alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Perbaikan Hampir Selesai, Jalur Payung Batu Dibuka Dua Arah

KOTA BATU – Penanganan retakan tanah di jalan Brigjend Manan (Payung I), Songgokerto, Batu, saat ini sudah hampir tuntas. Lalu-lintas kendaraan yang sebelumnya buka tutup, kini sudah diberlakukan dua arah, baik dari arah Pujon-Batu atau sebaliknya.

Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPT PJJ Malang Kholilah menyampaikan, bus pariwisata juga sudah diperbolehkan melintas. Namun, di daerah Pujon masih diberlakukan buka-tutup. “Dimungkinkan kendaraan yang tonasenya di atas 40 ton bisa lewat,” terangnya.

Ia menambahkan, proses penanganan retakan untuk jangka pendek sudah hampir tuntas. Tinggal pembuatan sumur pelega di kanan dan kiri jalan yang masih proses penyelesaian.

Sumur pelega tersebut dibuat di area retakan dan berfungsi untuk mencegah air hujan masuk ke daerah retakan. “Kendalanya ada airnya (sumber) saat dilakukan galian. Jadi butuh waktu. Karena harus dikeringkan dulu (airnya dipompa),” kata dia, Rabu (17/3).

Lebih lanjut, untuk penanganan jangka panjang, Dinas Pekerjaan Umum masih akan melakukan kanjian teknis lebih dalam. “Saat ini masih tahap penanganan jangka pendeknya. Nanti akan dilakukan kajian lagi untuk jangka panjangnya,” jelas dia.

Dia juga mengimbau kepada penggguna jalan agar tetap waspada dan hati-hati. Terutama di titik Payung tersebut. “Kalau pas hujan lebat, sebaiknya cari jalan alternatif yang lebih aman,” imbuh dia.

Pewarta: Imam N

KOTA BATU – Penanganan retakan tanah di jalan Brigjend Manan (Payung I), Songgokerto, Batu, saat ini sudah hampir tuntas. Lalu-lintas kendaraan yang sebelumnya buka tutup, kini sudah diberlakukan dua arah, baik dari arah Pujon-Batu atau sebaliknya.

Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPT PJJ Malang Kholilah menyampaikan, bus pariwisata juga sudah diperbolehkan melintas. Namun, di daerah Pujon masih diberlakukan buka-tutup. “Dimungkinkan kendaraan yang tonasenya di atas 40 ton bisa lewat,” terangnya.

Ia menambahkan, proses penanganan retakan untuk jangka pendek sudah hampir tuntas. Tinggal pembuatan sumur pelega di kanan dan kiri jalan yang masih proses penyelesaian.

Sumur pelega tersebut dibuat di area retakan dan berfungsi untuk mencegah air hujan masuk ke daerah retakan. “Kendalanya ada airnya (sumber) saat dilakukan galian. Jadi butuh waktu. Karena harus dikeringkan dulu (airnya dipompa),” kata dia, Rabu (17/3).

Lebih lanjut, untuk penanganan jangka panjang, Dinas Pekerjaan Umum masih akan melakukan kanjian teknis lebih dalam. “Saat ini masih tahap penanganan jangka pendeknya. Nanti akan dilakukan kajian lagi untuk jangka panjangnya,” jelas dia.

Dia juga mengimbau kepada penggguna jalan agar tetap waspada dan hati-hati. Terutama di titik Payung tersebut. “Kalau pas hujan lebat, sebaiknya cari jalan alternatif yang lebih aman,” imbuh dia.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/