alexametrics
22.5 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Penanganan Covid-19 di Kota Batu Telan Rp 102 Miliar

KOTA BATU— Penanganan Covid-19 di Kota Batu tahun lalu menelan anggaran  hingga Rp 102 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBD dan hasil refocusing yang dilakukan Pemkot Batu.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyatakan, dari total anggaran penanganan Covid-19 tersebut, sebanyak Rp 60 miliar tersedot untuk jaring pengamanan sosial. Sebanyak Rp 40,1 miliar lainnya untuk bidang kesehatan. Sementara Rp 1,9 miliar untuk bidang keamanan dan operasional. ”Refocusing anggaran tahun lalu sampai Rp 102 miliar,” kata politikus PDIP ini.

Dia menjelaskan, hingga saat ini masih ada sekitar 16 kasus aktif Covid-19. Sedangkan, angka kesembuhan mencapai sekitar 90 persen. ”Angka kematian di Batu masih relatif tinggi. Karena masyarakat ke rumah sakit ketika sudah parah. Akhirnya nggak bisa tertolong,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batu Asmadi menyampaikan, penanganan Covid-19 harus tetap menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Baik untuk tahun berjalan maupun berikutnya.
Selain itu, dia juga berpesan agar anggaran recofusing benar-benar digunakan untuk penanganan Covid-19. ”Penyaluran dana Covid-19, terutama untuk Bansos harus diawasi dan dipantau dengan teliti agar tidak terjadi penyelewengan,” terangnya.

Seperti diketahui, dalam rapat evaluasi Pemprov Jatim tentang penanganan Covid-19 beberapa hari lalu, di Kota Batu masih ada sekitar 21 RT yang masuk zona kuning. Sehingga, Pemprov Jatim meminta agar RT ini bisa menjadi hijau pada PPKM mikro III ini.

Kategori wilayah masuk zona hijau jika tidak ada kasus Covid-19. Sementara zona kuning jika ada satu sampai lima rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT, zona oranye jika ada enam sampai sepuluh rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT. Sedangkan zona merah jika ada lebih dari sepuluh rumah dengan konfirmasi positif dalam satu RT dalam tujuh hari terakhir.

Pewarta: Imam

KOTA BATU— Penanganan Covid-19 di Kota Batu tahun lalu menelan anggaran  hingga Rp 102 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBD dan hasil refocusing yang dilakukan Pemkot Batu.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyatakan, dari total anggaran penanganan Covid-19 tersebut, sebanyak Rp 60 miliar tersedot untuk jaring pengamanan sosial. Sebanyak Rp 40,1 miliar lainnya untuk bidang kesehatan. Sementara Rp 1,9 miliar untuk bidang keamanan dan operasional. ”Refocusing anggaran tahun lalu sampai Rp 102 miliar,” kata politikus PDIP ini.

Dia menjelaskan, hingga saat ini masih ada sekitar 16 kasus aktif Covid-19. Sedangkan, angka kesembuhan mencapai sekitar 90 persen. ”Angka kematian di Batu masih relatif tinggi. Karena masyarakat ke rumah sakit ketika sudah parah. Akhirnya nggak bisa tertolong,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batu Asmadi menyampaikan, penanganan Covid-19 harus tetap menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Baik untuk tahun berjalan maupun berikutnya.
Selain itu, dia juga berpesan agar anggaran recofusing benar-benar digunakan untuk penanganan Covid-19. ”Penyaluran dana Covid-19, terutama untuk Bansos harus diawasi dan dipantau dengan teliti agar tidak terjadi penyelewengan,” terangnya.

Seperti diketahui, dalam rapat evaluasi Pemprov Jatim tentang penanganan Covid-19 beberapa hari lalu, di Kota Batu masih ada sekitar 21 RT yang masuk zona kuning. Sehingga, Pemprov Jatim meminta agar RT ini bisa menjadi hijau pada PPKM mikro III ini.

Kategori wilayah masuk zona hijau jika tidak ada kasus Covid-19. Sementara zona kuning jika ada satu sampai lima rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT, zona oranye jika ada enam sampai sepuluh rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT. Sedangkan zona merah jika ada lebih dari sepuluh rumah dengan konfirmasi positif dalam satu RT dalam tujuh hari terakhir.

Pewarta: Imam

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/