alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

14 Pedagang di Payung Batu Mulai Dievakuasi

KOTA BATU – Hari ini (18/2), sebanyak 14 pedagang di kawasan Jalan Brigjen Manan (Payung I), Songgokerto, Kecamatan Batu mulai dievakuasi. Hal ini sesuai dengan arahan dan kesepakatan dalam sosialisasi dan evakuasi warga terdampak di area retakan Payung I, Rabu (17/2).

“Sesuai arahan pemerintah kondisinya membahayakan. Nggak apa-apa kami nggak jualan untuk sementara waktu,” kata Pengawas Paguyuban Pedagang Payung Kota Batu Joko Utomo, Kamis (18/2).

Ia mengatakan, selama tidak berjualan, Pemkot Batu memberikan bantuan sembako kepada para pedagang. Joko sendiri memilih untuk berjualan bunga di rumah selama proses menunggu perbaikan.

“Mudah-mudahan proses perbaikannya bisa selesai cepat,” harap dia.

Selama proses evakuasi yang dijadwalkan pada hari ini dan besok, warga akan disediakan sarana transportasi oleh pemerintah. Sarana ditunjukkan agar bisa membantu memindahkan barang-barang yang berada di warung.

Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengatakan, pihaknya bersama sejumlah instansi pemerintahan telah melakukan sosialisasi evakuasi dan penyelamatan kepada warga atau pedagang di kawasan Payung, Rabu (17/2) kemarin.

Warga juga sudah mendapatkan informasi mengenai penanganan yang akan dilaksanakan instansi terkait. Upaya-upaya tersebut setidaknya akan dilaksanakan dalam waktu satu bulan.

Ada 14 warung yang terdampak tanah ambles di Payung I. 12 di antaranya merupakan warga Batu dan Pujon yang memiliki rumah. Sementara dua warung lainnya, pemilik diketahui tidak memiliki rumah. Pada kesehariannya, warung tersebut dijadikan sebagai tempat tinggal. Warga yang memiliki rumah, untuk sementara waktu bisa kembali ke rumah masing-masing.

“Bagi yang tak punya rumah untuk mengungsi, untuk sementara waktu disediakan tempat tinggal di Posko BPBD Punten. Jumlahnya ada tujuh orang,” ungkapnya.

Pewarta: Imam N

KOTA BATU – Hari ini (18/2), sebanyak 14 pedagang di kawasan Jalan Brigjen Manan (Payung I), Songgokerto, Kecamatan Batu mulai dievakuasi. Hal ini sesuai dengan arahan dan kesepakatan dalam sosialisasi dan evakuasi warga terdampak di area retakan Payung I, Rabu (17/2).

“Sesuai arahan pemerintah kondisinya membahayakan. Nggak apa-apa kami nggak jualan untuk sementara waktu,” kata Pengawas Paguyuban Pedagang Payung Kota Batu Joko Utomo, Kamis (18/2).

Ia mengatakan, selama tidak berjualan, Pemkot Batu memberikan bantuan sembako kepada para pedagang. Joko sendiri memilih untuk berjualan bunga di rumah selama proses menunggu perbaikan.

“Mudah-mudahan proses perbaikannya bisa selesai cepat,” harap dia.

Selama proses evakuasi yang dijadwalkan pada hari ini dan besok, warga akan disediakan sarana transportasi oleh pemerintah. Sarana ditunjukkan agar bisa membantu memindahkan barang-barang yang berada di warung.

Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengatakan, pihaknya bersama sejumlah instansi pemerintahan telah melakukan sosialisasi evakuasi dan penyelamatan kepada warga atau pedagang di kawasan Payung, Rabu (17/2) kemarin.

Warga juga sudah mendapatkan informasi mengenai penanganan yang akan dilaksanakan instansi terkait. Upaya-upaya tersebut setidaknya akan dilaksanakan dalam waktu satu bulan.

Ada 14 warung yang terdampak tanah ambles di Payung I. 12 di antaranya merupakan warga Batu dan Pujon yang memiliki rumah. Sementara dua warung lainnya, pemilik diketahui tidak memiliki rumah. Pada kesehariannya, warung tersebut dijadikan sebagai tempat tinggal. Warga yang memiliki rumah, untuk sementara waktu bisa kembali ke rumah masing-masing.

“Bagi yang tak punya rumah untuk mengungsi, untuk sementara waktu disediakan tempat tinggal di Posko BPBD Punten. Jumlahnya ada tujuh orang,” ungkapnya.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/