alexametrics
18.5 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Pemkot Lepas 100 Jamaah Haji Asal Kota Batu

KOTA BATU – Jamaah haji asal Kota Batu yang tergabung dalam kloter 20 secara resmi dilepas oleh Pemkot Batu, Selasa (14/6). Sebanyak 100 jamaah tersebut akan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Kamis 16 Juni mendatang pukul 08.00. Untuk selanjutnya akan terbang langsung menuju Madinah pada 17 Juni.

Adapun rincian jamaah haji asal Kota Batu 45 orang merupakan jamaah laki-laki dan 55 orang adalah jamaah perempuan. Jumlah jamaah haji per kecamatan yaitu, Kecamatan Batu sebanyak 54 orang, Kecamatan Junrejo sebanyak 30 orang dan Kecamatan Bumiaji sebanyak 16 orang.

“Untuk latar belakang pekerjaan jamaah juga beragam. Ada yang petani, pensiunan PNS, PNS, ibu rumah tangga, DPRD, TNI dan Polri serta pedagang. Semua jamaah insyallah akan mendarat di Madinah pukul 19.20 waktu Madinah karena jadwal keberangkatan dari Surabaya sejak pukul 11.55,” ucap Kepala Kantor Kemenag Kota Batu Imam Turmudi di Graha Pancasila Kota Batu, Selasa (14/6).

Imam juga menjelaskan jika jamaah haji tertua asal Kota Batu berusia 64 tahun. Sedangkan jamaah termuda berusia 35 tahun. Pada kegiatan ibadah haji tahun ini Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu Shanty Restuningsasi menjadi petugas haji daerah (PHD) yang jug termasuk sebagai jamaah haji asal Batu. “Begitu juga dengan dokter kloter, berasal dari Kota Batu yaitu Dokter Yuni Astuti,” terang Imam.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan mereka yang sejatinya berangkat di tahun 2020 itu baru bisa berangkat pada saat ini. Dirinya berpesan agar semua jamaah tetap menerapkan protokol kesehatan di manapun berada. Sebab pandemi Covid-19 belum benar- benar hilang sepenuhnya. “Apalagi di tanah suci nanti berjuta-juta jamaah dari seluruh dunia akan menjadi satu. Dan kita tidak tahu secara jelas bagaimana keadaan kesehatan jamaah lain. Untuk itu harus tetap menjaga prokes,” serunya.

Dirinya juga meningkatkan agar semua jamaah haji yang memiliki riwayat penyakit harus mengonsumsi obat setiap hari. Agar ingat dan terus membawa ke mana pun. Sebab yang bisa mengontrol hanya diri sendiri. “Lalu situasi dan kondisi di sana juga berbeda dengan di Indonesia. Maka sebisa mungkin jangan sampai sendiri-sendiri. Kalau mau ke mana pun diusahakan pergi bersama-sama,” tutupnya. (fif/lid)

KOTA BATU – Jamaah haji asal Kota Batu yang tergabung dalam kloter 20 secara resmi dilepas oleh Pemkot Batu, Selasa (14/6). Sebanyak 100 jamaah tersebut akan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Kamis 16 Juni mendatang pukul 08.00. Untuk selanjutnya akan terbang langsung menuju Madinah pada 17 Juni.

Adapun rincian jamaah haji asal Kota Batu 45 orang merupakan jamaah laki-laki dan 55 orang adalah jamaah perempuan. Jumlah jamaah haji per kecamatan yaitu, Kecamatan Batu sebanyak 54 orang, Kecamatan Junrejo sebanyak 30 orang dan Kecamatan Bumiaji sebanyak 16 orang.

“Untuk latar belakang pekerjaan jamaah juga beragam. Ada yang petani, pensiunan PNS, PNS, ibu rumah tangga, DPRD, TNI dan Polri serta pedagang. Semua jamaah insyallah akan mendarat di Madinah pukul 19.20 waktu Madinah karena jadwal keberangkatan dari Surabaya sejak pukul 11.55,” ucap Kepala Kantor Kemenag Kota Batu Imam Turmudi di Graha Pancasila Kota Batu, Selasa (14/6).

Imam juga menjelaskan jika jamaah haji tertua asal Kota Batu berusia 64 tahun. Sedangkan jamaah termuda berusia 35 tahun. Pada kegiatan ibadah haji tahun ini Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu Shanty Restuningsasi menjadi petugas haji daerah (PHD) yang jug termasuk sebagai jamaah haji asal Batu. “Begitu juga dengan dokter kloter, berasal dari Kota Batu yaitu Dokter Yuni Astuti,” terang Imam.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan mereka yang sejatinya berangkat di tahun 2020 itu baru bisa berangkat pada saat ini. Dirinya berpesan agar semua jamaah tetap menerapkan protokol kesehatan di manapun berada. Sebab pandemi Covid-19 belum benar- benar hilang sepenuhnya. “Apalagi di tanah suci nanti berjuta-juta jamaah dari seluruh dunia akan menjadi satu. Dan kita tidak tahu secara jelas bagaimana keadaan kesehatan jamaah lain. Untuk itu harus tetap menjaga prokes,” serunya.

Dirinya juga meningkatkan agar semua jamaah haji yang memiliki riwayat penyakit harus mengonsumsi obat setiap hari. Agar ingat dan terus membawa ke mana pun. Sebab yang bisa mengontrol hanya diri sendiri. “Lalu situasi dan kondisi di sana juga berbeda dengan di Indonesia. Maka sebisa mungkin jangan sampai sendiri-sendiri. Kalau mau ke mana pun diusahakan pergi bersama-sama,” tutupnya. (fif/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/