alexametrics
30.5 C
Malang
Sunday, 3 July 2022

Millennial Belum Semua Melek Investasi Emas

KOTA BATU – Membuka tabungan emas masih dianggap hal kuno bagi generasi millennial. Hal ini terlihat dari antusiasme millennial terhadap investasi emas yang baru sekitar 50 persen. Padahal, investasi emas menawarkan manfaat dalam jangka panjang, Selasa (21/6).

Pimpinan Pegadaian Cabang Tlogomas yang wilayahnya hingga Kota Batu Supriyadi mengatakan, masyarakat Kota Batu sudah banyak yang membuka tabungan emas. ” Tapi jika dilihat generasi millennial-nya baru 50 persen,” terangnya.

Supriyadi mengungkapkan, millennial masih menganggap menabung emas adalah hal kuno. Sebab, rata-rata mereka belum melihat manfaatnya. “Selama ini ketika kita menabung di bank dan dimudahkan dengan ATM, terkadang diri kita tidak sadar jika terus melakukan pemborosan,” jelasnya.

Sebagai informasi, tabungan emas ini bersifat fleksibel. Artinya, setiap orang berhak memutuskan kapan saja untuk menabung. Dengan transaksi top-up batas minimal 0,01 gram atau Rp 9.600 per hari. Sedangkan, batas maksimalnya tidak ada.

“Misalnya memiliki uang Rp 1 juta, maka nilai rupiah ini akan dikonversi menjadi gram emas. Jika dilihat harga emas bisa naik-turun. Akan tetapi, saat harga emas naik, tentu akan menguntungkan,” tutur Supriyadi. Selain itu, pencairannya pun dapat diambil kapanpun dengan syarat minimal 1 gram.

Sementara itu, dia menuturkan, suku bunga dalam investasi emas tidak terikat persen per bulannya. Akan tetapi, tergantung informasi kenaikan harga emas dalam momentum tersebut. “Kami berharap masyarakat khususnya generasi millennial lebih sadar terkait manfaat investasi emas. Apalagi, sifatnya untuk jangka panjang misalnya untuk memenuhi anggaran pendidikan anak,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Batu.

Terpisah, salah seorang pedagang emas di Pasar Relokasi Kota Batu, Marisa mengatakan, investasi emas memang selalu menjadi pilihan masyarakat. Mulai dari investasi memiliki perhiasan, emas antam gold, mini gold, dan sebagainya. “Ya, sebagian pedagang emas di Pasar Relokasi Kota Batu pun juga menerima siapapun yang ingin investasi emas. Mengingat, kebutuhan sehari-hari semakin banyak, investasi emas jadi solusi,” tutupnya. (ifa/lid).

KOTA BATU – Membuka tabungan emas masih dianggap hal kuno bagi generasi millennial. Hal ini terlihat dari antusiasme millennial terhadap investasi emas yang baru sekitar 50 persen. Padahal, investasi emas menawarkan manfaat dalam jangka panjang, Selasa (21/6).

Pimpinan Pegadaian Cabang Tlogomas yang wilayahnya hingga Kota Batu Supriyadi mengatakan, masyarakat Kota Batu sudah banyak yang membuka tabungan emas. ” Tapi jika dilihat generasi millennial-nya baru 50 persen,” terangnya.

Supriyadi mengungkapkan, millennial masih menganggap menabung emas adalah hal kuno. Sebab, rata-rata mereka belum melihat manfaatnya. “Selama ini ketika kita menabung di bank dan dimudahkan dengan ATM, terkadang diri kita tidak sadar jika terus melakukan pemborosan,” jelasnya.

Sebagai informasi, tabungan emas ini bersifat fleksibel. Artinya, setiap orang berhak memutuskan kapan saja untuk menabung. Dengan transaksi top-up batas minimal 0,01 gram atau Rp 9.600 per hari. Sedangkan, batas maksimalnya tidak ada.

“Misalnya memiliki uang Rp 1 juta, maka nilai rupiah ini akan dikonversi menjadi gram emas. Jika dilihat harga emas bisa naik-turun. Akan tetapi, saat harga emas naik, tentu akan menguntungkan,” tutur Supriyadi. Selain itu, pencairannya pun dapat diambil kapanpun dengan syarat minimal 1 gram.

Sementara itu, dia menuturkan, suku bunga dalam investasi emas tidak terikat persen per bulannya. Akan tetapi, tergantung informasi kenaikan harga emas dalam momentum tersebut. “Kami berharap masyarakat khususnya generasi millennial lebih sadar terkait manfaat investasi emas. Apalagi, sifatnya untuk jangka panjang misalnya untuk memenuhi anggaran pendidikan anak,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Batu.

Terpisah, salah seorang pedagang emas di Pasar Relokasi Kota Batu, Marisa mengatakan, investasi emas memang selalu menjadi pilihan masyarakat. Mulai dari investasi memiliki perhiasan, emas antam gold, mini gold, dan sebagainya. “Ya, sebagian pedagang emas di Pasar Relokasi Kota Batu pun juga menerima siapapun yang ingin investasi emas. Mengingat, kebutuhan sehari-hari semakin banyak, investasi emas jadi solusi,” tutupnya. (ifa/lid).

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/