alexametrics
28C
Malang
Monday, 19 April 2021

Libur Nataru, Wali Kota Batu Ancam Tutup Usaha bagi Pelanggar Prokes

KOTA BATU – Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bakal menindak tegas pengelola usaha, baik wisata, hotel maupun usaha lain yang melanggar protokol kesehatan (Prokes) di liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dimana sanksinya bisa dilakukan penutupan usaha. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di libur akhir tahun.

“Kalau sampai melanggar, bisa kami lakukan penutupan (usaha),” kata politikus PDIP ini, Senin (21/12).

Tak hanya itu, Dewanti menegaskan bahwa di Batu tidak diadakan pesta akhir tahun dan Tahun Baru. Namun, yang ada hanya sebatas makan malam di hotel dengan protap kesehatan. “Itu pun hanya untuk tamu hotel,” terang dia.

Hanya saja, lanjutnya, pihaknya masih akan melakukan rapat terkait wisatawan yang harus menjalani rapid test antigen. Dimana rapat koordinasi ini juga dalam rangka penerbitan surat edaran tentang kegiatan liburan Nataru.

“Detailnya akan kami tuangkan di SE. Masih akan kami rapatkan dengan pihak-pihak terkait,” jelas dia.

Seperti diketahui, musim liburan, khususnya Nataru, biasanya Kota Apel ini dipadati ribuan wisatawan asal luar kota. Karena itu, meski masa pandemi, pemkot tetap mengantisipasinya. Meski demikian, banyak tempat wisata batu yang sudah beroperasi dengan menerapkan protap kesehatan ketat.

Pewarta: Imam Nasrodin

KOTA BATU – Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bakal menindak tegas pengelola usaha, baik wisata, hotel maupun usaha lain yang melanggar protokol kesehatan (Prokes) di liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dimana sanksinya bisa dilakukan penutupan usaha. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di libur akhir tahun.

“Kalau sampai melanggar, bisa kami lakukan penutupan (usaha),” kata politikus PDIP ini, Senin (21/12).

Tak hanya itu, Dewanti menegaskan bahwa di Batu tidak diadakan pesta akhir tahun dan Tahun Baru. Namun, yang ada hanya sebatas makan malam di hotel dengan protap kesehatan. “Itu pun hanya untuk tamu hotel,” terang dia.

Hanya saja, lanjutnya, pihaknya masih akan melakukan rapat terkait wisatawan yang harus menjalani rapid test antigen. Dimana rapat koordinasi ini juga dalam rangka penerbitan surat edaran tentang kegiatan liburan Nataru.

“Detailnya akan kami tuangkan di SE. Masih akan kami rapatkan dengan pihak-pihak terkait,” jelas dia.

Seperti diketahui, musim liburan, khususnya Nataru, biasanya Kota Apel ini dipadati ribuan wisatawan asal luar kota. Karena itu, meski masa pandemi, pemkot tetap mengantisipasinya. Meski demikian, banyak tempat wisata batu yang sudah beroperasi dengan menerapkan protap kesehatan ketat.

Pewarta: Imam Nasrodin

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru