alexametrics
18.6 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Perpaduan Apik Kain Jawa Tengah dengan Tenun Kalimantan

KOTA BATU – Karya busana 15 siswa kelas XII Tata Busana SMKN 1 Kota Batu patut diapresiasi. Mereka mampu memadukan desain baju berbahan kain lurik asal Jawa Tengah dengan motif tenun khas Kalimantan menjadi busana dengan konsep ready to wear. Hasilnya pun sangat elegan dan bisa dipakai dalam berbagai kesempatan.

Hal ini seperti yang terlihat dalam event Batos Mantu yang digelar di Lippo Plaza Kota Batu, Sabtu (18/6). Karya busana mereka terlihat apik dan padu saat dikenakan oleh para model yang juga berasal dari SMKN 1.

Kepala Kompetensi Keahlian Tata Busana SMKN 1 Batu, Fatma Trisnaningsih mengatakan, proses pembuatan baju ini selama tiga minggu dan dikerjakan oleh 15 pelajar kelas XII jurusan tata busana yang lulus pada tahun ini. “Paling tidak, pelajar mampu mengenal produk dari Indonesia. Ada kebanggaan ketika berdampak untuk melestarikan budaya melalui kain tradisional,” katanya.

Di sisi lain, guru kecantikan SMK Negeri 1 Batu Alia Rakhmawati S Pd menyampaikan, siswa dapat mengangkat potensi dan menunjukkan karyanya. “Kami mengarahkan agar para siswa dapat kreatif dalam menciptakan karya dan tepat menentukan segmen pasar setelah lulus nanti,” jelasnya.

Kepala SMKN 1 Batu Joko Santoso S Pd MT mengungkapkan, pandemi bukanlah penghalang untuk siswa SMK berkarya. “Ini adalah fase untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Menunjukkan mereka eksis dan bangkit berkompetensi secara kualitas produk,” paparnya.

Sementara itu, acara Batos Mantu di Lippo Plaza Batu stand SMKN 1 Kota Batu yang menyajikan berbagai produk karya masing-masing jurusan. Dari kecantikan menciptakan lulur dari kulit telur dan kulit apel. Jurusan tata busana menyajikan suvenir dari kain perca. Sedangkan, jurusan perhotelan menampilkan produk detergen, pewangi pakaian dan sebagainya. (ifa).

KOTA BATU – Karya busana 15 siswa kelas XII Tata Busana SMKN 1 Kota Batu patut diapresiasi. Mereka mampu memadukan desain baju berbahan kain lurik asal Jawa Tengah dengan motif tenun khas Kalimantan menjadi busana dengan konsep ready to wear. Hasilnya pun sangat elegan dan bisa dipakai dalam berbagai kesempatan.

Hal ini seperti yang terlihat dalam event Batos Mantu yang digelar di Lippo Plaza Kota Batu, Sabtu (18/6). Karya busana mereka terlihat apik dan padu saat dikenakan oleh para model yang juga berasal dari SMKN 1.

Kepala Kompetensi Keahlian Tata Busana SMKN 1 Batu, Fatma Trisnaningsih mengatakan, proses pembuatan baju ini selama tiga minggu dan dikerjakan oleh 15 pelajar kelas XII jurusan tata busana yang lulus pada tahun ini. “Paling tidak, pelajar mampu mengenal produk dari Indonesia. Ada kebanggaan ketika berdampak untuk melestarikan budaya melalui kain tradisional,” katanya.

Di sisi lain, guru kecantikan SMK Negeri 1 Batu Alia Rakhmawati S Pd menyampaikan, siswa dapat mengangkat potensi dan menunjukkan karyanya. “Kami mengarahkan agar para siswa dapat kreatif dalam menciptakan karya dan tepat menentukan segmen pasar setelah lulus nanti,” jelasnya.

Kepala SMKN 1 Batu Joko Santoso S Pd MT mengungkapkan, pandemi bukanlah penghalang untuk siswa SMK berkarya. “Ini adalah fase untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Menunjukkan mereka eksis dan bangkit berkompetensi secara kualitas produk,” paparnya.

Sementara itu, acara Batos Mantu di Lippo Plaza Batu stand SMKN 1 Kota Batu yang menyajikan berbagai produk karya masing-masing jurusan. Dari kecantikan menciptakan lulur dari kulit telur dan kulit apel. Jurusan tata busana menyajikan suvenir dari kain perca. Sedangkan, jurusan perhotelan menampilkan produk detergen, pewangi pakaian dan sebagainya. (ifa).

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/