alexametrics
21.8 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Batu Tracking 19, Alarm Protokol Kesehatan dari Warga Bumiaji

BATU – Warga Desa Pandanrejo, Bumiaji, Kota Batu, membuat inovasi teknologi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Bernama Batu Tracking 19, teknologi ini memungkinkan mesin mendeteksi suhu tubuh dan jarak orang di suatu tempat dengan standart protokol kesehatan.

Sehingga, ketika jarak orang tidak memenuhi protap kesehatan, maka alarm batu Tracking akan berbunyi. Pembuat Batu Tracking, Jauari Ahmad Nurhasyim menjelaskan, mesin tersebut terkoneksi dengan data base penduduk setempat. Sehingga, alat ini juga bisa mendeteksi ‘orang asing’ yang berkunjung ke Batu.

“Batu itu daerah wisata jadi potensi dikunjungi banyak orang tinggi. Jadi, alat ini nanti bisa deteksi siapa yang datang,” pria yang juga sekaligus dosen Politeknik Elektronika Negeri Ssurabaya itu mengatakan, alat yang baru dioperasikan hari ini itu sengaja diciptakan agar protokol kesehatan Covid-19 bisa dilaksanakan dengan tertib.

“Alat ini akan menginformasikan di titik mana yang nggak terjaga jaraknya di era new normal,” ungkap dia. Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, pihaknya bakal melakukan evaluasi efektivitas kerja alat tersebut. Sehingga, alat ini bakal diterapkan di tempat lain atau tidak. “Ditunggu saja setelah evalusi seminggu lagi,” terangnya, saat ditanya apakah akan ditempatkan di balai kota among tani.

Pewarta: Imam N

BATU – Warga Desa Pandanrejo, Bumiaji, Kota Batu, membuat inovasi teknologi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Bernama Batu Tracking 19, teknologi ini memungkinkan mesin mendeteksi suhu tubuh dan jarak orang di suatu tempat dengan standart protokol kesehatan.

Sehingga, ketika jarak orang tidak memenuhi protap kesehatan, maka alarm batu Tracking akan berbunyi. Pembuat Batu Tracking, Jauari Ahmad Nurhasyim menjelaskan, mesin tersebut terkoneksi dengan data base penduduk setempat. Sehingga, alat ini juga bisa mendeteksi ‘orang asing’ yang berkunjung ke Batu.

“Batu itu daerah wisata jadi potensi dikunjungi banyak orang tinggi. Jadi, alat ini nanti bisa deteksi siapa yang datang,” pria yang juga sekaligus dosen Politeknik Elektronika Negeri Ssurabaya itu mengatakan, alat yang baru dioperasikan hari ini itu sengaja diciptakan agar protokol kesehatan Covid-19 bisa dilaksanakan dengan tertib.

“Alat ini akan menginformasikan di titik mana yang nggak terjaga jaraknya di era new normal,” ungkap dia. Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, pihaknya bakal melakukan evaluasi efektivitas kerja alat tersebut. Sehingga, alat ini bakal diterapkan di tempat lain atau tidak. “Ditunggu saja setelah evalusi seminggu lagi,” terangnya, saat ditanya apakah akan ditempatkan di balai kota among tani.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/