alexametrics
21.4 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Hiburan Wayang Kulit Virtual Meriahkan HUT Kota Batu

KOTA BATU – Rangkaian acara ulang tahun ke-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Batu terus berlangsung sampai Sabtu (17/10) malam. Hiburan rakyat berupa wayang kulit digelar virtual untuk pemenuhan protokol kesehatan.

Tamu laki-laki yang datang di acara pertunjukan wayang kulit memakai udeng khas batu dan berpakaian batik. Peraturan kesehatan diterapkan di tengah pandemi Covid–19, seperti pemakaian masker dan menjaga jarak.

Dalang yang dipercaya membawakan pementasan di rumah dinas wali kota tersebut adalah Afrian Syahputra. “Untuk pertama kalinya saya mengisi acara HUT Kota Batu. Sebelumnya pernah mengisi acara pemkot, tapi tidak sebangga ini,” ucap pria berumur 25 tahun itu.

Pergelaran wayang kulit malam itu menampilkan cerita tentang eyang Semar yang menjadi dayang nusantara dan membersihkan wabah yang ada. Cerita tersebut diangkat lantaran pandemi yang kini juga menyerang tanah air.

Afrian mengaku, berbagai persiapan khusus dilakukan sebelum pementasan. Seperti berdoa pada leluhur terdahulu yang ada di sekitaran wilayah Pesanggrahan, Batu. Ia berharap dengan wayang, bisa menyampaikan pesan tersirat yang bisa tersampaikan pada penonton. “Dengan kesenian Batu juga pasti punya daya tarik tersendiri untuk wisatawan,” kata dalang yang memulai karirnya sejak duduk di bangku SMP ini.

Tujuh belas pemain musik dan lima sinden turut berpatisipasi di dalamnya. Tembang khas Jawa Timuran ikut dinyanyikan mengiringi acara tradisional tersebut. Nyanyian yang berisi tentang pentingnya penghijauan untuk perawatan alam semestakarya Ki Narto Sabdo, menjadi contohnya. Pentas yang dihadiri oleh wali kota, wakil wali kota, ketua DPRD, dan para kepala bidang ini berjalan dengan meriah dan tertib.

Ketua DPRD Kota Batu Asmadi juga menjelaskan alasan pemilihan wayang kulit sebagai acara hiburan ulang tahun yang kali ini bertajuk “Batu Aman dan Produktif Mewujudkan Desa Berdaya dan Kota Berjaya” tersebut.

“Wayang dipilih sebagai wadah seniman agar bisa tetap eksis. Dilakukan secara virtual untuk memperhatikan protokol dan tetap bisa menjadi hiburan masyarakat umum,” terangnya.

Selain wayang kulit, tumpeng among tani juga dihadirkan sebagai keistimewaan pergelaran. Tumpeng ini memiliki sepuluh bagian yang tersirat filosofi di masing-masingnya. Contohnya, dawet rujak legi dengan wadah antaboga. Mempunyai arti banyaknya keinginan dan harapan masyarakat Kota Batu untuk mewujudkan Tata Titi Tentrem Kerta Raharjo.

Dewan Kesenian Kota Batu Fuad Dwiyono mengatakan, makna di dalam tumpeng agung yakni permohonan dan meletakan diri serendah–rendahnya di hadapan Tuhan. Acara tersebut dimulai dari pukul 19.00 sampai 23.59 WIB, sesuai dengan arahan pemerintah yang berpatokan peraturan protokol kesehatan.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

KOTA BATU – Rangkaian acara ulang tahun ke-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Batu terus berlangsung sampai Sabtu (17/10) malam. Hiburan rakyat berupa wayang kulit digelar virtual untuk pemenuhan protokol kesehatan.

Tamu laki-laki yang datang di acara pertunjukan wayang kulit memakai udeng khas batu dan berpakaian batik. Peraturan kesehatan diterapkan di tengah pandemi Covid–19, seperti pemakaian masker dan menjaga jarak.

Dalang yang dipercaya membawakan pementasan di rumah dinas wali kota tersebut adalah Afrian Syahputra. “Untuk pertama kalinya saya mengisi acara HUT Kota Batu. Sebelumnya pernah mengisi acara pemkot, tapi tidak sebangga ini,” ucap pria berumur 25 tahun itu.

Pergelaran wayang kulit malam itu menampilkan cerita tentang eyang Semar yang menjadi dayang nusantara dan membersihkan wabah yang ada. Cerita tersebut diangkat lantaran pandemi yang kini juga menyerang tanah air.

Afrian mengaku, berbagai persiapan khusus dilakukan sebelum pementasan. Seperti berdoa pada leluhur terdahulu yang ada di sekitaran wilayah Pesanggrahan, Batu. Ia berharap dengan wayang, bisa menyampaikan pesan tersirat yang bisa tersampaikan pada penonton. “Dengan kesenian Batu juga pasti punya daya tarik tersendiri untuk wisatawan,” kata dalang yang memulai karirnya sejak duduk di bangku SMP ini.

Tujuh belas pemain musik dan lima sinden turut berpatisipasi di dalamnya. Tembang khas Jawa Timuran ikut dinyanyikan mengiringi acara tradisional tersebut. Nyanyian yang berisi tentang pentingnya penghijauan untuk perawatan alam semestakarya Ki Narto Sabdo, menjadi contohnya. Pentas yang dihadiri oleh wali kota, wakil wali kota, ketua DPRD, dan para kepala bidang ini berjalan dengan meriah dan tertib.

Ketua DPRD Kota Batu Asmadi juga menjelaskan alasan pemilihan wayang kulit sebagai acara hiburan ulang tahun yang kali ini bertajuk “Batu Aman dan Produktif Mewujudkan Desa Berdaya dan Kota Berjaya” tersebut.

“Wayang dipilih sebagai wadah seniman agar bisa tetap eksis. Dilakukan secara virtual untuk memperhatikan protokol dan tetap bisa menjadi hiburan masyarakat umum,” terangnya.

Selain wayang kulit, tumpeng among tani juga dihadirkan sebagai keistimewaan pergelaran. Tumpeng ini memiliki sepuluh bagian yang tersirat filosofi di masing-masingnya. Contohnya, dawet rujak legi dengan wadah antaboga. Mempunyai arti banyaknya keinginan dan harapan masyarakat Kota Batu untuk mewujudkan Tata Titi Tentrem Kerta Raharjo.

Dewan Kesenian Kota Batu Fuad Dwiyono mengatakan, makna di dalam tumpeng agung yakni permohonan dan meletakan diri serendah–rendahnya di hadapan Tuhan. Acara tersebut dimulai dari pukul 19.00 sampai 23.59 WIB, sesuai dengan arahan pemerintah yang berpatokan peraturan protokol kesehatan.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/