alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Usai Hamili Anak Tetangga, Remaja di Kota Batu Dituntut Dua Tahun Penjara

KOTA BATU – Pergaulan bebas yang dijalani VWF, 17, berakhir pahit. Remaja asal Kecamatan Junrejo, Kota Batu itu malah ditangkap polisi dan diseret ke meja hijau. Kemarin, penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Kota Batu menuntutnya dengan hukuman dua tahun penjara gara-gara menghamili pacarnya sendiri.

Berdasar pemeriksaan polisi dan pengakuan di persidangan, VWF telah melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap AGP, 17, yang tak lain merupakan tetangganya di desa yang sama. Keduanya diketahui melakukan persetubuhan pertama kali pada awal Juni 2020 di rumah pelaku anak di Junrejo. Kemudian berlanjut sampai sekitar 13 Juni tahun lalu. ”Mereka melakukannya di berbagai tempat, yang jelas lebih dari dua kali,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu Edi Sutomo SH MH.

Beberapa tempat itu, sebut saja sebuah villa di kawasan Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu.  Keduanya berhubungan layaknya suami istri pada jelang siang, sekitar pukul 10.00 atau 11.00.

VWF akhirnya ditangkap petugas dari Polres Batu pada 24 Juni 2021. Penangkapan itu didasari oleh laporan orang tua AGP mendapati anaknya hamil, meski tidak ada yang tahu berapa usia kehamilan remaja tersebut. Dalam perkara itu, polisi menyita beberapa barang bukti yang mayoritas berupa pakaian. Di antaranya, dua kaus, satu celana panjang, dua pakaian dalam atas wanita, dua celana dalam wanita, dan sebuah tali monyet atau suspender.

Karena pelaku dan korban masih dalam kategori anak, persidangan dilakukan secara cepat dan tertutup. Dari jadwal sidang yang ada, VFW menjalani sidang pertama pada Senin (17/1) dan telah sampai pada pembacaan tuntutan pada Jumat siang (21/1).

Dalam sidang yang dilaksanakan di ruang sidang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Malang kemarin, VWF dituntut menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anan (LPKA) selama dua tahun penjara dan wajib menjalani latihan kerja selama tiga bulan di lembaga yang ditunjuk Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu.

Jaksa menggunakan Pasal 81 ayat 2 Undang-Undang (UU) nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah kedua dengan UU no. 17 tahun 2016 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Ancaman hukuman maksimal dari jeratan pasal itu sebenarnya 15 tahun penjara. ”Ini juga sesuai rekomendasi dari Badan Pemasyarakatan (Bapas) Malang,” ujar Edi. (biy/fat)

KOTA BATU – Pergaulan bebas yang dijalani VWF, 17, berakhir pahit. Remaja asal Kecamatan Junrejo, Kota Batu itu malah ditangkap polisi dan diseret ke meja hijau. Kemarin, penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Kota Batu menuntutnya dengan hukuman dua tahun penjara gara-gara menghamili pacarnya sendiri.

Berdasar pemeriksaan polisi dan pengakuan di persidangan, VWF telah melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap AGP, 17, yang tak lain merupakan tetangganya di desa yang sama. Keduanya diketahui melakukan persetubuhan pertama kali pada awal Juni 2020 di rumah pelaku anak di Junrejo. Kemudian berlanjut sampai sekitar 13 Juni tahun lalu. ”Mereka melakukannya di berbagai tempat, yang jelas lebih dari dua kali,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu Edi Sutomo SH MH.

Beberapa tempat itu, sebut saja sebuah villa di kawasan Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu.  Keduanya berhubungan layaknya suami istri pada jelang siang, sekitar pukul 10.00 atau 11.00.

VWF akhirnya ditangkap petugas dari Polres Batu pada 24 Juni 2021. Penangkapan itu didasari oleh laporan orang tua AGP mendapati anaknya hamil, meski tidak ada yang tahu berapa usia kehamilan remaja tersebut. Dalam perkara itu, polisi menyita beberapa barang bukti yang mayoritas berupa pakaian. Di antaranya, dua kaus, satu celana panjang, dua pakaian dalam atas wanita, dua celana dalam wanita, dan sebuah tali monyet atau suspender.

Karena pelaku dan korban masih dalam kategori anak, persidangan dilakukan secara cepat dan tertutup. Dari jadwal sidang yang ada, VFW menjalani sidang pertama pada Senin (17/1) dan telah sampai pada pembacaan tuntutan pada Jumat siang (21/1).

Dalam sidang yang dilaksanakan di ruang sidang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Malang kemarin, VWF dituntut menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anan (LPKA) selama dua tahun penjara dan wajib menjalani latihan kerja selama tiga bulan di lembaga yang ditunjuk Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu.

Jaksa menggunakan Pasal 81 ayat 2 Undang-Undang (UU) nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah kedua dengan UU no. 17 tahun 2016 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Ancaman hukuman maksimal dari jeratan pasal itu sebenarnya 15 tahun penjara. ”Ini juga sesuai rekomendasi dari Badan Pemasyarakatan (Bapas) Malang,” ujar Edi. (biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/