alexametrics
27.4 C
Malang
Friday, 1 July 2022

Ada PPKM Jilid Dua, PKL Alun-Alun Kota Batu Tuntut Ini

KOTA BATU – Cukup bersabar dengan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Kota Batu akhirnya ’teriak’ juga. Menyusul kembali masuknya Kota Batu dalam daftar daerah yang harus menjalankan PPKM jilid II. Jumat sore tadi (22/5) mereka menuntut agar jam berjualan bisa diperpanjang.

Berderet alasan dibeber hingga mereka emoh ada PPKM kedua. Diantaranya penurunan omzet yang signifikan dan sepinya pembeli. Mereka memohon kepada pemerintah agar ada solusi lain untuk mengatasi hal tersebut. Ketua PNS (Pelaku Niaga Sipil) Alun-Alun Kota Wisata Batu, Puspita Herdisari mengatakan, pihaknya meminta adanya pertimbangan, khususnya untuk pembatasan jam berjualan.

Selama ini, para PKL rata-rata mulai berjualan sore hari hingga malam. “Tetapi pada pukul 19.00 WIB sesuai aturan yang ada diminta untuk berhenti, itu sangat berat karena pembeli mulai ada sejak sore sampai malam hari,” katanya. Jika PPKM setelah tanggal 25 Januari tetap dilanjutkan, maka pihaknya bakal wadul ke dewan. Dengan harapan aspirasi para pedagang dapat terakomodir. “Terutama Komisi B supaya bisa disampaikan kepada eksekutif, kami minta jam berjualan bisa diperpanjang,” katanya. Menurutnya idealnya pemberhentian jam berjualan pukul 21.00 WIB.

Dia mencontohkan salah satu pedagang mie ayam yang berada di sana. Ketika berjualan mulai sore hingga pukul 19.00 WIB, selama ini hanya laku 5 mangkok. Namun sebelum PPKM masih bisa sampai 40 sampai 50 mangkok. Pipit, sapaan akrabnya menyebut, sesama PKL pun kini seringkali terjadi gesekan. “Ya mungkin karena penghasilan mereka turun jadi saling curiga satu sama lain antar pedagang,” katanya.

Menurutnya, pemerintah lebih baik menggaungkan jika Kota Batu aman untuk wisatawan. Lalu mengedepankan pendisiplinan ketertiban penerapan protokol kesehatan Covid-19 daripada memberlakukan PPKM. “Jadi orang-orang luar kota bisa nyaman ke sini, dan kami bisa berjualan dengan tenang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Batu Nurochman mengatakan pihaknya siap menerima kedatangan para PKL. Namun dia meminta tetap melalui prosedur yang ada secara resmi. “Monggo dengan bersama-sama, duduk bareng dicari solusi permasalahannya,” katanya.
Pewarta: Nugraha Perdana

KOTA BATU – Cukup bersabar dengan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Kota Batu akhirnya ’teriak’ juga. Menyusul kembali masuknya Kota Batu dalam daftar daerah yang harus menjalankan PPKM jilid II. Jumat sore tadi (22/5) mereka menuntut agar jam berjualan bisa diperpanjang.

Berderet alasan dibeber hingga mereka emoh ada PPKM kedua. Diantaranya penurunan omzet yang signifikan dan sepinya pembeli. Mereka memohon kepada pemerintah agar ada solusi lain untuk mengatasi hal tersebut. Ketua PNS (Pelaku Niaga Sipil) Alun-Alun Kota Wisata Batu, Puspita Herdisari mengatakan, pihaknya meminta adanya pertimbangan, khususnya untuk pembatasan jam berjualan.

Selama ini, para PKL rata-rata mulai berjualan sore hari hingga malam. “Tetapi pada pukul 19.00 WIB sesuai aturan yang ada diminta untuk berhenti, itu sangat berat karena pembeli mulai ada sejak sore sampai malam hari,” katanya. Jika PPKM setelah tanggal 25 Januari tetap dilanjutkan, maka pihaknya bakal wadul ke dewan. Dengan harapan aspirasi para pedagang dapat terakomodir. “Terutama Komisi B supaya bisa disampaikan kepada eksekutif, kami minta jam berjualan bisa diperpanjang,” katanya. Menurutnya idealnya pemberhentian jam berjualan pukul 21.00 WIB.

Dia mencontohkan salah satu pedagang mie ayam yang berada di sana. Ketika berjualan mulai sore hingga pukul 19.00 WIB, selama ini hanya laku 5 mangkok. Namun sebelum PPKM masih bisa sampai 40 sampai 50 mangkok. Pipit, sapaan akrabnya menyebut, sesama PKL pun kini seringkali terjadi gesekan. “Ya mungkin karena penghasilan mereka turun jadi saling curiga satu sama lain antar pedagang,” katanya.

Menurutnya, pemerintah lebih baik menggaungkan jika Kota Batu aman untuk wisatawan. Lalu mengedepankan pendisiplinan ketertiban penerapan protokol kesehatan Covid-19 daripada memberlakukan PPKM. “Jadi orang-orang luar kota bisa nyaman ke sini, dan kami bisa berjualan dengan tenang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Batu Nurochman mengatakan pihaknya siap menerima kedatangan para PKL. Namun dia meminta tetap melalui prosedur yang ada secara resmi. “Monggo dengan bersama-sama, duduk bareng dicari solusi permasalahannya,” katanya.
Pewarta: Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/