alexametrics
24.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Tanah Retak di Payung 1 Batu, Kendaraan Berat Dilarang Lewat

KOTA BATU – Mulai hari ini (16/2), diterapkan pembatasan kendaraan yang bisa melintasi jalan Jalan Brigjen Manan (Payung I), Songgokerto, Batu. Setelah dilakukan analisis, diputuskan bahwa kendaraan yang diperbolehkan lewat maksimal memiliki berat 14 ton.

Keputusan tersebut dikeluarkan setelah rapat koodinasi beberapa stake holder terdiri dari BPBD Provinsi Jatim, Dishub Jatim, PUPR Jatim, BPBD Kota Batu, Dishub Kota Batu, dan PUPR Kota Batu yang digelar Senin (15/2) kemarin.

Kasatlantas Polres Batu AKP Malang Darlius menyampaikan, pihaknya juga sudah memasang rambu imbauan di perbatasan Malang-Kediri. Hal ini dilakukan untuk sosialisasi kepada masyarakat yang akan ke Kota Batu atau Kota Malang melalui jalur Payung I. ”Tulisan imbauan juga sudah kami pasang di Kandangan. Tonase kendaraan yang boleh lewat maksimal 14 ton,” tegas Kasatlantas Polres Batu AKP Mala Darlius, Selasa (16/2).

Lebih lanjut, salah satu jalan yang memungkinkan untuk kendaraan yang tonasenya di atas 14 ton adalah melalui tol. Karena sudah tidak ada jalur alternatif lagi jalan dari arah Kediri-Batu atau sebaliknya. ”Yang paling aman ya lewat jalan tol untuk kendaraan di atas itu,” ungkap dia.

Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Agung Sedayu menambahkan, selain pembatasan beban kendaraan yang lewat, akses juga akan ditutup total jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama satu jam tanpa henti. Langkah ini diambil sebagai upaya menghindari korban, karena kawasan tersebut sangat berpotensi terjadi longsor.

”Keputusan ini berlaku mulai tanggal 16 Februari hari ini,” jelas mantan Kabid Bina Marga ini.

Seperti diketahui, Jalan Brigjen Manan (Payung I) diketahui mengalami retakan, Minggu (14/2). Retakan yang cukup panjang dan membahayakan ini membuat tim BPBD Provinsi Jatim turun untuk melakukan pengukuran retakan memakai seismograf. Usai dilakukan pengukuran, dilakukan pengaspalan sebagai tindakan pencegahan agar retakan tidak semakin parah ketika terjadi hujan.

Kondisi tersebut terus mendapatkan pemantauan. Hari ini (16/2) juga dilakukan monitoring kembali oleh Dishub Kota Batu dan BPBD Kota Batu.

Pewarta: Iman N

KOTA BATU – Mulai hari ini (16/2), diterapkan pembatasan kendaraan yang bisa melintasi jalan Jalan Brigjen Manan (Payung I), Songgokerto, Batu. Setelah dilakukan analisis, diputuskan bahwa kendaraan yang diperbolehkan lewat maksimal memiliki berat 14 ton.

Keputusan tersebut dikeluarkan setelah rapat koodinasi beberapa stake holder terdiri dari BPBD Provinsi Jatim, Dishub Jatim, PUPR Jatim, BPBD Kota Batu, Dishub Kota Batu, dan PUPR Kota Batu yang digelar Senin (15/2) kemarin.

Kasatlantas Polres Batu AKP Malang Darlius menyampaikan, pihaknya juga sudah memasang rambu imbauan di perbatasan Malang-Kediri. Hal ini dilakukan untuk sosialisasi kepada masyarakat yang akan ke Kota Batu atau Kota Malang melalui jalur Payung I. ”Tulisan imbauan juga sudah kami pasang di Kandangan. Tonase kendaraan yang boleh lewat maksimal 14 ton,” tegas Kasatlantas Polres Batu AKP Mala Darlius, Selasa (16/2).

Lebih lanjut, salah satu jalan yang memungkinkan untuk kendaraan yang tonasenya di atas 14 ton adalah melalui tol. Karena sudah tidak ada jalur alternatif lagi jalan dari arah Kediri-Batu atau sebaliknya. ”Yang paling aman ya lewat jalan tol untuk kendaraan di atas itu,” ungkap dia.

Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Agung Sedayu menambahkan, selain pembatasan beban kendaraan yang lewat, akses juga akan ditutup total jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama satu jam tanpa henti. Langkah ini diambil sebagai upaya menghindari korban, karena kawasan tersebut sangat berpotensi terjadi longsor.

”Keputusan ini berlaku mulai tanggal 16 Februari hari ini,” jelas mantan Kabid Bina Marga ini.

Seperti diketahui, Jalan Brigjen Manan (Payung I) diketahui mengalami retakan, Minggu (14/2). Retakan yang cukup panjang dan membahayakan ini membuat tim BPBD Provinsi Jatim turun untuk melakukan pengukuran retakan memakai seismograf. Usai dilakukan pengukuran, dilakukan pengaspalan sebagai tindakan pencegahan agar retakan tidak semakin parah ketika terjadi hujan.

Kondisi tersebut terus mendapatkan pemantauan. Hari ini (16/2) juga dilakukan monitoring kembali oleh Dishub Kota Batu dan BPBD Kota Batu.

Pewarta: Iman N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/