alexametrics
21.6 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Jejak Kagum Bung Karno di Kamar 47, Vila Bimasakti Kota Wisata Batu

RADAR MALANG – Hari ini (17/10), Kota Batu genap berusia 20 tahun. Rasanya tak berlebihan jika Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengganjar Kota Batu sebagai One of The Most Favorite Honeymoon Place (Kota Favorit untuk Berbulan Madu). Pemberian ini tentu bukan basa-basi. Karena sebelum penghargaan itu diberikan, Mas Manteri, sapaan Sandiaga Uno, lebih dulu datang ke Kota Batu, 22 Mei 2021. Untuk merasakan denyut wisata di kota berjuluk De Klein Switzerland (Swiss kecil di Pulau Jawa) ini, Sandiaga pun harus bermalam di Jambu Luwuk Convention Hall & Resort Batu. Bahkan pada pagi harinya, salah satu menteri terkaya itu melakukan lari pagi dari Jambu Luwuk hingga finish di Batu Love Garden (Baloga).

Dengan mata kepala sendiri, Sandiaga melihat dan mengamati detail-detail potensi wisata di kota berjuluk De Klein Switzerland (Swiss kecil di Pulau Jawa) ini. Termasuk ke sejumlah destinasi wisata di Jatim Park. Dia merasakan sendiri sejuknya kota apel ini. Begitu pula dengan tourisme culture yang ditunjukkan warganya. Dari situlah, Kemenparekraf memberi penghargaan Kota Batu sebagai Kota Favorit Berbulan Madu.

Jauh sebelum Sandiaga terpesona dengan Kota Batu, tepatnya tahun 1942, Presiden RI Pertama Ir Soekarno pun lebih dulu terpikat dengan kota ini. Jejak ”pelesiran” Bung Karno selama 15 hari di Kota Batu masih terpatri hingga kini. Tepatnya di kamar 47 Vila Bima Sakti, Kompleks Taman Wisata Selecta, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Dari jendela kamar yang menghadap Gunung Arjuno itulah, Soekarno menikmati indahnya panorama alam. Di tengah menahan dinginnya udara itu pula, Sang Proklamator merumuskan sejumlah putusan negara yang sangat penting. ”Kenang-kenangan pada Selecta tetap hidup dalam ingatan. Bukan karena tamasja jang indah, tetap djuga karena di Selecta itu beberapa putusan penting mengenai perdjoeangan negara telah saja ambil,” tulis Bung Karno dengan tata bahasa lama yang diabadikan dalam prasasti di Vila Bima Sakti.

Kalau Bung Karno saja pada 1942 sudah memuji kemolekan Kota Batu, maka tak heran jika kini wisata di kota ini telah menjadi jujugan wisatawan se-antero negeri. Bahkan puncak kunjungan wisata sampai menembus angka 7 juta. Itu terjadi pada tahun 2019. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata begitu meroket. Hingga total PAD Kota Batu menembus Rp183.717.261.619. Maka, tak salah ketika kota ini mem-branding dirinya dengan Kota Wisata Batu. Bisa dibilang saat ini, 60 persen warga Kota Batu bergantung pada pariwisata. Mereka bergerak mulai dari pelaku wisata, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), maupun usaha transportasi.

”Badai” Covid-19 memang membuat pariwisata Kota Batu terpuruk. Namun itu tak menyurutkan semangat para pelaku wisata terus berkreasi. Selama ada aturan penutupan tempat wisata, para pengelola memanfaatkan untuk berbenah. Masing-masing memermak destinasi wisatanya demi menyambut gelombang kunjungan wisatawan. Bukan hanya wisata buatan yang kini sudah siap menyambut wisatawan, Pemkot Batu juga menggeber berdirinya sejumlah desa wisata. Di sejumlah desa, sudah banyak lokasi instagramable yang menawarkan kemolekan alam. Masing-masing pengelola desa wisata menggaransi para wisatawan bakal betah berlama-lama di Kota Batu.

Di sisi kuliner, kafe-kafe tematik semakin menjamur. Wisatawan tinggal pilih menu dan tempat. Kota Batu banyak menawarkan variasi kafe bernuansa pegunungan, persawahan, hingga kafe di tengah hutan.

