alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

DBHCT Tembus Rp 13,2 Miliar, Pemkot Batu Rehab 2 Puskesmas

KOTA BATU – Pelayanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Batu di usianya yang menginjak 20 tahun. Tahun ini dua gedung pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Junrejo dan Bumiaji pun telah direhabilitasi.

Total anggaran yang dikeluarkan yakni Rp 5.908.957.808. Anggaran tersebut berasal dari DBHCHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau).

Kepala Puskesmas Junrejo drg Rahma Husnayaini mengatakan, gedung yang di renovasi tersebut merupakan bagian dari bangunan yang lama. Nantinya bangunan yang sebelumnya hanya ada satu lantai akan menjadi dua lantai untuk pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak.

“Nanti mulai ada untuk periksa ibu hamil, imunisasi, pap smear dan layanan KB,” katanya. Sedangkan bagian gedung lainnya yang direhab bagian atap yakni gudang farmasi.

Total anggaran yang digelontorkan untuk rehabilitasi gedung tersebut yakni Rp 991 juta. Untuk pengerjaannya mulai dari 30 Agustus dan dijadwalkan selesai pada akhir November mendatang.

Selain itu, rehabilitasi gedung juga dilakukan pada Puskesmas Bumiaji. Total anggaran yang dikeluarkan Pemkot Batu sekitar Rp 3,2 miliar.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Puskesmas Bumiaji dr Sachariano. Dia mengatakan, rehabilitasi bangunan merupakan bagian dari gedung lama yang sebelumnya berfungsi sebagai rumah dinas. Namun karena kebutuhan yang meningkat, maka diperuntukkan bagi keperluan lainnya. Yaitu untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak dan gudang farmasi. “Mulai dikerjakan sekitar September lalu, insyaallah selesai akhir tahun, harapannya dapat meningkatkan mutu pelayanan puskesmas kepada masyarakat,” katanya.

Selain itu, anggaran DBHCHT dalam bidang kesehatan juga digelontorkan untuk PBID (penerima bantuan iuran daerah) BPJS Kesehatan. Tahun ini total anggaran yang ada senilai Rp 6,4 miliar. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, anggaran dari DBHCHT sangat membantu warga yang kurang mampu mendapatkan fasilitas PBID dari Pemkot Batu. “Target kami semua warga Batu harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal dengan BPJS Kesehatan,” katanya.

Perlu diketahui dari jumlah penduduk Kota Batu sebanyak 215.248 jiwa, sejumlah 95,66 persen telah menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan. Ini tidak terlepas dari upaya Pemkot Batu yang terus menuju UHC atau universal health coverage. “Dari total peserta aktif tersebut tertinggi yakni PBID APBD Kota Batu, sehingga DBHCHT sangat membantu selain dari anggaran DAU,” katanya. Perlu diketahui kebutuhan anggaran PBID BPJS Kesehatan dalam satu tahun yakni total Rp 38 miliar.

Sebenarnya selain untuk rehabilitasi dua gedung puskesmas, pemanfaatan anggaran DBHCHT juga untuk pengadaan obat dan alat bahan habis pakai penanganan Covid-19 senilai Rp 928 juta. Atau total pagu anggaran DBHCHT keseluruhan setelah refocusing atau realokasi sebanyak Rp 13,2 miliar.
Dana untuk penanganan Covid-19 tersebut sangat bermanfaat untuk menekan penyebaran Covid di Kota Batu. Dengan demikian, diharapkan wisatawan tidak khawatir untuk berwisata ke Kota Batu karena sudah aman.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Malang, Gunawan Tri Wibowo mengatakan, selama ini upaya penanggulangan peredaran rokok ilegal yang dilakukan Bea Cukai dan Pemkot Batu berjalan sangat baik. Sehingga masyarakat khususnya para pedagang rokok sudah banyak yang mengetahui larangan untuk menjual atau membeli rokok ilegal.
Menurut dia, dengan pendekatan yang dilakukan kepada para pedagang rokok selama ini telah memahamkan mereka untuk tidak menjual rokok ilegal tersebut. “Kami juga rutin memberikan penyuluhan kepada pemilik toko yang menjual rokok di Malang Raya,” kata Gunawan.

