alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Kemenag Kota Batu Tunggu Regulasi Nikah Online

KOTA BATU – Akad nikah dalam kondisi wabah korona ini memang agak sulit dilakukan dengan tatap muka. Kini di Indonesia, KUA menerapkan aturan tentang pembatasan sosial ketika akad nikah, selain dari adanya pendaftaran secara daring untuk pencatatan sipil di KUA.  

Namun bagaimana jika tak sekadar pendaftaran daring tetapi juga pernikahan yang dilakukan secara daring melalui panggilan video di berbagai layanan aplikasi. Apakah sah jika ijab kabul dilakukan di dua tempat yang berbeda dan hanya dipersatukan melalui aplikasi video? 

Di Kota Batu, rupanya akad nikah online belum dilakukan. Kepala Kemenag Kota Batu, Nawawi mengatakan belum ada regulasi mengenai hal itu. Namun untuk pendaftaran nikah online sudah dilaksanakan melalui web SIMKAH atau Sistem Informasi Manajemen Nikah. “Jadi seperti memasukkan berkas-berkas dokumen yang dibutuhkan itu sudah online, tetapi akadnya tetap tatap muka,” katanya.

Ditanya apakah memungkinkan akad nikah online terjadi? pihaknya belum bisa memastikan. Dia mengatakan jika ada suatu program Kemenag RI yang baru pastinya sudah melalui berbagai proses. “Nah itu kalau misal diputuskan diperbolehkan, pasti akan meminta fatwa-fatwa dari MUI, NU dan Muhammadiyah sebelum diputuskan. Selama ulama-ulama tidak menyetujui maka tidak akan dilaksanakan,” katanya. Lebih lanjut selama ini untuk program nikah online di Kota Batu yang sudah berjalan hanya bimbingan pra nikah.

Contohnya di KUA Kecamatan Batu, bimbingan pra nikah sudah dilakukan sejak April lalu. Sudah ada 300 pasangan yang menerima materi pra nikah melalui daring. “Jadi calon pasangan pengantin diberi link youtube terkait ceramah materi bagaimana membina rumah tangga yang baik dan lainnya,” kata Kepala KUA Kecamatan Batu, Arif Syaifuddin. Menurutnya program ini efektif untuk meminimalisir terjadinya kerumunan dalam pencegahan protokol kesehatan Covid-19. Di sisi lain di Kota Batu sendiri dari Januari sampai Oktober tahun 2020 ini sebanyak 1058 pasangan telah menikah. Sedang tahun 2019 lalu dari Januari sampai Desember ada 1603 pasangan yang menikah.

Pewarta : Nugraha Perdana

KOTA BATU – Akad nikah dalam kondisi wabah korona ini memang agak sulit dilakukan dengan tatap muka. Kini di Indonesia, KUA menerapkan aturan tentang pembatasan sosial ketika akad nikah, selain dari adanya pendaftaran secara daring untuk pencatatan sipil di KUA.  

Namun bagaimana jika tak sekadar pendaftaran daring tetapi juga pernikahan yang dilakukan secara daring melalui panggilan video di berbagai layanan aplikasi. Apakah sah jika ijab kabul dilakukan di dua tempat yang berbeda dan hanya dipersatukan melalui aplikasi video? 

Di Kota Batu, rupanya akad nikah online belum dilakukan. Kepala Kemenag Kota Batu, Nawawi mengatakan belum ada regulasi mengenai hal itu. Namun untuk pendaftaran nikah online sudah dilaksanakan melalui web SIMKAH atau Sistem Informasi Manajemen Nikah. “Jadi seperti memasukkan berkas-berkas dokumen yang dibutuhkan itu sudah online, tetapi akadnya tetap tatap muka,” katanya.

Ditanya apakah memungkinkan akad nikah online terjadi? pihaknya belum bisa memastikan. Dia mengatakan jika ada suatu program Kemenag RI yang baru pastinya sudah melalui berbagai proses. “Nah itu kalau misal diputuskan diperbolehkan, pasti akan meminta fatwa-fatwa dari MUI, NU dan Muhammadiyah sebelum diputuskan. Selama ulama-ulama tidak menyetujui maka tidak akan dilaksanakan,” katanya. Lebih lanjut selama ini untuk program nikah online di Kota Batu yang sudah berjalan hanya bimbingan pra nikah.

Contohnya di KUA Kecamatan Batu, bimbingan pra nikah sudah dilakukan sejak April lalu. Sudah ada 300 pasangan yang menerima materi pra nikah melalui daring. “Jadi calon pasangan pengantin diberi link youtube terkait ceramah materi bagaimana membina rumah tangga yang baik dan lainnya,” kata Kepala KUA Kecamatan Batu, Arif Syaifuddin. Menurutnya program ini efektif untuk meminimalisir terjadinya kerumunan dalam pencegahan protokol kesehatan Covid-19. Di sisi lain di Kota Batu sendiri dari Januari sampai Oktober tahun 2020 ini sebanyak 1058 pasangan telah menikah. Sedang tahun 2019 lalu dari Januari sampai Desember ada 1603 pasangan yang menikah.

Pewarta : Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/