alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Hujan dan Harga Bikin Petani Wortel Kota Batu “Meriang”

KOTA BATU – Curah hujan tinggi memicu tingginya kadar air dalam tanah membuat pusing para petani wortel Desa Tulungreko Kecamatan Bumiaji. Pasalnya, kadar air tinggi justru akan merusak hasil panen.

“Kalau dengan hujan setiap hari seperti ini dibiarkan pasti menggenang dan tidak baik untuk tanaman,” terang salah satu petani wortel di daerah tersebut, Sumitro.

Ia melakukan upaya dengan membuat gundukan-gundukan per dua meter di lahannya sebagai jalan air untuk lewat. Yang mengarah langsung menuju gorong-gorong.

Dengan cara itu air tidak menggenang sehingga tak sampai merusak tanaman yang ada. Disetiap gundukan berisi kurang lebih 70 tanaman wortel. Selain mencegah genangan air. Ia juga memaksimalkan pupuk yang ada demi kesehatan tumbuhan di musim hujan.

“Pupuk yang diberikan harus bagus. Karena menentukan kesehatan wortelnya,” ungkapnya. Dalam setiap panen ia bisa mendapatkan hasil 8 hingga 9 ton.

Kini harga wortel di pasaran cendrung cendrung menurun. Minimnya permintaan ditengarai menjadi alasannya. Dalam kondisi normal sayur berwarna cerah ini dihargai Rp 8000 per kilogramnya. Namun sekarang hanya dihargai Rp 2000 setiap satu kilonya. “Saya berharap supaya kondisi pulih kembali dan permintaan pasar kembali ramai,” harapnya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

KOTA BATU – Curah hujan tinggi memicu tingginya kadar air dalam tanah membuat pusing para petani wortel Desa Tulungreko Kecamatan Bumiaji. Pasalnya, kadar air tinggi justru akan merusak hasil panen.

“Kalau dengan hujan setiap hari seperti ini dibiarkan pasti menggenang dan tidak baik untuk tanaman,” terang salah satu petani wortel di daerah tersebut, Sumitro.

Ia melakukan upaya dengan membuat gundukan-gundukan per dua meter di lahannya sebagai jalan air untuk lewat. Yang mengarah langsung menuju gorong-gorong.

Dengan cara itu air tidak menggenang sehingga tak sampai merusak tanaman yang ada. Disetiap gundukan berisi kurang lebih 70 tanaman wortel. Selain mencegah genangan air. Ia juga memaksimalkan pupuk yang ada demi kesehatan tumbuhan di musim hujan.

“Pupuk yang diberikan harus bagus. Karena menentukan kesehatan wortelnya,” ungkapnya. Dalam setiap panen ia bisa mendapatkan hasil 8 hingga 9 ton.

Kini harga wortel di pasaran cendrung cendrung menurun. Minimnya permintaan ditengarai menjadi alasannya. Dalam kondisi normal sayur berwarna cerah ini dihargai Rp 8000 per kilogramnya. Namun sekarang hanya dihargai Rp 2000 setiap satu kilonya. “Saya berharap supaya kondisi pulih kembali dan permintaan pasar kembali ramai,” harapnya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/