Khusus di Kota Batu Gunawan memberikan apresiasi Kota Batu yang dibilang berhasil dalam menghadang peredaran rokok ilegal.(nug/lid/adv/rmc)

KOTA BATU – Pelayanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Batu di usianya yang menginjak 20 tahun. Tahun ini dua gedung pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Junrejo dan Bumiaji pun telah direhabilitasi.

Total anggaran yang dikeluarkan yakni Rp 5.908.957.808. Anggaran tersebut berasal dari DBHCHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau).

Kepala Puskesmas Junrejo drg Rahma Husnayaini mengatakan, gedung yang di renovasi tersebut merupakan bagian dari bangunan yang lama. Nantinya bangunan yang sebelumnya hanya ada satu lantai akan menjadi dua lantai untuk pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak.

“Nanti mulai ada untuk periksa ibu hamil, imunisasi, pap smear dan layanan KB,” katanya. Sedangkan bagian gedung lainnya yang direhab bagian atap yakni gudang farmasi.

Total anggaran yang digelontorkan untuk rehabilitasi gedung tersebut yakni Rp 991 juta. Untuk pengerjaannya mulai dari 30 Agustus dan dijadwalkan selesai pada akhir November mendatang.

Selain itu, rehabilitasi gedung juga dilakukan pada Puskesmas Bumiaji. Total anggaran yang dikeluarkan Pemkot Batu sekitar Rp 3,2 miliar.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Puskesmas Bumiaji dr Sachariano. Dia mengatakan, rehabilitasi bangunan merupakan bagian dari gedung lama yang sebelumnya berfungsi sebagai rumah dinas. Namun karena kebutuhan yang meningkat, maka diperuntukkan bagi keperluan lainnya. Yaitu untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak dan gudang farmasi. “Mulai dikerjakan sekitar September lalu, insyaallah selesai akhir tahun, harapannya dapat meningkatkan mutu pelayanan puskesmas kepada masyarakat,” katanya.

Selain itu, anggaran DBHCHT dalam bidang kesehatan juga digelontorkan untuk PBID (penerima bantuan iuran daerah) BPJS Kesehatan. Tahun ini total anggaran yang ada senilai Rp 6,4 miliar. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, anggaran dari DBHCHT sangat membantu warga yang kurang mampu mendapatkan fasilitas PBID dari Pemkot Batu. “Target kami semua warga Batu harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal dengan BPJS Kesehatan,” katanya.

Perlu diketahui dari jumlah penduduk Kota Batu sebanyak 215.248 jiwa, sejumlah 95,66 persen telah menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan. Ini tidak terlepas dari upaya Pemkot Batu yang terus menuju UHC atau universal health coverage. “Dari total peserta aktif tersebut tertinggi yakni PBID APBD Kota Batu, sehingga DBHCHT sangat membantu selain dari anggaran DAU,” katanya. Perlu diketahui kebutuhan anggaran PBID BPJS Kesehatan dalam satu tahun yakni total Rp 38 miliar.

Sebenarnya selain untuk rehabilitasi dua gedung puskesmas, pemanfaatan anggaran DBHCHT juga untuk pengadaan obat dan alat bahan habis pakai penanganan Covid-19 senilai Rp 928 juta. Atau total pagu anggaran DBHCHT keseluruhan setelah refocusing atau realokasi sebanyak Rp 13,2 miliar.
Dana untuk penanganan Covid-19 tersebut sangat bermanfaat untuk menekan penyebaran Covid di Kota Batu. Dengan demikian, diharapkan wisatawan tidak khawatir untuk berwisata ke Kota Batu karena sudah aman.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Malang, Gunawan Tri Wibowo mengatakan, selama ini upaya penanggulangan peredaran rokok ilegal yang dilakukan Bea Cukai dan Pemkot Batu berjalan sangat baik. Sehingga masyarakat khususnya para pedagang rokok sudah banyak yang mengetahui larangan untuk menjual atau membeli rokok ilegal.
Menurut dia, dengan pendekatan yang dilakukan kepada para pedagang rokok selama ini telah memahamkan mereka untuk tidak menjual rokok ilegal tersebut. “Kami juga rutin memberikan penyuluhan kepada pemilik toko yang menjual rokok di Malang Raya,” kata Gunawan.

Khusus di Kota Batu Gunawan memberikan apresiasi Kota Batu yang dibilang berhasil dalam menghadang peredaran rokok ilegal.(nug/lid/adv/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/