alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Ini Rekom BPBD Jatim Soal Rekahan di Kawasan Payung, Kota Batu

KOTA BATU— Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim ikut memastikan kelayakan Jalan Brigjen Manan (Payung I), Songgokerto, Batu yang mengalami penurunan dan muncul rekahan. Hal itu dilakukan dengan mengukur kekuatan struktur tanah dengan alat seismograf. Kesimpulannya, direkomendasikan agar jalan tersebut ditutup total saat hujan lebat.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Provinsi Jatim Gatot Soebroto menyampaikan, rekoemndasi tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena saat hujan, bagian rekahan tanah rawan tergerus air dan bisa menyebabkan tanah bergerak atau bahkan bisa terjadi longsor. ”Apalagi saat dilewati kendaraan, getaran kendaraan bisa menambah retakan,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Provinsi Jatim Gatot Soebroto, Senin (15/2).

Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya juga akan meminta PUPR Provinsi Jatim untuk menyediakan anggaran perbaikan atau pembangunan jalan tersebut. Selain itu, juga mensuport sarana dan prasarana pengalihan arus lalu lintas. ”Kami juga minta agar disiapkan pengalihan jalan alternatif lain,” jelas dia.

Gatot juga meminta pihak terkait untuk melakukan perawatan jalan tersebut. Dimana celah-celah pada retakan tanah ditutup. Sehingga, saat hujan bisa mengurangi air yang berpotensi masuk ke dalam tanah melalui retakan. ”Kalau air hujan masuk, bisa membuat retakan makin lebar dan bisa terjadi longsor,” ungkap dia.

Pewarta: Imam N

KOTA BATU— Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim ikut memastikan kelayakan Jalan Brigjen Manan (Payung I), Songgokerto, Batu yang mengalami penurunan dan muncul rekahan. Hal itu dilakukan dengan mengukur kekuatan struktur tanah dengan alat seismograf. Kesimpulannya, direkomendasikan agar jalan tersebut ditutup total saat hujan lebat.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Provinsi Jatim Gatot Soebroto menyampaikan, rekoemndasi tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena saat hujan, bagian rekahan tanah rawan tergerus air dan bisa menyebabkan tanah bergerak atau bahkan bisa terjadi longsor. ”Apalagi saat dilewati kendaraan, getaran kendaraan bisa menambah retakan,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Provinsi Jatim Gatot Soebroto, Senin (15/2).

Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya juga akan meminta PUPR Provinsi Jatim untuk menyediakan anggaran perbaikan atau pembangunan jalan tersebut. Selain itu, juga mensuport sarana dan prasarana pengalihan arus lalu lintas. ”Kami juga minta agar disiapkan pengalihan jalan alternatif lain,” jelas dia.

Gatot juga meminta pihak terkait untuk melakukan perawatan jalan tersebut. Dimana celah-celah pada retakan tanah ditutup. Sehingga, saat hujan bisa mengurangi air yang berpotensi masuk ke dalam tanah melalui retakan. ”Kalau air hujan masuk, bisa membuat retakan makin lebar dan bisa terjadi longsor,” ungkap dia.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/