alexametrics
23C
Malang
Tuesday, 2 March 2021

PPKM Mikro, Kasus Covid-19 di Batu Malah Naik

KOTA BATU — Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyampaikan bahwa kasus covid-19 di Kota Batu mengalami kenaikan. Bahkan, kenaikannya mencapai 8 kasus selama pelaksanaan PPKM Mikro.

Hal ini disampaikan orang nomor satu di Kota Batu ini dalam rapat evaluasi PPKM mikro Provinsi Jatim yang dilaksanakan secara virtual hari ini, Selasa (23/2).

”Dalam beberapa hari terakhir ini ada kenaikan sampai delapan kasus covid-19 di Batu,” kata Politikus PDIP Kota Batu ini.

Dia menjelaskan, ada dua penyebab kenaikan kasus tersebut bisa naik di Kota Batu. Salah satunya adalah adanya masyarakat yang bekerja di luar kota dan membawa virus tersebut. ”Warga (klaster) ini tiap hari pulang-pergi kerja,” terang mantan Ketua TP PKK Kota Batu ini.

Tak hanya itu, masih kata dia, klaster kedua adalah di tempat masyarakat yang punya hajatan. Pemkot Batu mengklaim sudah sangat selektif dalam memberikan izin dan menerapkan protokol kesehatan. Namun, saat hari H kondisinya berbeda di tempat hajatan tersebut.

”Kami sudah minta maksimal hanya 5 sampai 10 orang saat akad nikah dan berjanji katanya hanya itu saja. Tapi kenyataannya, keluarga dari luar kota ada yang datang,” ungkap dia.

Lebih lanjut, pihaknya akan lebih selektif kembali dalam memberikan izin warga. Sehingga, hal tersebut tidak akan terjadi lagi. ”Kami akan lebih ketati dan selektif lagi dalam memberikan izin,” ujarnya.

Pewarta: Imam N

KOTA BATU — Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyampaikan bahwa kasus covid-19 di Kota Batu mengalami kenaikan. Bahkan, kenaikannya mencapai 8 kasus selama pelaksanaan PPKM Mikro.

Hal ini disampaikan orang nomor satu di Kota Batu ini dalam rapat evaluasi PPKM mikro Provinsi Jatim yang dilaksanakan secara virtual hari ini, Selasa (23/2).

”Dalam beberapa hari terakhir ini ada kenaikan sampai delapan kasus covid-19 di Batu,” kata Politikus PDIP Kota Batu ini.

Dia menjelaskan, ada dua penyebab kenaikan kasus tersebut bisa naik di Kota Batu. Salah satunya adalah adanya masyarakat yang bekerja di luar kota dan membawa virus tersebut. ”Warga (klaster) ini tiap hari pulang-pergi kerja,” terang mantan Ketua TP PKK Kota Batu ini.

Tak hanya itu, masih kata dia, klaster kedua adalah di tempat masyarakat yang punya hajatan. Pemkot Batu mengklaim sudah sangat selektif dalam memberikan izin dan menerapkan protokol kesehatan. Namun, saat hari H kondisinya berbeda di tempat hajatan tersebut.

”Kami sudah minta maksimal hanya 5 sampai 10 orang saat akad nikah dan berjanji katanya hanya itu saja. Tapi kenyataannya, keluarga dari luar kota ada yang datang,” ungkap dia.

Lebih lanjut, pihaknya akan lebih selektif kembali dalam memberikan izin warga. Sehingga, hal tersebut tidak akan terjadi lagi. ”Kami akan lebih ketati dan selektif lagi dalam memberikan izin,” ujarnya.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru