alexametrics
23.4 C
Malang
Friday, 1 July 2022

1.001 Patung Sampah Bakal Tutup Jalan Pangsud

KOTA BATU – Rencana pemajangan sekaligus pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) berupa 1.001 manusia sampah sudah ada titik terang. Lantaran, sudah dipastikan pemasangan display patung akan dilakukan pada tanggal 30 Juni hingga 2 Juli di sepanjang Jalan Panglima Sudirman (Pansud) Kota Batu. Khususnya diawali dari Rumah Dinas Wali Kota hingga Balai Kota Among Tani.

Setelah pemajangan itu selesai, pada 3 Juli, kedua arus di Jalan Pangsud akan ditutup total. Seperti keadaan saat car free day (CFD). Lantaran pada tanggal itu akan dilakukan perayaan secara simbolis. Wali Kota dan masyarakat yang berpartisipasi dalam pembuatan patung itu bisa turun jadi satu ke jalan menikmati karya yang disumbangkan.

“Rencana awal kita melibatkan siswa saja dalam kegiatan ini. Tapi saat ini semua lapisan masyarakat kami libatkan. Baik pelaku wisata, komunitas hingga ormas. Karena konsepnya adalah kepedulian sampah. Jadi kita gandeng semua pihak untuk peduli dengan sampahnya sendiri,” ucap Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Vardian Budi.

Pihaknya juga menuturkan bahwa saat ini total tonase sampah di Kota Batu saat weekday berada di angka 110-120 ton per hari. Sedangkan weekend berada di angka 120-130 ton tiap harinya. “Kalau perbandingannya sekitar 45 persen sampah organik dan 55 persen sampah anorganik,” imbuhnya.

Menurutnya, agar tak menjadi seremonial saja, pihak DLH juga akan merancang kunjungan ke bank sampah. Sebagai langkah antisipatif dan monitoring berkelanjutan untuk mengurangi volume sampah.

Sekretaris PHRI Kota Batu Dece Diah mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah DLH dalam mengemas pengurangan sampah. Dirinya menuturkan jika selama ini hotel-hotel yang ada sudah melakukan pemilahan sampah sebelum akhirnya dibuang. “Kalau sampah plastik kita sangat minim. Karena kebanyakan sampah-sampah organik. Kalau sampah plastik itu biasanya dari tamu seperti bungkus snack dan botol minum,” terangnya.

Dece juga menuturkan bahwa sebagian hotel sudah ada yang bekerja sama dengan bank sampah. Tujuannya untuk dilakukan pengolahan di sana dan memiliki nilai jual. “Kalau sampah B3 seperti remote atau aki biasanya pengelola hotel bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pembuangannya,” jelas dia.

Lebih lanjut, Koordinator MAOSart Abdul Rokhim berpesan pada seluruh partisipan untuk menggunakan sampah dalam pembuatan patung. Jangan sampai memakai plastik baru. Tiap patung ditaksir memerlukan sampah plastik 2,5 kg mengikuti tinggi kerangka sekitar 160 meter.

“Rencananya H+1 setelah pemajangan seluruh patung akan diangkut ke TPA Tlekung. Di sana akan di tata sebagai monumen sampah dari 1001 patung yang ada. Tidak jadi sampah tentunya, karena karya seni akan jadi karya seni,” tutupnya. (fif/lid)

KOTA BATU – Rencana pemajangan sekaligus pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) berupa 1.001 manusia sampah sudah ada titik terang. Lantaran, sudah dipastikan pemasangan display patung akan dilakukan pada tanggal 30 Juni hingga 2 Juli di sepanjang Jalan Panglima Sudirman (Pansud) Kota Batu. Khususnya diawali dari Rumah Dinas Wali Kota hingga Balai Kota Among Tani.

Setelah pemajangan itu selesai, pada 3 Juli, kedua arus di Jalan Pangsud akan ditutup total. Seperti keadaan saat car free day (CFD). Lantaran pada tanggal itu akan dilakukan perayaan secara simbolis. Wali Kota dan masyarakat yang berpartisipasi dalam pembuatan patung itu bisa turun jadi satu ke jalan menikmati karya yang disumbangkan.

“Rencana awal kita melibatkan siswa saja dalam kegiatan ini. Tapi saat ini semua lapisan masyarakat kami libatkan. Baik pelaku wisata, komunitas hingga ormas. Karena konsepnya adalah kepedulian sampah. Jadi kita gandeng semua pihak untuk peduli dengan sampahnya sendiri,” ucap Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Vardian Budi.

Pihaknya juga menuturkan bahwa saat ini total tonase sampah di Kota Batu saat weekday berada di angka 110-120 ton per hari. Sedangkan weekend berada di angka 120-130 ton tiap harinya. “Kalau perbandingannya sekitar 45 persen sampah organik dan 55 persen sampah anorganik,” imbuhnya.

Menurutnya, agar tak menjadi seremonial saja, pihak DLH juga akan merancang kunjungan ke bank sampah. Sebagai langkah antisipatif dan monitoring berkelanjutan untuk mengurangi volume sampah.

Sekretaris PHRI Kota Batu Dece Diah mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah DLH dalam mengemas pengurangan sampah. Dirinya menuturkan jika selama ini hotel-hotel yang ada sudah melakukan pemilahan sampah sebelum akhirnya dibuang. “Kalau sampah plastik kita sangat minim. Karena kebanyakan sampah-sampah organik. Kalau sampah plastik itu biasanya dari tamu seperti bungkus snack dan botol minum,” terangnya.

Dece juga menuturkan bahwa sebagian hotel sudah ada yang bekerja sama dengan bank sampah. Tujuannya untuk dilakukan pengolahan di sana dan memiliki nilai jual. “Kalau sampah B3 seperti remote atau aki biasanya pengelola hotel bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pembuangannya,” jelas dia.

Lebih lanjut, Koordinator MAOSart Abdul Rokhim berpesan pada seluruh partisipan untuk menggunakan sampah dalam pembuatan patung. Jangan sampai memakai plastik baru. Tiap patung ditaksir memerlukan sampah plastik 2,5 kg mengikuti tinggi kerangka sekitar 160 meter.

“Rencananya H+1 setelah pemajangan seluruh patung akan diangkut ke TPA Tlekung. Di sana akan di tata sebagai monumen sampah dari 1001 patung yang ada. Tidak jadi sampah tentunya, karena karya seni akan jadi karya seni,” tutupnya. (fif/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/