alexametrics
22.5 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Pekan Depan, Relokasi Pasar Batu Ditargetkan Rampung

KOTA BATU – Pembangunan Pasar Besar Kota Batu semakin dekat dengan realisasi. Pasca relokasi pedagang Pasar Pagi dan Pasar Buah tuntas, relokasi pedagang di pasar induk ditargetkan tuntas dalam sepekan ini.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, progres relokasi pemindahan pedagang ke tempat relokasi sementara sudah dilakukan 2 tahap. Yang pertama, yakni relokasi pedagang Pasar Pagi di Stadion Brantas yang disusul pedagang Pasar Buah direlokasi ke Pasar Sayur.

Tahap berikutnya, lanjut Dewanti, ketika tempat relokasi yang diperuntukkan bagi para pedagang sudah selesai, maka dalam pekan ini relokasi pedagang di pasar induk ditargetkan rampung. “Dalam seminggu ini kita harus merelokasi semuanya,” tegas Dewanti.

Menurut dia, perubahan untuk perbaikan tentunya memang membutuhkan pengorbanan. Termasuk, adanya keluhan-keluhan para kuli atau jukir. “Jadi ketika para kuli tidak bisa di tempat yang lama, kemungkinan di tempat baru akan bisa. Kita harus beradaptasi,” katanya.

Pihaknya tentu akan membicarakannya lebih lanjut dengan Dinas Perhubungan Kota Batu. Yang jelas, banyak kemungkinan yang bisa terjadi. “Misalnya mereka harus mempunyai pemikiran untuk bekerja di tempat lain atau di sektor lainnya, kalau memang di tempat baru tidak bisa dapat penghasilan,” pungkasnya.

Sementara itu, beberapa jukir, kuli panggul, ojek, dan penjaga kamar mandi harus gigit jari karena terjadinya jumlah penurunan kunjungan ke Pasar Besar Batu.

Salah satu tukang ojek konvensional di kawasan Pasar Batu Sunaryo mengatakan, pihaknya memang merasakan penurunan pendapatan sejak pedagang Pasar Pagi dipindah. “Biasanya kami mengantarkan 3-4 pedagang pasar pagi,” ungkapnya.

Namun, sejak pedagang pindah ke relokasi, kini pekerjaannya itu tidak lagi bisa meng-cover kebutuhan sehari-harinya.

Selain itu, salah satu jukir di kawasan Pasar Besar Batu Priyadi juga mengakui bila terjadi penurunan kunjungan sejak pedagang Pasar Pagi pindah di kawasan Stadion Brantas. “Penurunan ini bahkan sampai 50 persen, ini kami jadi kebingungan,” keluhnya.

Namun, dia menyampaikan akan tetap bertahan sampai Pasar Besar Kota Batu benar-benar direvitalisasi. “Hitungan hari menuju kehilangan pekerjaan. Karena tidak mungkin jukir sini ikut pindah ke sana,” pungkasnya. (ulf/lid)

KOTA BATU – Pembangunan Pasar Besar Kota Batu semakin dekat dengan realisasi. Pasca relokasi pedagang Pasar Pagi dan Pasar Buah tuntas, relokasi pedagang di pasar induk ditargetkan tuntas dalam sepekan ini.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, progres relokasi pemindahan pedagang ke tempat relokasi sementara sudah dilakukan 2 tahap. Yang pertama, yakni relokasi pedagang Pasar Pagi di Stadion Brantas yang disusul pedagang Pasar Buah direlokasi ke Pasar Sayur.

Tahap berikutnya, lanjut Dewanti, ketika tempat relokasi yang diperuntukkan bagi para pedagang sudah selesai, maka dalam pekan ini relokasi pedagang di pasar induk ditargetkan rampung. “Dalam seminggu ini kita harus merelokasi semuanya,” tegas Dewanti.

Menurut dia, perubahan untuk perbaikan tentunya memang membutuhkan pengorbanan. Termasuk, adanya keluhan-keluhan para kuli atau jukir. “Jadi ketika para kuli tidak bisa di tempat yang lama, kemungkinan di tempat baru akan bisa. Kita harus beradaptasi,” katanya.

Pihaknya tentu akan membicarakannya lebih lanjut dengan Dinas Perhubungan Kota Batu. Yang jelas, banyak kemungkinan yang bisa terjadi. “Misalnya mereka harus mempunyai pemikiran untuk bekerja di tempat lain atau di sektor lainnya, kalau memang di tempat baru tidak bisa dapat penghasilan,” pungkasnya.

Sementara itu, beberapa jukir, kuli panggul, ojek, dan penjaga kamar mandi harus gigit jari karena terjadinya jumlah penurunan kunjungan ke Pasar Besar Batu.

Salah satu tukang ojek konvensional di kawasan Pasar Batu Sunaryo mengatakan, pihaknya memang merasakan penurunan pendapatan sejak pedagang Pasar Pagi dipindah. “Biasanya kami mengantarkan 3-4 pedagang pasar pagi,” ungkapnya.

Namun, sejak pedagang pindah ke relokasi, kini pekerjaannya itu tidak lagi bisa meng-cover kebutuhan sehari-harinya.

Selain itu, salah satu jukir di kawasan Pasar Besar Batu Priyadi juga mengakui bila terjadi penurunan kunjungan sejak pedagang Pasar Pagi pindah di kawasan Stadion Brantas. “Penurunan ini bahkan sampai 50 persen, ini kami jadi kebingungan,” keluhnya.

Namun, dia menyampaikan akan tetap bertahan sampai Pasar Besar Kota Batu benar-benar direvitalisasi. “Hitungan hari menuju kehilangan pekerjaan. Karena tidak mungkin jukir sini ikut pindah ke sana,” pungkasnya. (ulf/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/