alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 2 October 2022

Setengah Bulan 2.538 NIB Terbit di Batu, Pemkot Genjot Kesadaran Pelaku Usaha

BATU – Pengurusan nomor induk berusaha (NIB) kini semakin mudah dengan online single submission risk-based approach (OSS­RBA). Selama 4 Agustus 2021 hingga 15 Agustus 2022, total ada 2.538 NIB yang terbit di Kota Batu. Namun, sebenarnya angka tersebut, bisa lebih tinggi lagi jika ada peningkatan kesadaran dari pelaku usaha.

Menurut Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu Syaiful Anwar, pengurusan NIB ini menjadi dasar penting bagi para pelaku usaha. “Ya, mayoritas banyak orang yang enggan mengurus NIB karena takut berurusan dengan pajak. Padahal, sistem OSS terbaru ini sudah mengatur secara rinci berdasarkan tingkatan risikonya,” terangnya.

Syaiful menegaskan, sistem OSS terbaru ini jauh lebih terperinci. Sebab, ada keterbukaan informasi. “Dalam sehari pengurusan NIB di DPMPTSP Kota Batu ini mencapai 5 hingga 10 orang. Kami sifatnya sebatas pendampingan,” terangnya.

Sebagai informasi, dalam OSS berbasis risiko ini ada tingkatan risiko di antaranya rendah, menengah rendah, menengah tinggi, dan tinggi. Khusus untuk kegiatan usaha dengan tingkat risiko rendah yakni dilakukan oleh usaha mikro dan kecil (UMK). Untuk itu, NIB berlaku sebagai perizinan tunggal. Sedangkan, untuk tingkat risiko lainnya, sistem OSS telah menginformasikan persyaratan dokumen apa yang harus dilengkapi.

Syaiful memaparkan, selama 4 Agustus 2021 hingga 15 Agustus 2022, total NIB yang terbit di Kota Batu ada 2.538. Akan tetapi, angka tersebut diperinci menjadi dua hal. Yaitu, ada 2.509 berasal dari UMK dan 29 dari non UMK. “Artinya, gambaran di Kota Batu, pe ngurusan NIB didominasi oleh UMK sebesar 98,86 persen. Alasannya, Kota Batu merupakan kota wisata sehingga yang mendo minasi adalah para UMK. Sedangkan, non UMK rata­rata dari hotel hingga tempat wisata,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Batu.

Berdasarkan data yang tertera dalam OSS berbasis risiko di DPMPTSP. Syaiful menjelaskan, ada 5 top klasifikasi baku lapangan usaha (KBLI) di Kota Batu. Perinciannya, posisi pertama ada 244 dari perdagangan eceran kaki lima dan los pasar komoditi makanan dan minuman. Kedua, sebanyak 213 klasifikasi dalam kedai makanan. Ketiga, 159 rumah atau warung makan. Sedangkan, posisi keempat ada 102 perda gangan eceran berbagai macam barang yang bahan utamanya makanan dan minuman. Semen tara, poin terakhir yaitu 96 masuk ke dalam industri produk roti dan kue.

Di sisi lain, Staf Analisis Perizinan Dokumen DPMPTSP Kota Batu Darmawan Meiyanto menyampaikan, meskipun angka pengurusan NIB dari UMK cukup tinggi, harapannya kesadaran pelaku usaha untuk mengurus NIB juga terus meningkat. “Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya pelaku usaha untuk melakukan pengurusan NIB. Kalau pun kurang memahami sistem online, DPMPTSP akan mendampingi pelaku usaha tersebut. Sedangkan input data tetap dari pelaku usaha,” pungkasnya. (ifa/lid)

BATU – Pengurusan nomor induk berusaha (NIB) kini semakin mudah dengan online single submission risk-based approach (OSS­RBA). Selama 4 Agustus 2021 hingga 15 Agustus 2022, total ada 2.538 NIB yang terbit di Kota Batu. Namun, sebenarnya angka tersebut, bisa lebih tinggi lagi jika ada peningkatan kesadaran dari pelaku usaha.

Menurut Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu Syaiful Anwar, pengurusan NIB ini menjadi dasar penting bagi para pelaku usaha. “Ya, mayoritas banyak orang yang enggan mengurus NIB karena takut berurusan dengan pajak. Padahal, sistem OSS terbaru ini sudah mengatur secara rinci berdasarkan tingkatan risikonya,” terangnya.

Syaiful menegaskan, sistem OSS terbaru ini jauh lebih terperinci. Sebab, ada keterbukaan informasi. “Dalam sehari pengurusan NIB di DPMPTSP Kota Batu ini mencapai 5 hingga 10 orang. Kami sifatnya sebatas pendampingan,” terangnya.

Sebagai informasi, dalam OSS berbasis risiko ini ada tingkatan risiko di antaranya rendah, menengah rendah, menengah tinggi, dan tinggi. Khusus untuk kegiatan usaha dengan tingkat risiko rendah yakni dilakukan oleh usaha mikro dan kecil (UMK). Untuk itu, NIB berlaku sebagai perizinan tunggal. Sedangkan, untuk tingkat risiko lainnya, sistem OSS telah menginformasikan persyaratan dokumen apa yang harus dilengkapi.

Syaiful memaparkan, selama 4 Agustus 2021 hingga 15 Agustus 2022, total NIB yang terbit di Kota Batu ada 2.538. Akan tetapi, angka tersebut diperinci menjadi dua hal. Yaitu, ada 2.509 berasal dari UMK dan 29 dari non UMK. “Artinya, gambaran di Kota Batu, pe ngurusan NIB didominasi oleh UMK sebesar 98,86 persen. Alasannya, Kota Batu merupakan kota wisata sehingga yang mendo minasi adalah para UMK. Sedangkan, non UMK rata­rata dari hotel hingga tempat wisata,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Batu.

Berdasarkan data yang tertera dalam OSS berbasis risiko di DPMPTSP. Syaiful menjelaskan, ada 5 top klasifikasi baku lapangan usaha (KBLI) di Kota Batu. Perinciannya, posisi pertama ada 244 dari perdagangan eceran kaki lima dan los pasar komoditi makanan dan minuman. Kedua, sebanyak 213 klasifikasi dalam kedai makanan. Ketiga, 159 rumah atau warung makan. Sedangkan, posisi keempat ada 102 perda gangan eceran berbagai macam barang yang bahan utamanya makanan dan minuman. Semen tara, poin terakhir yaitu 96 masuk ke dalam industri produk roti dan kue.

Di sisi lain, Staf Analisis Perizinan Dokumen DPMPTSP Kota Batu Darmawan Meiyanto menyampaikan, meskipun angka pengurusan NIB dari UMK cukup tinggi, harapannya kesadaran pelaku usaha untuk mengurus NIB juga terus meningkat. “Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya pelaku usaha untuk melakukan pengurusan NIB. Kalau pun kurang memahami sistem online, DPMPTSP akan mendampingi pelaku usaha tersebut. Sedangkan input data tetap dari pelaku usaha,” pungkasnya. (ifa/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/