Seiring dengan mulai longgarnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Kota Batu sudah welcome dengan kunjungan wisatawan. Warga Kota Batu pun sudah harus menyambut ramah kehadiran wisatawan. Mereka adalah ”pundi-pundi uang” yang harus mendapat layanan maksimal. Jangan sampai wisatawan dibuat kapok. Sebaliknya, segenap warga Kota Batu harus mampu membuat image ke wisatawan: Belum Berwisata Kalau Belum ke Kota Batu. Dengan image ini, wisatawan akan memberikan rekomendasi ke yang lain untuk menghabiskan waktu liburan di kota ini. (abm/rmc)

RADAR MALANG – Hari ini (17/10), Kota Batu genap berusia 20 tahun. Rasanya tak berlebihan jika Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengganjar Kota Batu sebagai One of The Most Favorite Honeymoon Place (Kota Favorit untuk Berbulan Madu). Pemberian ini tentu bukan basa-basi. Karena sebelum penghargaan itu diberikan, Mas Manteri, sapaan Sandiaga Uno, lebih dulu datang ke Kota Batu, 22 Mei 2021. Untuk merasakan denyut wisata di kota berjuluk De Klein Switzerland (Swiss kecil di Pulau Jawa) ini, Sandiaga pun harus bermalam di Jambu Luwuk Convention Hall & Resort Batu. Bahkan pada pagi harinya, salah satu menteri terkaya itu melakukan lari pagi dari Jambu Luwuk hingga finish di Batu Love Garden (Baloga).

Dengan mata kepala sendiri, Sandiaga melihat dan mengamati detail-detail potensi wisata di kota berjuluk De Klein Switzerland (Swiss kecil di Pulau Jawa) ini. Termasuk ke sejumlah destinasi wisata di Jatim Park. Dia merasakan sendiri sejuknya kota apel ini. Begitu pula dengan tourisme culture yang ditunjukkan warganya. Dari situlah, Kemenparekraf memberi penghargaan Kota Batu sebagai Kota Favorit Berbulan Madu.

Jauh sebelum Sandiaga terpesona dengan Kota Batu, tepatnya tahun 1942, Presiden RI Pertama Ir Soekarno pun lebih dulu terpikat dengan kota ini. Jejak ”pelesiran” Bung Karno selama 15 hari di Kota Batu masih terpatri hingga kini. Tepatnya di kamar 47 Vila Bima Sakti, Kompleks Taman Wisata Selecta, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Dari jendela kamar yang menghadap Gunung Arjuno itulah, Soekarno menikmati indahnya panorama alam. Di tengah menahan dinginnya udara itu pula, Sang Proklamator merumuskan sejumlah putusan negara yang sangat penting. ”Kenang-kenangan pada Selecta tetap hidup dalam ingatan. Bukan karena tamasja jang indah, tetap djuga karena di Selecta itu beberapa putusan penting mengenai perdjoeangan negara telah saja ambil,” tulis Bung Karno dengan tata bahasa lama yang diabadikan dalam prasasti di Vila Bima Sakti.

Kalau Bung Karno saja pada 1942 sudah memuji kemolekan Kota Batu, maka tak heran jika kini wisata di kota ini telah menjadi jujugan wisatawan se-antero negeri. Bahkan puncak kunjungan wisata sampai menembus angka 7 juta. Itu terjadi pada tahun 2019. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata begitu meroket. Hingga total PAD Kota Batu menembus Rp183.717.261.619. Maka, tak salah ketika kota ini mem-branding dirinya dengan Kota Wisata Batu. Bisa dibilang saat ini, 60 persen warga Kota Batu bergantung pada pariwisata. Mereka bergerak mulai dari pelaku wisata, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), maupun usaha transportasi.

”Badai” Covid-19 memang membuat pariwisata Kota Batu terpuruk. Namun itu tak menyurutkan semangat para pelaku wisata terus berkreasi. Selama ada aturan penutupan tempat wisata, para pengelola memanfaatkan untuk berbenah. Masing-masing memermak destinasi wisatanya demi menyambut gelombang kunjungan wisatawan. Bukan hanya wisata buatan yang kini sudah siap menyambut wisatawan, Pemkot Batu juga menggeber berdirinya sejumlah desa wisata. Di sejumlah desa, sudah banyak lokasi instagramable yang menawarkan kemolekan alam. Masing-masing pengelola desa wisata menggaransi para wisatawan bakal betah berlama-lama di Kota Batu.

Di sisi kuliner, kafe-kafe tematik semakin menjamur. Wisatawan tinggal pilih menu dan tempat. Kota Batu banyak menawarkan variasi kafe bernuansa pegunungan, persawahan, hingga kafe di tengah hutan.

Seiring dengan mulai longgarnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Kota Batu sudah welcome dengan kunjungan wisatawan. Warga Kota Batu pun sudah harus menyambut ramah kehadiran wisatawan. Mereka adalah ”pundi-pundi uang” yang harus mendapat layanan maksimal. Jangan sampai wisatawan dibuat kapok. Sebaliknya, segenap warga Kota Batu harus mampu membuat image ke wisatawan: Belum Berwisata Kalau Belum ke Kota Batu. Dengan image ini, wisatawan akan memberikan rekomendasi ke yang lain untuk menghabiskan waktu liburan di kota ini. (abm/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/