alexametrics
29C
Malang
Saturday, 6 March 2021

Prasasti Sangguran Asli di Skotlandia, Warga Batu Bikin Replikanya

KOTA BATU – Prasasti Sangguran diyakini berasal dari Dusun Ngandat, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo. Namun benda bersejarah tersebut berada di Skotlandia. Kini, wisatawan yang penasaran dengan prasasti tersebut bisa melihat replikanya yang ditempatkan di Punden Mbah Tarmina, RW 06, Dusun Ngadat. Tiruan prasasti itu menyerupai bentuk aslinya.

Seniman sekaligus tokoh masyarakat setempat, Siswanto, mengatakan, replika Prasasti Sangguran memiliki ukuran dengan tinggi 160 sentimeter, lebar 122 sentimeter, dan tebal 32,5 sentimeter. Material prasasti terbuat dari cor.

Proses pembuatannya dimulai sejak Oktober 2020 lalu yang dikerjakan dia sendiri bersama satu orang kawannya, yakni Sunarto. ”Tujuan kami untuk mengingatkan pentingnya sejarah. Supaya selanjutnya mengetahui tentang Prasasti Sangguran ini,” katanya. Pria yang akrab disapa Cak Pentol itu mengungkapkan, untuk penulisan aksara Jawa dalam replika tersebut, dia dibantu oleh empat mahasiswa.

Dengan adanya tiruan prasasti itu dia berharap dapat mendukung pariwisata di Kota Batu. ”Selama ini ketika ada penemuan benda purbakala seperti Situs Pendem sempat dihubungkan dengan Prasasti Sangguran, tetapi tidak tahu seperti apa bentuknya,” katanya.

Sebenarnya, upaya untuk mengembalikan Prasasti Sangguran yang asli sudah digagas sejak tahun 2012 lalu. Pada tahun 2017 dia juga sempat mengarak replika Prasasti Sangguran yang terbuat dari styrofoam keliling Kota Batu dan menyerahkan catatan tentang prasasti tersebut kepada wali Kota Batu saat itu, Eddy Rumpoko. ”Dengan harapan prasasti itu kembali ke Kota Batu,” katanya. Namun, usaha itu belum membuahkan hasil sehingga dia mencetuskan ide membuat replika prasasti itu.

Prasasti Sangguran yang asli dikenal dengan Minto Stone kini berada di pekarangan kediaman eks gubernur jenderal Inggris di India, Lord Minto. Lokasinya di Roxburghshire, perbatasan Skotlandia-Inggris.

Sangguran sendiri merupakan daerah dibuatnya prasasti tersebut yang kini bernama Kota Batu. Prasasti Sangguran dipercaya mempunyai kutukan, tapi menurut Cak Pentol bukan kutukan yang sebenarnya. ”Itu merupakan aturan pada zaman kerajaan terdahulu. Ketika ada yang menyalahi, berarti ada imbasnya,” katanya. (rmc/nug/c1/dan)

KOTA BATU – Prasasti Sangguran diyakini berasal dari Dusun Ngandat, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo. Namun benda bersejarah tersebut berada di Skotlandia. Kini, wisatawan yang penasaran dengan prasasti tersebut bisa melihat replikanya yang ditempatkan di Punden Mbah Tarmina, RW 06, Dusun Ngadat. Tiruan prasasti itu menyerupai bentuk aslinya.

Seniman sekaligus tokoh masyarakat setempat, Siswanto, mengatakan, replika Prasasti Sangguran memiliki ukuran dengan tinggi 160 sentimeter, lebar 122 sentimeter, dan tebal 32,5 sentimeter. Material prasasti terbuat dari cor.

Proses pembuatannya dimulai sejak Oktober 2020 lalu yang dikerjakan dia sendiri bersama satu orang kawannya, yakni Sunarto. ”Tujuan kami untuk mengingatkan pentingnya sejarah. Supaya selanjutnya mengetahui tentang Prasasti Sangguran ini,” katanya. Pria yang akrab disapa Cak Pentol itu mengungkapkan, untuk penulisan aksara Jawa dalam replika tersebut, dia dibantu oleh empat mahasiswa.

Dengan adanya tiruan prasasti itu dia berharap dapat mendukung pariwisata di Kota Batu. ”Selama ini ketika ada penemuan benda purbakala seperti Situs Pendem sempat dihubungkan dengan Prasasti Sangguran, tetapi tidak tahu seperti apa bentuknya,” katanya.

Sebenarnya, upaya untuk mengembalikan Prasasti Sangguran yang asli sudah digagas sejak tahun 2012 lalu. Pada tahun 2017 dia juga sempat mengarak replika Prasasti Sangguran yang terbuat dari styrofoam keliling Kota Batu dan menyerahkan catatan tentang prasasti tersebut kepada wali Kota Batu saat itu, Eddy Rumpoko. ”Dengan harapan prasasti itu kembali ke Kota Batu,” katanya. Namun, usaha itu belum membuahkan hasil sehingga dia mencetuskan ide membuat replika prasasti itu.

Prasasti Sangguran yang asli dikenal dengan Minto Stone kini berada di pekarangan kediaman eks gubernur jenderal Inggris di India, Lord Minto. Lokasinya di Roxburghshire, perbatasan Skotlandia-Inggris.

Sangguran sendiri merupakan daerah dibuatnya prasasti tersebut yang kini bernama Kota Batu. Prasasti Sangguran dipercaya mempunyai kutukan, tapi menurut Cak Pentol bukan kutukan yang sebenarnya. ”Itu merupakan aturan pada zaman kerajaan terdahulu. Ketika ada yang menyalahi, berarti ada imbasnya,” katanya. (rmc/nug/c1/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru