alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

BPBD Fokus Perhatikan Kebutuhan Rehabilitasi dan Rekonstruksi

KOTA BATU – Hampir dua pekan pascabanjir bandang 4 November lalu, jumlah total kerugian belum bisa dipastikan. Pendataan kerusakan bangunan dan fasilitas umum masih terus dilakukan. Setiap hari data kerusakan akibat banjir tersebut berubah.

Hingga Senin (15/11) lalu misalnya, BPBD Kota Batu mencatat sebanyak 81 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Sementara itu, sebanyak 31 unit rumah yang rusak sudah divalidasi dan diklasifikasi. Selain itu juga tercatat kerugian dan kehilangan aset sebanyak 27 aset. BPBD juga mencatat terdapat 5 tempat usaha yang mengalami kerusakan.

Koordinator Relawan BPBD Kota Batu Sudirwito mengatakan, kerusakan infrastruktur masih dalam tahap pendataan. Sehingga total kerugian akibat banjir badang belum dapat disimpulkan secara final. Dia menambahkan, beberapa pipa saluran air HIPPAM dan PDAM terputus, saluran irigasi, pintu air, dam, dinding penahan dan talang air masih dalam proses pendataan. “Untuk data kerusakan masih dalam proses verifikasi dan validasi ulang,” ujarnya.

Sampai sekarang, BPBD masih terus melakukan pembersihan material pasca banjir bandang di daerah terdampak. Mendistribusikan air bersih dan melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pada sektor perumahan dan permukiman, infrastruktur publik, ekonomi produktif, dan sektor sosial.

“Upaya yang dilakukan sampai hari ini melakukan pendataan kebutuhan terkait logistik, pendataan kerusakan bangunan dan fasilitas umum,” tambahnya.

Saat wartawan koran ini menanyakan rekonstruksi pada sektor perumahan dan permukiman, dia enggan berkomentar. Dirinya mengaku belum mendapatkan data valid terkait relokasi dan pembangunan kembali rumah warga yang terdampak banjir. (cj5/lid)

KOTA BATU – Hampir dua pekan pascabanjir bandang 4 November lalu, jumlah total kerugian belum bisa dipastikan. Pendataan kerusakan bangunan dan fasilitas umum masih terus dilakukan. Setiap hari data kerusakan akibat banjir tersebut berubah.

Hingga Senin (15/11) lalu misalnya, BPBD Kota Batu mencatat sebanyak 81 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Sementara itu, sebanyak 31 unit rumah yang rusak sudah divalidasi dan diklasifikasi. Selain itu juga tercatat kerugian dan kehilangan aset sebanyak 27 aset. BPBD juga mencatat terdapat 5 tempat usaha yang mengalami kerusakan.

Koordinator Relawan BPBD Kota Batu Sudirwito mengatakan, kerusakan infrastruktur masih dalam tahap pendataan. Sehingga total kerugian akibat banjir badang belum dapat disimpulkan secara final. Dia menambahkan, beberapa pipa saluran air HIPPAM dan PDAM terputus, saluran irigasi, pintu air, dam, dinding penahan dan talang air masih dalam proses pendataan. “Untuk data kerusakan masih dalam proses verifikasi dan validasi ulang,” ujarnya.

Sampai sekarang, BPBD masih terus melakukan pembersihan material pasca banjir bandang di daerah terdampak. Mendistribusikan air bersih dan melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pada sektor perumahan dan permukiman, infrastruktur publik, ekonomi produktif, dan sektor sosial.

“Upaya yang dilakukan sampai hari ini melakukan pendataan kebutuhan terkait logistik, pendataan kerusakan bangunan dan fasilitas umum,” tambahnya.

Saat wartawan koran ini menanyakan rekonstruksi pada sektor perumahan dan permukiman, dia enggan berkomentar. Dirinya mengaku belum mendapatkan data valid terkait relokasi dan pembangunan kembali rumah warga yang terdampak banjir. (cj5/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/