alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Keren, SD di Kaki Gunung Banyak ini Bikin Miniatur Angsa dari Sampah

KOTA BATU – Ada yang berbeda dari pemandangan di depan SDN 3 Songgokerto, Kota Batu. Beberapa guru nampak sibuk membuat patung berbentuk angsa. Yang menarik, kerajinan tersebut dibuat dengan bahan baku botol bekas dan sampah plastik. Tingginya mencapai sekitar 2 meter.

Pembuatan patung berbahan daur ulang tersebut bukan tanpa alasan. Para guru di SDN 3 Songgokerto ingin menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan kepada para siswanya.

Kepala SDN 3 Songgokerto Helmina Mauludiyah MPd mengatakan, pembuatan patung ini juga sebagai bentuk mewujudkan brand sekolah, yaitu Song Three Elite. Didalamnya tersimpan nilai edukasi, literasi, inovatif, yang berlandaskan iman dan takwa.

“Patung angsa ini juga sebagai ikon kita, yang berkedudukan di bawah Gunung Banyak,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Batu Kamis (14/10). Dalam bahasa Jawa, binatang angsa dikenal dengan sebutan “banyak”.

Menurut Helmina, selain angsa (banyak) adalah simbol daerahnya yang berada di sekitar Gunung Banyak, angsa juga dinilai sebagai simbol pengayoman. Untuk membuat patung ini lanjut dia, SDN 3 Songgokerto berkolaborasi dengan Sanggar Bronjong Sejahtera (SBS). Sanggar tersebut sering memproduksi lampion di Kota Batu.

Sementara itu, salah satu guru yang juga berprofesi sebagai seniman, Afrian Saputra mengatakan, jika patung ini terdapat kelebihan dan kekurangannya. Salah satu kelebihannya adalah mengurangi sampah plastik dan ikut serta memupuk anak-anak agar sadar dengan kecintaan lingkungan. Namun, Putra juga mengungkapkan kekurangan dari patung angsa ini, yaitu perawatannya yang sedikit rumit.

“Agar tetap kelihatan bersinar airnya harus tetap jernih dan tidak berlumut, ini butuh perawatan ekstra juga,” ucapnya. (cj6/lid/rmc)

KOTA BATU – Ada yang berbeda dari pemandangan di depan SDN 3 Songgokerto, Kota Batu. Beberapa guru nampak sibuk membuat patung berbentuk angsa. Yang menarik, kerajinan tersebut dibuat dengan bahan baku botol bekas dan sampah plastik. Tingginya mencapai sekitar 2 meter.

Pembuatan patung berbahan daur ulang tersebut bukan tanpa alasan. Para guru di SDN 3 Songgokerto ingin menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan kepada para siswanya.

Kepala SDN 3 Songgokerto Helmina Mauludiyah MPd mengatakan, pembuatan patung ini juga sebagai bentuk mewujudkan brand sekolah, yaitu Song Three Elite. Didalamnya tersimpan nilai edukasi, literasi, inovatif, yang berlandaskan iman dan takwa.

“Patung angsa ini juga sebagai ikon kita, yang berkedudukan di bawah Gunung Banyak,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Batu Kamis (14/10). Dalam bahasa Jawa, binatang angsa dikenal dengan sebutan “banyak”.

Menurut Helmina, selain angsa (banyak) adalah simbol daerahnya yang berada di sekitar Gunung Banyak, angsa juga dinilai sebagai simbol pengayoman. Untuk membuat patung ini lanjut dia, SDN 3 Songgokerto berkolaborasi dengan Sanggar Bronjong Sejahtera (SBS). Sanggar tersebut sering memproduksi lampion di Kota Batu.

Sementara itu, salah satu guru yang juga berprofesi sebagai seniman, Afrian Saputra mengatakan, jika patung ini terdapat kelebihan dan kekurangannya. Salah satu kelebihannya adalah mengurangi sampah plastik dan ikut serta memupuk anak-anak agar sadar dengan kecintaan lingkungan. Namun, Putra juga mengungkapkan kekurangan dari patung angsa ini, yaitu perawatannya yang sedikit rumit.

“Agar tetap kelihatan bersinar airnya harus tetap jernih dan tidak berlumut, ini butuh perawatan ekstra juga,” ucapnya. (cj6/lid/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/