alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Infrastruktur Jalan Kota Batu di-Deadline Tuntas Akhir Tahun

KOTA BATU – Pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kota Batu. Teranyar, progres pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan jalan mencapai lebih dari 20 persen. Targetnya, akhir tahun ini semua pekerjaan tersebut selesai.

Sekretaris Dinas PUPR Kota Batu Dian Fachroni mengatakan, untuk kategori pembangunan jalan ada empat ruas yang tengah dikerjakan. Utamanya yang bersifat strategis untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi. Empat ruas tersebut adalah jalan tembus area paralayang menuju Desa Sumberejo yang nanti juga menjadi akses pembantu alternatif ke wilayah Kelurahan Songgokerto. “Kami masih penguatan bahu jalan, nantinya bisa lebih lanjut lagi,” kata Dian.

Berikutnya, jalan tembus Sisir – Pandanrejo dengan saat ini sedang melakukan pengerjaan jalan pada jembatan. Lalu proses pengerjaan masih pada tahap pengecoran untuk tapak dari tiang penyangga jembatan. “Lalu untuk penguatan bahu jalan juga sudah dilaksanakan. Nanti secara simultan pembangunan jalan dan jembatan ini direncanakan akhir Desember tercapai,” jelasnya.

Begitu juga dengan pembangunan jalan tembus Sisir – Temas masih di bawah 50 persen. Nantinya untuk pengaspalan jalan tersebut sebelumnya akan dilakukan dalam bentuk pengerasan yang dilanjutkan dengan pemadatan jalan. “Untuk Jalan Toyomerto – Abdul Gani Atas, kegiatan mayor yang sekarang dikerjakan adalah pengerasan bahu jalan dalam rangka untuk pelebaran. Termasuk dilakukan pemindahan sarpras pendukung misal jaringan telekomunikasi, PJU harus digeser dulu,” terang dia.

Dian juga mengatakan, kendala cuaca terkadang juga mengganggu pekerjaan jalan. Namun, meskipun saat ini telah memasuki musim hujan walaupun malam hari tetap dilaksanakan. “Tapi menunggu progres pengecoran, apapun situasinya tetap dikerjakan,” kata Dian.

Untuk pengerjaan peningkatan jalan terdapat tujuh ruas. Pertama, ruas Brau – Paralayang – Celaket akan dilakukan percepatan terkait penanganan kendala peralatan dan material. Lalu ruas Gunungsari – Brau melewati Jantur juga masih dalam progres kurang dari 70 persen. “Kemudian ruas Junrejo – Tlekung sudah trial untuk material sudah digelar sekitar 100 meter baik kandungan aspal maupun volume dan juga menunggu keluar hasil lab,” jelas Dian.

Kemudian untuk ruas Wukir Kelurahan temas juga masih dalam tahap penyiapan pengerjaan bahu jalan. Lalu untuk ruas Batu – Junrejo yang dimulai dari museum satwa secara fisik masih dalam penggarapan penguatan bahu jalan untuk dicor. “Terakhir, ruas Tulungrejo – Sumbergondo progresnya masih 15 persen, kenapa masih semua minim ? Karena butuh pengerasan bahu jalan,” ungkapnya.

Kemudian untuk kategori pengerjaan pemeliharaan ruas Batu – Giripurno dan Jl Abdul Gani Atas sudah 90 persen. Lalu untuk kegiatan tutup lubang dilakukan setiap hari. “Total anggaran APBD reguler yang dikeluarkan untuk jalan semuanya mulai dari pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan sekitar Rp 25 miliar,” pungkas Dian. (nug/lid/rmc)

KOTA BATU – Pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kota Batu. Teranyar, progres pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan jalan mencapai lebih dari 20 persen. Targetnya, akhir tahun ini semua pekerjaan tersebut selesai.

Sekretaris Dinas PUPR Kota Batu Dian Fachroni mengatakan, untuk kategori pembangunan jalan ada empat ruas yang tengah dikerjakan. Utamanya yang bersifat strategis untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi. Empat ruas tersebut adalah jalan tembus area paralayang menuju Desa Sumberejo yang nanti juga menjadi akses pembantu alternatif ke wilayah Kelurahan Songgokerto. “Kami masih penguatan bahu jalan, nantinya bisa lebih lanjut lagi,” kata Dian.

Berikutnya, jalan tembus Sisir – Pandanrejo dengan saat ini sedang melakukan pengerjaan jalan pada jembatan. Lalu proses pengerjaan masih pada tahap pengecoran untuk tapak dari tiang penyangga jembatan. “Lalu untuk penguatan bahu jalan juga sudah dilaksanakan. Nanti secara simultan pembangunan jalan dan jembatan ini direncanakan akhir Desember tercapai,” jelasnya.

Begitu juga dengan pembangunan jalan tembus Sisir – Temas masih di bawah 50 persen. Nantinya untuk pengaspalan jalan tersebut sebelumnya akan dilakukan dalam bentuk pengerasan yang dilanjutkan dengan pemadatan jalan. “Untuk Jalan Toyomerto – Abdul Gani Atas, kegiatan mayor yang sekarang dikerjakan adalah pengerasan bahu jalan dalam rangka untuk pelebaran. Termasuk dilakukan pemindahan sarpras pendukung misal jaringan telekomunikasi, PJU harus digeser dulu,” terang dia.

Dian juga mengatakan, kendala cuaca terkadang juga mengganggu pekerjaan jalan. Namun, meskipun saat ini telah memasuki musim hujan walaupun malam hari tetap dilaksanakan. “Tapi menunggu progres pengecoran, apapun situasinya tetap dikerjakan,” kata Dian.

Untuk pengerjaan peningkatan jalan terdapat tujuh ruas. Pertama, ruas Brau – Paralayang – Celaket akan dilakukan percepatan terkait penanganan kendala peralatan dan material. Lalu ruas Gunungsari – Brau melewati Jantur juga masih dalam progres kurang dari 70 persen. “Kemudian ruas Junrejo – Tlekung sudah trial untuk material sudah digelar sekitar 100 meter baik kandungan aspal maupun volume dan juga menunggu keluar hasil lab,” jelas Dian.

Kemudian untuk ruas Wukir Kelurahan temas juga masih dalam tahap penyiapan pengerjaan bahu jalan. Lalu untuk ruas Batu – Junrejo yang dimulai dari museum satwa secara fisik masih dalam penggarapan penguatan bahu jalan untuk dicor. “Terakhir, ruas Tulungrejo – Sumbergondo progresnya masih 15 persen, kenapa masih semua minim ? Karena butuh pengerasan bahu jalan,” ungkapnya.

Kemudian untuk kategori pengerjaan pemeliharaan ruas Batu – Giripurno dan Jl Abdul Gani Atas sudah 90 persen. Lalu untuk kegiatan tutup lubang dilakukan setiap hari. “Total anggaran APBD reguler yang dikeluarkan untuk jalan semuanya mulai dari pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan sekitar Rp 25 miliar,” pungkas Dian. (nug/lid/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/