alexametrics
29C
Malang
Saturday, 6 March 2021

Sumur Pelega Dibangun di Tanah Ambles Payung 1 Kota Batu

KOTA BATU – Pemerintah Provinsi Jatim membuat empat sumur pelega untuk mengatasi kejenuhan air yang menyebabkan tanah ambles dan retakan aspal di Jalan Brigjen Manan (Payung I), Songgokerto, Batu. Pembuatan sumur ini berdasarkan rekomendasi dari hasil kajian yang dilakukan beberapa hari lalu.

Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPT PJJ Malang Kholilah menjelaskan, empat sumur pelega ini berada di dua lokasi. Tiga sumur diletakkan di sebelah timur jalan dan satu titik lainnya berada di sisi barat jalan. ”Yang di sebelah barat jalan sumurnya di sekitar musala. Kedalamannya sekitar 3,5 meter,” kata Kholilah, Sabtu (20/2).

Dia menjelaskan, fungsi dari sumur pelega ini nantinya akan menampung dan membuang air hujan. Sehingga, air tidak sampai masuk ke celah retakan tanah.

Dimana tiga sumur pelega di timur jalan atua sekitar titik retakan utama akan menampung air hujan. Lalu air dari tiga sumur pelega ini akan ditarik (dibuat) melalui sumur pelega yang berada di bagian barat jalan.

”Nariknya air dari tiga sumur pelega ini nanti lewat bawah aspal. Dan buangnya air nanti ke bagian kanan jalan,” terangnya.

Lebih lanjut, hal ini merupakan solusi jangka pendek untuk mengatasi retakan tanah di jalan tersebut. Sehingga, pihaknya berharap satu bulan pengerjaan ini sudah tuntas. ”Kami juga melakukan normalisasi got (drainase) di area retakan,” jelas dia.

Tak hanya itu, masih kata dia, timnya juga terus melakukan pemantauan di lokasi tiap harinya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini retakan tanah tersebut.

Pewarta: Imam N

KOTA BATU – Pemerintah Provinsi Jatim membuat empat sumur pelega untuk mengatasi kejenuhan air yang menyebabkan tanah ambles dan retakan aspal di Jalan Brigjen Manan (Payung I), Songgokerto, Batu. Pembuatan sumur ini berdasarkan rekomendasi dari hasil kajian yang dilakukan beberapa hari lalu.

Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPT PJJ Malang Kholilah menjelaskan, empat sumur pelega ini berada di dua lokasi. Tiga sumur diletakkan di sebelah timur jalan dan satu titik lainnya berada di sisi barat jalan. ”Yang di sebelah barat jalan sumurnya di sekitar musala. Kedalamannya sekitar 3,5 meter,” kata Kholilah, Sabtu (20/2).

Dia menjelaskan, fungsi dari sumur pelega ini nantinya akan menampung dan membuang air hujan. Sehingga, air tidak sampai masuk ke celah retakan tanah.

Dimana tiga sumur pelega di timur jalan atua sekitar titik retakan utama akan menampung air hujan. Lalu air dari tiga sumur pelega ini akan ditarik (dibuat) melalui sumur pelega yang berada di bagian barat jalan.

”Nariknya air dari tiga sumur pelega ini nanti lewat bawah aspal. Dan buangnya air nanti ke bagian kanan jalan,” terangnya.

Lebih lanjut, hal ini merupakan solusi jangka pendek untuk mengatasi retakan tanah di jalan tersebut. Sehingga, pihaknya berharap satu bulan pengerjaan ini sudah tuntas. ”Kami juga melakukan normalisasi got (drainase) di area retakan,” jelas dia.

Tak hanya itu, masih kata dia, timnya juga terus melakukan pemantauan di lokasi tiap harinya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini retakan tanah tersebut.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru