alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

67 Guru di Kota Batu Menolak Divaksin, Bakal Kena Sanksi?

KOTA BATU – Di saat banyak orang berharap bisa segera divaksin, namun puluhan tenaga pendidik di Kota Batu malah berfikir sebaliknya. Saat mendapat kesempatan lebih awal divaksin, mereka menolak.

Sebanyak 67 guru di Kota Batu ini secara terang-terangan emoh menjalani vaksinasi untuk menangkal Covid-19. Belum diketahui secara pasti alasan puluhan guru tidak mau divaksin tersebut.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr Susana Indahwati mengatakan, 67 guru yang menolak vaksinasi yakni tenaga pendidik tingkat SMA/SMK sederajat. Perlu diketahui, total ada 127 guru yang belum dilakukan vaksinasi dan 60 orang lainnya belum vaksin karena pada saat penjadwalan vaksinasi kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. ”Total jumlah keseluruhan target vaksinasi untuk guru dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Kota Batu ada 1.106 orang, selain 127 orang itu sudah semua,” katanya.

Pihaknya tidak bisa memaksakan vaksinasi kepada orang-orang yang menolak. Menurutnya, orang-orang tersebut memiliki hak untuk pilihannya tidak mau dilakukan vaksinasi. ”Kami tidak bisa berbuat apa-apa kalau sudah begitu, dari pemerintah pusat tidak ada aturan untuk memaksakan seseorang ikut vaksinasi sehingga tidak ada sanksinya,” katanya.

Namun diungkapkannya, bisa saja ada konsekuensi adanya penolakan vaksinasi dari para guru terkait rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). Dia mengingatkan bahwa pelaksanaan kegiatan PTM memiliki persyaratan ketat yang akan dipantau oleh Dinkes Kota Batu. ”Selain penentuan sekolah mana saja yang diperbolehkan untuk melaksanakan PTM dari dinas pendidikan, dinkes ikut berpartisipasi untuk menentukan,” katanya. Menurutnya, bisa saja jika dalam suatu sekolah persentase gurunya lebih banyak yang belum melakukan vaksinasi, maka tidak diperbolehkan untuk melakukan PTM.

Sedangkan untuk vaksinasi guru lainnya tingkat PAUD/TK hingga SMP hampir 90 persen. Untuk jenjang PAUD/TK dari jumlah target sasaran 894 orang, yang belum tervaksinasi ada 109 orang. Lalu jenjang SD dari target 1.350 orang, yang belum dilakukan vaksinasi ada 126 orang. Kemudian tingkat SMP dari target 784 orang, yang belum tervaksinasi ada 127 orang. ”Yang belum dilakukan vaksinasi itu bukan menolak, tetapi kondisi kesehatannya memang pada saat penjadwalan vaksinasi tidak memungkinkan,” katanya. (rmc/nug/c1/abm)

KOTA BATU – Di saat banyak orang berharap bisa segera divaksin, namun puluhan tenaga pendidik di Kota Batu malah berfikir sebaliknya. Saat mendapat kesempatan lebih awal divaksin, mereka menolak.

Sebanyak 67 guru di Kota Batu ini secara terang-terangan emoh menjalani vaksinasi untuk menangkal Covid-19. Belum diketahui secara pasti alasan puluhan guru tidak mau divaksin tersebut.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr Susana Indahwati mengatakan, 67 guru yang menolak vaksinasi yakni tenaga pendidik tingkat SMA/SMK sederajat. Perlu diketahui, total ada 127 guru yang belum dilakukan vaksinasi dan 60 orang lainnya belum vaksin karena pada saat penjadwalan vaksinasi kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. ”Total jumlah keseluruhan target vaksinasi untuk guru dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Kota Batu ada 1.106 orang, selain 127 orang itu sudah semua,” katanya.

Pihaknya tidak bisa memaksakan vaksinasi kepada orang-orang yang menolak. Menurutnya, orang-orang tersebut memiliki hak untuk pilihannya tidak mau dilakukan vaksinasi. ”Kami tidak bisa berbuat apa-apa kalau sudah begitu, dari pemerintah pusat tidak ada aturan untuk memaksakan seseorang ikut vaksinasi sehingga tidak ada sanksinya,” katanya.

Namun diungkapkannya, bisa saja ada konsekuensi adanya penolakan vaksinasi dari para guru terkait rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). Dia mengingatkan bahwa pelaksanaan kegiatan PTM memiliki persyaratan ketat yang akan dipantau oleh Dinkes Kota Batu. ”Selain penentuan sekolah mana saja yang diperbolehkan untuk melaksanakan PTM dari dinas pendidikan, dinkes ikut berpartisipasi untuk menentukan,” katanya. Menurutnya, bisa saja jika dalam suatu sekolah persentase gurunya lebih banyak yang belum melakukan vaksinasi, maka tidak diperbolehkan untuk melakukan PTM.

Sedangkan untuk vaksinasi guru lainnya tingkat PAUD/TK hingga SMP hampir 90 persen. Untuk jenjang PAUD/TK dari jumlah target sasaran 894 orang, yang belum tervaksinasi ada 109 orang. Lalu jenjang SD dari target 1.350 orang, yang belum dilakukan vaksinasi ada 126 orang. Kemudian tingkat SMP dari target 784 orang, yang belum tervaksinasi ada 127 orang. ”Yang belum dilakukan vaksinasi itu bukan menolak, tetapi kondisi kesehatannya memang pada saat penjadwalan vaksinasi tidak memungkinkan,” katanya. (rmc/nug/c1/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/