alexametrics
18.5 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

IPM Kota Batu Naik, Angka Kemiskinan Juga Meningkat

KOTA BATU – Badan Pusat Statistik Kota Batu mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Apel mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen sepanjang tahun 2020. Namun angka kemiskinan di Kota Batu tahun 2020 juga meningkat menjadi 3,81 persen. Yakni dari sebelumnya 7.890 jiwa menjadi 8.120 jiwa.

Kepala BPS Kota Batu Drs Parjan menyatakan, IPM Kota Batu sebesar 75,90 poin tersebut masuk dalam urutan ke sembilan di Jawa Timur (Jatim) setelah Kabupaten Gresik. Tahun sebelumnya, masih tercatat sebesar 75,88 poin. “Dari dua komponen yang dihitung, satu mengalami kenaikan, sementara satu lainnya menurun,” kata.

Terkait angka kemiskinan di Kota Batu yang naik, Parjan menyatakan angkanya masih relatif wajar. “Kenaikan angka kemiskinan ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19,” katanya. Ia menambahkan, Kota Batu menjadi peringkat pertama angka kemiskinan terendah di Jawa Timur. Menurutnya, kenaikan angka kemiskinan tersebut relatif kecil atau cukup terkendali jika melihat dampak pandemi yang begitu besar di masyarakat dan kenaikan angka kemiskinan di daerah lain.

Sementara itu, untuk Rata-rata Lama Sekolah (RLS) juga naik 0,01 persen pada 2020. Penduduk Kota Batu yang berusia 25 tahun ke atas, secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 9,07 tahun, dari sebelumnya 9,06 tahun. Angka tersebut memang masih lebih redah dari Kota Malang sebesar 10,8 tahun. “Atau rata-rata orang Batu merupakan lulusan SMP,” katanya.

Pewarta; Nugraha Perdana

KOTA BATU – Badan Pusat Statistik Kota Batu mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Apel mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen sepanjang tahun 2020. Namun angka kemiskinan di Kota Batu tahun 2020 juga meningkat menjadi 3,81 persen. Yakni dari sebelumnya 7.890 jiwa menjadi 8.120 jiwa.

Kepala BPS Kota Batu Drs Parjan menyatakan, IPM Kota Batu sebesar 75,90 poin tersebut masuk dalam urutan ke sembilan di Jawa Timur (Jatim) setelah Kabupaten Gresik. Tahun sebelumnya, masih tercatat sebesar 75,88 poin. “Dari dua komponen yang dihitung, satu mengalami kenaikan, sementara satu lainnya menurun,” kata.

Terkait angka kemiskinan di Kota Batu yang naik, Parjan menyatakan angkanya masih relatif wajar. “Kenaikan angka kemiskinan ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19,” katanya. Ia menambahkan, Kota Batu menjadi peringkat pertama angka kemiskinan terendah di Jawa Timur. Menurutnya, kenaikan angka kemiskinan tersebut relatif kecil atau cukup terkendali jika melihat dampak pandemi yang begitu besar di masyarakat dan kenaikan angka kemiskinan di daerah lain.

Sementara itu, untuk Rata-rata Lama Sekolah (RLS) juga naik 0,01 persen pada 2020. Penduduk Kota Batu yang berusia 25 tahun ke atas, secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 9,07 tahun, dari sebelumnya 9,06 tahun. Angka tersebut memang masih lebih redah dari Kota Malang sebesar 10,8 tahun. “Atau rata-rata orang Batu merupakan lulusan SMP,” katanya.

Pewarta; Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/