alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

BPBD Bekali Empat Desa Kota Batu Skill Tanggap Bencana

KOTA BATU – Potensi bencana di Kota Batu yang cukup tinggi menuntut warga memiliki kemampuan tanggap bencana. Untuk itu, sejak kemarin (19/10), puluhan warga dari empat desa di KOta Batu mendapat pelatihan intensif dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu terkait kebencanaan.

“Pelatihan ini terdiri dari teori dan praktek. Kami berharap desa tangguh nantinya akan mencapai seluruh desa kelurahan Kota Batu,” terang Ketua Penyelenggara pelatihan Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, Endi Suhadi.

Empat desa yang ambil bagian dalam acara tersebut meliputi, Songgokerto, Sumberejo, Sidomulyo dan Bulukerto. Setiap desanya mengirim 35 orang sebagai perwakilan. Di acara yang digelar di Hotel Aster, Kota batu tersebut, peserta mendapatberagam pelatihan, mulai dari Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Mengenali daerah dan potensi bencana yang bisa saja terjadi, hingga pengetahuan tentang dapur umum yang berkaitan dengan posko pengungsi.

“Seperti apa makanan yang baik, perhitungan jumlah pangan dan jumlah orang yang ada jadi fokusnya,” jelas pria yang juga anggota BPBD Kota Batu ini.

Berbagai organisasi seilmu juga turut dilibatkan demi kelancaran acara. Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Jangkar Kelud contohnya. Endi menambahkan, melalui kegiatan tersebut diharapkan masyarakat punya kapasitas juga legalitas selanjutnya. Karena elemen paling cepat saat penanggulangan bencana adalah warga sekitar sendiri.

“Penanganan mandiri dari masyarakat, akan meminimalisir dampak bencana sebelum kedatangan petugas,” tukas dia.

Hal positif juga diungkapkan masyarakat. Mereka sangat mendukung kegiatan yang akan membawa dampak besar pada penanganan bencana tersebut. “Saya sangat antusias tentunya. Apalagi dengan musim hujan dan banyak angin kencang sekarang, bisa untuk bekal,” kata Wardono Setiaji, salah satu warga Sumberejo.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

KOTA BATU – Potensi bencana di Kota Batu yang cukup tinggi menuntut warga memiliki kemampuan tanggap bencana. Untuk itu, sejak kemarin (19/10), puluhan warga dari empat desa di KOta Batu mendapat pelatihan intensif dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu terkait kebencanaan.

“Pelatihan ini terdiri dari teori dan praktek. Kami berharap desa tangguh nantinya akan mencapai seluruh desa kelurahan Kota Batu,” terang Ketua Penyelenggara pelatihan Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, Endi Suhadi.

Empat desa yang ambil bagian dalam acara tersebut meliputi, Songgokerto, Sumberejo, Sidomulyo dan Bulukerto. Setiap desanya mengirim 35 orang sebagai perwakilan. Di acara yang digelar di Hotel Aster, Kota batu tersebut, peserta mendapatberagam pelatihan, mulai dari Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Mengenali daerah dan potensi bencana yang bisa saja terjadi, hingga pengetahuan tentang dapur umum yang berkaitan dengan posko pengungsi.

“Seperti apa makanan yang baik, perhitungan jumlah pangan dan jumlah orang yang ada jadi fokusnya,” jelas pria yang juga anggota BPBD Kota Batu ini.

Berbagai organisasi seilmu juga turut dilibatkan demi kelancaran acara. Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Jangkar Kelud contohnya. Endi menambahkan, melalui kegiatan tersebut diharapkan masyarakat punya kapasitas juga legalitas selanjutnya. Karena elemen paling cepat saat penanggulangan bencana adalah warga sekitar sendiri.

“Penanganan mandiri dari masyarakat, akan meminimalisir dampak bencana sebelum kedatangan petugas,” tukas dia.

Hal positif juga diungkapkan masyarakat. Mereka sangat mendukung kegiatan yang akan membawa dampak besar pada penanganan bencana tersebut. “Saya sangat antusias tentunya. Apalagi dengan musim hujan dan banyak angin kencang sekarang, bisa untuk bekal,” kata Wardono Setiaji, salah satu warga Sumberejo.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/