alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Apindo Kota Batu Tak Siap Naikkan UMK 2021, Tapi…

KOTA BATU – Kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) 2021 saat ini tengah menjadi pembahasan di Kota batu. Baik Apindo maupun SPSI enggan memaparkan besaran UMK 2021 yang diinginkan.

”Kami baru melakukan beberapa kali survei KHL dan masih mau dimeeting-kan lagi Rabu mendatang (21/10). Jadi untuk sekarang belum ada keputusan,” ungkap Sekretaris 2 Apindo Kota Batu Nur Asmaidarani saat dikonfirmasi kemarin.

Perempuan yang akrab disapa Meida tersebut mengatakan, Dewan Pengupahan Nasional sudah memberikan informasi terkait sikap Apindo pusat. Tapi pihaknya tidak boleh mendahului, lantaran daerah juga mempunyai kebijakan masing-masing terkait besaran UMK.

Menurut dia, kemungkinan tidak ada penurunan UMK di 2021. Hal itu melihat inflasi di 2019 ke 2020 ini tidak ada perubahan, yang mana inflasi 3 persen dan pertumbuhan ekonomi 5 persen di Kota Batu. ”Jadi kemungkinan angka UMK 2021 akan tetap sama (UMK 2020). Di sisi lain, kami juga akan tetap berusaha mempertahankan agar tidak turun, sehingga antara pengusaha dan pekerja bisa sama-sama enak,” paparnya.

Seperti diketahui, UMK 2020 Kota Batu Rp 2.794.801. Jika tidak ada kenaikan, maka UMK 2021 untuk Kota Batu Rp 2.794.801 ”Survei terakhir pada September lalu, harga sembako masih fluktuatif,” tutupnya.

Berbeda dengan Apindo Kota Batu, Ketua SPSI Kota Batu Purtomo mengatakan, untuk UMK 2021 diharapkan tetap naik meski ada pandemi Covid-19. ”Dari pusat sudah diumumkan, kami dari daerah juga menyatakan sikap bahwa UMK 2021 diharapkan tetap naik,” tegasnya.
Menurut dia, pandemi bukan menjadi alasan untuk menurunkan UMK 2021.

”Karena setiap tahunnya selalu naik. Jadi kalau misalnya turun karena pandemi akan terjadi permasahan yang krusial,” terang ayah 5 anak itu.

Di sisi lain, pihaknya juga sudah melakukan beberapa kali survei kehidupan layak (KHL). Menurut kacamata SPSI, harga sembako masih standar. ”Sehingga dari situ bisa menjadi barometer, karena harga pasar merupakan hasil yang harus diolah dan digodok sebagai acuan UMK 2021,” terangnya.

Pewarta: Ulfa Afrian

KOTA BATU – Kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) 2021 saat ini tengah menjadi pembahasan di Kota batu. Baik Apindo maupun SPSI enggan memaparkan besaran UMK 2021 yang diinginkan.

”Kami baru melakukan beberapa kali survei KHL dan masih mau dimeeting-kan lagi Rabu mendatang (21/10). Jadi untuk sekarang belum ada keputusan,” ungkap Sekretaris 2 Apindo Kota Batu Nur Asmaidarani saat dikonfirmasi kemarin.

Perempuan yang akrab disapa Meida tersebut mengatakan, Dewan Pengupahan Nasional sudah memberikan informasi terkait sikap Apindo pusat. Tapi pihaknya tidak boleh mendahului, lantaran daerah juga mempunyai kebijakan masing-masing terkait besaran UMK.

Menurut dia, kemungkinan tidak ada penurunan UMK di 2021. Hal itu melihat inflasi di 2019 ke 2020 ini tidak ada perubahan, yang mana inflasi 3 persen dan pertumbuhan ekonomi 5 persen di Kota Batu. ”Jadi kemungkinan angka UMK 2021 akan tetap sama (UMK 2020). Di sisi lain, kami juga akan tetap berusaha mempertahankan agar tidak turun, sehingga antara pengusaha dan pekerja bisa sama-sama enak,” paparnya.

Seperti diketahui, UMK 2020 Kota Batu Rp 2.794.801. Jika tidak ada kenaikan, maka UMK 2021 untuk Kota Batu Rp 2.794.801 ”Survei terakhir pada September lalu, harga sembako masih fluktuatif,” tutupnya.

Berbeda dengan Apindo Kota Batu, Ketua SPSI Kota Batu Purtomo mengatakan, untuk UMK 2021 diharapkan tetap naik meski ada pandemi Covid-19. ”Dari pusat sudah diumumkan, kami dari daerah juga menyatakan sikap bahwa UMK 2021 diharapkan tetap naik,” tegasnya.
Menurut dia, pandemi bukan menjadi alasan untuk menurunkan UMK 2021.

”Karena setiap tahunnya selalu naik. Jadi kalau misalnya turun karena pandemi akan terjadi permasahan yang krusial,” terang ayah 5 anak itu.

Di sisi lain, pihaknya juga sudah melakukan beberapa kali survei kehidupan layak (KHL). Menurut kacamata SPSI, harga sembako masih standar. ”Sehingga dari situ bisa menjadi barometer, karena harga pasar merupakan hasil yang harus diolah dan digodok sebagai acuan UMK 2021,” terangnya.

Pewarta: Ulfa Afrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/