alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Menteri PPPA Temui Dua Korban Kekerasan Seksual di SMA SPI Kota Batu

KOTA BATU – Upaya mencari keadilan terus dilakukan korban dugaan kekerasan seksual di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu. Difasilitasi Komnas PA (Perlindungan Anak), mereka bertemu langsung dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Keduanya membeberkan kesaksian bahwa telah menerima kekerasan seksual, kekerasan fisik dan eksploitasi ekonomi.

Hal itu diungkapkan Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait hari ini (22/6). Dia mengatakan, pertemuan dilakukan di Kantor Kementerian PPPA Senin (21/6). Mereka juga menyampaikan update perkembangan proses hukum di Polda Jatim dan lika liku perjalanan mencari perlindungan hukum.

“Menteri PPPA mendengarkan kesaksian langsung korban dan melihat bukti video rekaman korban. Beliau memperhatikan betul apa yang menjadi derita dari korban. Jadi dapat dipastikan beliau memahami betul dan prihatin terhadap peristiwa itu,” ujar Arist.

Usai mendengar kesaksian kedua korban itu, lalu Menteri PPPA menyampaikan akan memberikan dukungan dan perlindungan kepada para korban selama proses penegakan hukum berlangsung. “Bahkan beliau mengatakan dalam pertemuan itu, masalah di SPI ini harus dijadikan momentum kesempatan untuk mengevaluasi sekolah-sekolah yang berasrama terutama di Kota Batu dan Jawa Timur,” kata Arist.

Menteri PPPA juga memastikan akan ikut memantau perkembangan proses hukum yang tengah berlangsung di Polda Jatim. “Beliau tidak mengintervensi terhadap proses hukum, tetapi mendukung apa yang sedang dikerjakan oleh Polda Jatim. Jadi beliau berharap proses hukum bisa berjalan sesuai dengan laporan dari korban,” katanya saat dihubungi via telepon.

Pewarta: Nugraha Perdana

KOTA BATU – Upaya mencari keadilan terus dilakukan korban dugaan kekerasan seksual di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu. Difasilitasi Komnas PA (Perlindungan Anak), mereka bertemu langsung dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Keduanya membeberkan kesaksian bahwa telah menerima kekerasan seksual, kekerasan fisik dan eksploitasi ekonomi.

Hal itu diungkapkan Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait hari ini (22/6). Dia mengatakan, pertemuan dilakukan di Kantor Kementerian PPPA Senin (21/6). Mereka juga menyampaikan update perkembangan proses hukum di Polda Jatim dan lika liku perjalanan mencari perlindungan hukum.

“Menteri PPPA mendengarkan kesaksian langsung korban dan melihat bukti video rekaman korban. Beliau memperhatikan betul apa yang menjadi derita dari korban. Jadi dapat dipastikan beliau memahami betul dan prihatin terhadap peristiwa itu,” ujar Arist.

Usai mendengar kesaksian kedua korban itu, lalu Menteri PPPA menyampaikan akan memberikan dukungan dan perlindungan kepada para korban selama proses penegakan hukum berlangsung. “Bahkan beliau mengatakan dalam pertemuan itu, masalah di SPI ini harus dijadikan momentum kesempatan untuk mengevaluasi sekolah-sekolah yang berasrama terutama di Kota Batu dan Jawa Timur,” kata Arist.

Menteri PPPA juga memastikan akan ikut memantau perkembangan proses hukum yang tengah berlangsung di Polda Jatim. “Beliau tidak mengintervensi terhadap proses hukum, tetapi mendukung apa yang sedang dikerjakan oleh Polda Jatim. Jadi beliau berharap proses hukum bisa berjalan sesuai dengan laporan dari korban,” katanya saat dihubungi via telepon.

Pewarta: Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru