alexametrics
30.3 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Puskesmas Junrejo Punya Program Piknik Cantik

KOTA BATU – Puskesmas se-Kota Batu memiliki program keunggulan masing-masing. Puskesmas Junrejo misalnya, memiliki 5 program unggulan. Program pertama diberi nama Piknik Cantik. Hal itu merupakan program pertemuan kader jumantik (juru pemantau jentik) yang dilaksanakan sejak tahun 2021.
Pertemuan ini tercetus karena halangan pendemi. Untuk mengoptimalkan kegiatan maka dibentuklah pertemuan kader melalui aplikasi sosial media guna tetap melakukan pemantauan jentik. Piknik Cantik fokus pada kegiatan PSN (pemberantasan sarang nyamuk). Target Piknik Cantik yaitu menyebabkan angka bebas jentik di atas 95 persen juga telah dicapai. “Saat ini rata-rata angka bebas jentik 3 desa yang dibawahi oleh Puskemas Junrejo berada di angka 95,6 persen,” kata Rahma Husyanaini, Kepala Puskesmas Junrejo. Piknik Cantik dilaksanakan tiap tribulan dengan bantuan 12 kader.
Program berikutnya yaitu Geli Mas (gerakan peduli sanitasi total berbasis masyarakat). Tujuan kegiatan untuk mendorong masyarakat desa/kelurahan menerapkan 5 pilar STBM (sanitasi total berbasis masyarakat) di wilayah Puskesmas Junrejo. Program itu didedikasikan untuk kesling atau kesehatan lingkungan. “Program ini dicetuskan karena kesadaran masyarakat belum terlalu bagus pada sanitasi. Masyarakat belum sepenuhnya mandiri. Sehingga kita buat gerakan peduli ini,” ungkap Rahma. Lebih lanjut kata dia, kedua program itu, termasuk dalam PKP (penilaian kinerja puskesmas).
Selama ini yang sudah dilakukan adalah sosialisasi 5 pilar STBM dan pendataan via Google form di desa/kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Junrejo.
Jika mengacu pada SPM (standar pelayanan minimal) terdapat program unggulan, Misi Bunting dan Pri Sowan. Kedua program tersebut sama-sama menyasar untuk kesehatan ibu hamil serta menurunkan angka stunting. Para ibu hamil akan diberikan kartu pantauan untuk mengontrol konsumsi zat besi. “Jadi para ibu hamil ini kita satukan dalam grup WA, untuk melakukan kontrol konsumsi tablet FE di jam 8 Pagi,” jelas Rahma. Perempuan asli Surabaya itu mengatakan, memang target dalam program unggulan SPM belum tercapai. Namun terjadi peningkatan setelah dicetuskannya program.
Lansia juga tak luput dari perhatian. Puskesmas Junrejo membuat program terbaru berupa layanan kurir obat yang ditujukan untuk lansia agar mendapatkan perhatian. “Para lansia yang sudah terdaftar dalam Prolanis, akan kami beri dan antar obatnya saat posyandu lansia diselenggarakan. Jadi sudah tidak ada alasan lansia tidak meminum obat karena keterlambatan pengambilan obat,” jelas dia. Pada program ini, Puskesmas Junrejo bekerja sama dengan apotek terdekat. Saat awal bulan obat para lansia sudah di-list sesuai nama dan kebutuhannya masing-masing. Namun tak semua lansia bersedia mengikuti posyandu lansia. Sehingga masih terdapat beberapa lansia yang belum tercatat dalam Puskesmas Junrejo.
Rahma juga menjelaskan bahwa seluruh program unggulan Puskesmas Junrejo dibantu oleh peran masyarakat dan kemajuan teknologi. “Saat pendemi memang gerak kita terbatas. Namun atas bantuan kader serta teknologi seperti GPS cam hal itu tetap terlaksana,” ucap Rahma. (nj1/lid)

KOTA BATU – Puskesmas se-Kota Batu memiliki program keunggulan masing-masing. Puskesmas Junrejo misalnya, memiliki 5 program unggulan. Program pertama diberi nama Piknik Cantik. Hal itu merupakan program pertemuan kader jumantik (juru pemantau jentik) yang dilaksanakan sejak tahun 2021.
Pertemuan ini tercetus karena halangan pendemi. Untuk mengoptimalkan kegiatan maka dibentuklah pertemuan kader melalui aplikasi sosial media guna tetap melakukan pemantauan jentik. Piknik Cantik fokus pada kegiatan PSN (pemberantasan sarang nyamuk). Target Piknik Cantik yaitu menyebabkan angka bebas jentik di atas 95 persen juga telah dicapai. “Saat ini rata-rata angka bebas jentik 3 desa yang dibawahi oleh Puskemas Junrejo berada di angka 95,6 persen,” kata Rahma Husyanaini, Kepala Puskesmas Junrejo. Piknik Cantik dilaksanakan tiap tribulan dengan bantuan 12 kader.
Program berikutnya yaitu Geli Mas (gerakan peduli sanitasi total berbasis masyarakat). Tujuan kegiatan untuk mendorong masyarakat desa/kelurahan menerapkan 5 pilar STBM (sanitasi total berbasis masyarakat) di wilayah Puskesmas Junrejo. Program itu didedikasikan untuk kesling atau kesehatan lingkungan. “Program ini dicetuskan karena kesadaran masyarakat belum terlalu bagus pada sanitasi. Masyarakat belum sepenuhnya mandiri. Sehingga kita buat gerakan peduli ini,” ungkap Rahma. Lebih lanjut kata dia, kedua program itu, termasuk dalam PKP (penilaian kinerja puskesmas).
Selama ini yang sudah dilakukan adalah sosialisasi 5 pilar STBM dan pendataan via Google form di desa/kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Junrejo.
Jika mengacu pada SPM (standar pelayanan minimal) terdapat program unggulan, Misi Bunting dan Pri Sowan. Kedua program tersebut sama-sama menyasar untuk kesehatan ibu hamil serta menurunkan angka stunting. Para ibu hamil akan diberikan kartu pantauan untuk mengontrol konsumsi zat besi. “Jadi para ibu hamil ini kita satukan dalam grup WA, untuk melakukan kontrol konsumsi tablet FE di jam 8 Pagi,” jelas Rahma. Perempuan asli Surabaya itu mengatakan, memang target dalam program unggulan SPM belum tercapai. Namun terjadi peningkatan setelah dicetuskannya program.
Lansia juga tak luput dari perhatian. Puskesmas Junrejo membuat program terbaru berupa layanan kurir obat yang ditujukan untuk lansia agar mendapatkan perhatian. “Para lansia yang sudah terdaftar dalam Prolanis, akan kami beri dan antar obatnya saat posyandu lansia diselenggarakan. Jadi sudah tidak ada alasan lansia tidak meminum obat karena keterlambatan pengambilan obat,” jelas dia. Pada program ini, Puskesmas Junrejo bekerja sama dengan apotek terdekat. Saat awal bulan obat para lansia sudah di-list sesuai nama dan kebutuhannya masing-masing. Namun tak semua lansia bersedia mengikuti posyandu lansia. Sehingga masih terdapat beberapa lansia yang belum tercatat dalam Puskesmas Junrejo.
Rahma juga menjelaskan bahwa seluruh program unggulan Puskesmas Junrejo dibantu oleh peran masyarakat dan kemajuan teknologi. “Saat pendemi memang gerak kita terbatas. Namun atas bantuan kader serta teknologi seperti GPS cam hal itu tetap terlaksana,” ucap Rahma. (nj1/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/