alexametrics
21.1 C
Malang
Monday, 20 September 2021

Sudah Promo di Medsos, Penjualan Hewan Kurban Masih Seret Juga

KOTA BATU – Berbagai cara dilakukan Abror, salah seorang pedagang hewan kurban Kota Batu agar dagangannya laku. Tak sekadar menjajakan di pinggir jalan, dia juga memanfaatkan medsos (media sosial) untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli.

Namun di tengah kepungan pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, hasil ikhtiarnya belum mengembirakan. “H-3 Idul Adha biasanya sudah banyak yang beli, tahun ini sepi sekali, berbeda dari sebelumnya,” ujar Abror. Setelah 10 hari berjualan, hingga saat ini baru 11 ekor kambingnya yang laku.

Padahal, dirinya sudah berusaha mempromosikan hewan kurbannya melalui akun sosial media miliknya. Mulai dari Facebook, WhatsApp, hingga Instagram, namun hasilnya masih nihil. “Tetap saja peminatnya berkurang. PPKM Darurat ini juga ngaruh, biasanya banyak orang lewat lalu-lalang depan sini, sekarang pandemi di mana-mana ditutup jadi jalanan makin sepi,” tambahnya.

Dari 48 kambing yang diperjualbelikan, saat ini masih laku 11 kambing saja. Tentu seretnya penjualan ini sangat berpengaruh baginya. Jika di tahun-tahun sebelumnya, dirinya juga berjualan sapi, namun kali ini tidak berani mengambil resiko besar.

“Tahun lalu juga jualan sapi, kambing bisa laku 100 ekor lebih, tahun ini sepi sudah beda dari tahun sebelumnya,” katanya.

Pewarta: Roisyatul Mufidah (CJ3)

KOTA BATU – Berbagai cara dilakukan Abror, salah seorang pedagang hewan kurban Kota Batu agar dagangannya laku. Tak sekadar menjajakan di pinggir jalan, dia juga memanfaatkan medsos (media sosial) untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli.

Namun di tengah kepungan pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, hasil ikhtiarnya belum mengembirakan. “H-3 Idul Adha biasanya sudah banyak yang beli, tahun ini sepi sekali, berbeda dari sebelumnya,” ujar Abror. Setelah 10 hari berjualan, hingga saat ini baru 11 ekor kambingnya yang laku.

Padahal, dirinya sudah berusaha mempromosikan hewan kurbannya melalui akun sosial media miliknya. Mulai dari Facebook, WhatsApp, hingga Instagram, namun hasilnya masih nihil. “Tetap saja peminatnya berkurang. PPKM Darurat ini juga ngaruh, biasanya banyak orang lewat lalu-lalang depan sini, sekarang pandemi di mana-mana ditutup jadi jalanan makin sepi,” tambahnya.

Dari 48 kambing yang diperjualbelikan, saat ini masih laku 11 kambing saja. Tentu seretnya penjualan ini sangat berpengaruh baginya. Jika di tahun-tahun sebelumnya, dirinya juga berjualan sapi, namun kali ini tidak berani mengambil resiko besar.

“Tahun lalu juga jualan sapi, kambing bisa laku 100 ekor lebih, tahun ini sepi sudah beda dari tahun sebelumnya,” katanya.

Pewarta: Roisyatul Mufidah (CJ3)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru