan Polda Bali. ”Kebanyakan saksi sekarang berada di sana (Bali, red),” ujar Livi. Beberapa saksi yang awalnya di Malang dan Jakarta juga yang dipindah ke sana.

Sementara itu, Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menyampaikan bahwa Julianto juga dilaporkan atas kasus lain. Yakni eksploitasi ekonomi terhadap anak yang dilakukan kepada R, mantan murid SPI dan empat orang korban pada 12 November 2021. ”Perkara ini dilaporkan di Polda Bali, tapi hari ini (kemarin) rencananya akan dilimpahkan ke Polda Jatim,” ungkap dia. Di lain tempat, kuasa hukum Julianto, Jeffry Simatupang SH MH, ketika ditanya soal persidangan kemarin menyebut bila apa yang diterangkan saksi belum memenuhi unsur pidana. “Kami masih yakin klien kami tidak bersalah dalam perkara ini seperti yang didakwakan pada kasus ini,” kata dia. (biy/fat)

MALANG KOTA- Sidang pemeriksaan saksi dugaan pelecehan seksual di sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Malang kemarin pagi (13/4). Selain menggali keterangan dari para saksi, sidang juga diwarnai datangnya sejumlah surat yang memprotes jalannya persidangan.

Sidang dengan terdakwa bos sekolah SPI Julianto Eka Putra itu dimulai pada pukul 10.35. Biasanya, dalam sekali sidang ada dua saksi yang dihadirkan. Namun kemarin yang datang hanya satu, yakni teman korban SDS selama bersekolah di SPI. Saksi berinisial CR itu disebutsebut mengetahui kejadian dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Julianto terhadap SDS.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Batu Yogi Sudharsono SH mengatakan bahwa pihaknya masih akan memanggil dua saksi lagi minggu depan. ”Kami masih akan terus menghadirkan saksi-saksi,” katanya. Kemarin jaksa juga menyerahkan surat kepada hakim. Menurut Kasi Intel Kejari Batu Edi Sutomo SH MH, surat tersebut berisi permintaan penahanan terhadap Terdakwa. Penahanan yang diminta bukan menjadi tahanan kota, melainkan dimasukkan dalam lembaga pemasyarakatan.

Sementara itu, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga mengajukan surat kepada majelis hakim. Surat disampaikan oleh Wakil Ketua LPSK Dr Livi Istania Iskandar yang hadir dalam persidangan kemarin. Isinya pernyataan keberatan terhadap majelis hakim yang menanyakan secara rinci alamat dan keberadaan rumah para saksi di persidangan. Dia menceritakan bahwa beberapa saksi yang sudah hadir sempat didatangi beberapa oknum di alamat masingmasing.

Meski tidak sampai menghampiri saksi secara langsung dengan masuk ke rumah, namun keberadaan oknum yang diduga sebagai orang suruhan untuk menimbulkan dampak psikologis yang buruk. Pihaknya pun kini sedang berkoordinasi dengan aparat penegak hukum soal perlindungan fisik para saksi dan korban pelecehan seksual di SPI. ”Salah satunya koordinasi dengan Polda Bali. ”Kebanyakan saksi sekarang berada di sana (Bali, red),” ujar Livi. Beberapa saksi yang awalnya di Malang dan Jakarta juga yang dipindah ke sana.

Sementara itu, Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menyampaikan bahwa Julianto juga dilaporkan atas kasus lain. Yakni eksploitasi ekonomi terhadap anak yang dilakukan kepada R, mantan murid SPI dan empat orang korban pada 12 November 2021. ”Perkara ini dilaporkan di Polda Bali, tapi hari ini (kemarin) rencananya akan dilimpahkan ke Polda Jatim,” ungkap dia. Di lain tempat, kuasa hukum Julianto, Jeffry Simatupang SH MH, ketika ditanya soal persidangan kemarin menyebut bila apa yang diterangkan saksi belum memenuhi unsur pidana. “Kami masih yakin klien kami tidak bersalah dalam perkara ini seperti yang didakwakan pada kasus ini,” kata dia. (biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/