alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Sepi Pembeli, Pasar Batu Serasa Kena Lockdown

KOTA BATU – Pencabutan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa bulan lalu. Tak berimbas banyak pada Pasar Batu. Kepala Pasar Kota Batu, Agus Suyadi mengungkapkan pengunjung yang datang masih turun 20 – 30 persen dibandingkan sebelum pandemi datang.

“Jika ada kebutuhan mendesak saja masyarakat baru mau datang. Bagaimana lagi kondisi lagi seperti ini,” ucapnya.

Ia juga tidak bisa berbuat apa-apa kala roda perputaran ekonomi pasar berjalan dengan lambat. Hanya tengkulak dari dalam maupun luar kota yang rutin datang sebagai konsumen. Meski kondisi pasar tengah sepi, pemenuhan protokol kesehatan tetap dilakukan.

Mereka dibantu oleh satuan tugas rutin mengingatkan pengunjung akan pentingnya penggunaan masker. Meskipun tetap banyak warga yang menghiraukan arahan saat petugas pergi. “Tak lelah kami mengingatkan masyarakat. Itu semua juga sebagai cara kita untuk menjaga kesehatan ditengah wabah covid-19,” terangnya.

Pengadaan tempat cuci tangan juga merupakan salah satu perhatian. Kurang lebih ada sepuluh tempat cuci tangan yang tersebar diseluruh penjuru pasar. “Semoga pandemi cepat berlalu sehingga normalisasi terlaksana lebih baik lagi. Pedagang pun tidak malas–malasan buka toko,” harap pria yang tinggal di Punten tersebut.

Salah satu pedagang sembako, Nunuk Wijayanti juga membenarkan kondisi pasar yang tak lagi ramai. Ia menjelaskan pembeli yang kini datang setiap harinya kurang lebih hanya sepuluh orang. “Sepi banget mas. Seharian cuma duduk saja,” katanya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

KOTA BATU – Pencabutan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa bulan lalu. Tak berimbas banyak pada Pasar Batu. Kepala Pasar Kota Batu, Agus Suyadi mengungkapkan pengunjung yang datang masih turun 20 – 30 persen dibandingkan sebelum pandemi datang.

“Jika ada kebutuhan mendesak saja masyarakat baru mau datang. Bagaimana lagi kondisi lagi seperti ini,” ucapnya.

Ia juga tidak bisa berbuat apa-apa kala roda perputaran ekonomi pasar berjalan dengan lambat. Hanya tengkulak dari dalam maupun luar kota yang rutin datang sebagai konsumen. Meski kondisi pasar tengah sepi, pemenuhan protokol kesehatan tetap dilakukan.

Mereka dibantu oleh satuan tugas rutin mengingatkan pengunjung akan pentingnya penggunaan masker. Meskipun tetap banyak warga yang menghiraukan arahan saat petugas pergi. “Tak lelah kami mengingatkan masyarakat. Itu semua juga sebagai cara kita untuk menjaga kesehatan ditengah wabah covid-19,” terangnya.

Pengadaan tempat cuci tangan juga merupakan salah satu perhatian. Kurang lebih ada sepuluh tempat cuci tangan yang tersebar diseluruh penjuru pasar. “Semoga pandemi cepat berlalu sehingga normalisasi terlaksana lebih baik lagi. Pedagang pun tidak malas–malasan buka toko,” harap pria yang tinggal di Punten tersebut.

Salah satu pedagang sembako, Nunuk Wijayanti juga membenarkan kondisi pasar yang tak lagi ramai. Ia menjelaskan pembeli yang kini datang setiap harinya kurang lebih hanya sepuluh orang. “Sepi banget mas. Seharian cuma duduk saja,” katanya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/