alexametrics
29C
Malang
Saturday, 6 March 2021

Evakuasi Warga di Payung Kota Batu Usai, BPBD Fokus Antisipasi Dini

KOTA BATU – Jumat (19/2) siang, sebanyak 14 pedagang di Jalan Brigjen Manan (Payung I), Songgokerto, Kecamatan Batu sudah tak beraktivitas lagi di lokasi tanah ambles. Sejak kemarin, para pedagang telah mengosongkan lapak untuk menghindari risiko tanah longsor.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim menyampaikan, para pedagang mengungsikan harta benda dengan bantuan kendaraan dari BPBD. Dari 14 pedagang, dua diantaranya tak memiliki tempat tinggal alternatif sehingga untuk sementara dua pemilik lapak akan tinggal di pos BPBD Kota Batu.

“Sesuai kesepakatan awal, hari ini memang sudah harus mengosongkan tempat jualannya,” kata pria yang bekerja di Pemkot Batu sejak tahun 2005 ini, Jumat (19/2).

Lebih lanjut, Pemkot Batu tetap akan memberikan bantuan sembako kepada pedagang terdampak tersebut. Bantuan akan diberikan selama para pedagang diliburkan pada periode penanganan tanah ambles.

Dia menjelaskan, tim gabungan dari BPBD, PUPR dan Dishub Kota Batu serta dari Provinsi Jatim tetap melakukan pantauan di lokasi. Hal ini dilakukan agar bisa melakukan antisipasi dini jika terjadi bencana.

“Di lokasi tetap ada personel yang mantau kondisi retakan,” jelas dia.

Seperti diketahui, Pemkot Batu dan Provinsi Jatim saat ini sedang berupaya untuk mengatasi bencana tersebut. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai penanganan jangka pendek berupa pengaspalan, normalisasi drainase hingga mengevakuasi pemilik warung di sepanjang area terdampak retakan.

Pewarta: Imam N

KOTA BATU – Jumat (19/2) siang, sebanyak 14 pedagang di Jalan Brigjen Manan (Payung I), Songgokerto, Kecamatan Batu sudah tak beraktivitas lagi di lokasi tanah ambles. Sejak kemarin, para pedagang telah mengosongkan lapak untuk menghindari risiko tanah longsor.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim menyampaikan, para pedagang mengungsikan harta benda dengan bantuan kendaraan dari BPBD. Dari 14 pedagang, dua diantaranya tak memiliki tempat tinggal alternatif sehingga untuk sementara dua pemilik lapak akan tinggal di pos BPBD Kota Batu.

“Sesuai kesepakatan awal, hari ini memang sudah harus mengosongkan tempat jualannya,” kata pria yang bekerja di Pemkot Batu sejak tahun 2005 ini, Jumat (19/2).

Lebih lanjut, Pemkot Batu tetap akan memberikan bantuan sembako kepada pedagang terdampak tersebut. Bantuan akan diberikan selama para pedagang diliburkan pada periode penanganan tanah ambles.

Dia menjelaskan, tim gabungan dari BPBD, PUPR dan Dishub Kota Batu serta dari Provinsi Jatim tetap melakukan pantauan di lokasi. Hal ini dilakukan agar bisa melakukan antisipasi dini jika terjadi bencana.

“Di lokasi tetap ada personel yang mantau kondisi retakan,” jelas dia.

Seperti diketahui, Pemkot Batu dan Provinsi Jatim saat ini sedang berupaya untuk mengatasi bencana tersebut. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai penanganan jangka pendek berupa pengaspalan, normalisasi drainase hingga mengevakuasi pemilik warung di sepanjang area terdampak retakan.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru