alexametrics
29.1 C
Malang
Thursday, 21 October 2021

Dewan Kota Batu Desak Perluasan Lahan Makam Kristiani

KOTA BATU – Ketersediaan lahan makam umat Kristiani di Gang Karate, Kelurahan Ngaglik kian menipis. Namun lampu hijau dari Komisi A DPRD Kota Batu terus mendorong Pemkot Batu untuk segera memfasilitasi kebutuhan itu. Rencananya pada hari ini anggota dewan akan melakukan peninjauan lokasi perluasan makam.

Ketua Komisi A DPRD Kota Batu Dewi Kartika mengatakan, kini jumlah makam hanya tersisa belasan kavling. “Untuk itu, kami mendesak Pemkot Batu untuk segera mungkin melakukan pengadaan tanah makam karena saat ini makam yang sudah ada penuh. Dan ini merupakan hal yang cukup urgent untuk segera direalisasikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kartika menyampaikan perluasan lahan makam akan menggunakan lahan kosong yang berada tidak jauh dari lokasi saat ini. Namun, untuk status tanahnya masih ditelusuri apakah milik pribadi atau Pemkot Batu. “Nantinya jika jadi, lahan itu bukan hanya untuk makam umat Kristiani saja tapi menjadi TPU (tempat pemakaman umum),” ujarnya.

Sebenarnya untuk pengadaan tanah makam dapat menggunakan aset pemkot yang ada di wilayah kelurahan. Tetapi jika terpaksa membeli lahan di tempat lain, pihaknya juga mendukung. “Karena ini rencana pastinya belum tahu mestinya ada beberapa alternatif dan perlu proses apraisal (atau penaksiran harga tanah), intinya kami dukung karena kepentingan publik,” katanya.

Dia berharap pemkot dapat memfasilitasi lahan makam yang layak atau ideal dan segera terfasilitasi. Sebab menurutnya di tengah pandemi Covid-19 untuk potensi tingkat kematian dapat tinggi. (nug/lid/rmc).

KOTA BATU – Ketersediaan lahan makam umat Kristiani di Gang Karate, Kelurahan Ngaglik kian menipis. Namun lampu hijau dari Komisi A DPRD Kota Batu terus mendorong Pemkot Batu untuk segera memfasilitasi kebutuhan itu. Rencananya pada hari ini anggota dewan akan melakukan peninjauan lokasi perluasan makam.

Ketua Komisi A DPRD Kota Batu Dewi Kartika mengatakan, kini jumlah makam hanya tersisa belasan kavling. “Untuk itu, kami mendesak Pemkot Batu untuk segera mungkin melakukan pengadaan tanah makam karena saat ini makam yang sudah ada penuh. Dan ini merupakan hal yang cukup urgent untuk segera direalisasikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kartika menyampaikan perluasan lahan makam akan menggunakan lahan kosong yang berada tidak jauh dari lokasi saat ini. Namun, untuk status tanahnya masih ditelusuri apakah milik pribadi atau Pemkot Batu. “Nantinya jika jadi, lahan itu bukan hanya untuk makam umat Kristiani saja tapi menjadi TPU (tempat pemakaman umum),” ujarnya.

Sebenarnya untuk pengadaan tanah makam dapat menggunakan aset pemkot yang ada di wilayah kelurahan. Tetapi jika terpaksa membeli lahan di tempat lain, pihaknya juga mendukung. “Karena ini rencana pastinya belum tahu mestinya ada beberapa alternatif dan perlu proses apraisal (atau penaksiran harga tanah), intinya kami dukung karena kepentingan publik,” katanya.

Dia berharap pemkot dapat memfasilitasi lahan makam yang layak atau ideal dan segera terfasilitasi. Sebab menurutnya di tengah pandemi Covid-19 untuk potensi tingkat kematian dapat tinggi. (nug/lid/rmc).

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru