alexametrics
25.4 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Bersama CAMELIA, UMKM Perempuan Kota Batu Jadi Melek Digitalisasi Keuangan

Perjuangan para pelaku UMKM di Kota Batu sangat patut jadi inspirasi. Sebab, produk mereka harus terus eksis di tengah pandemi Covid-19. Namun, tekadang mereka harus menelan pahit. Mulai dari usaha yang rugi hingga berganti bisnis yang lain. Ini disebabkan, kurangnya pengetahuan tentang indentifikasi masalah, dan cara penyelesiannya. Mercy Corps Indonesia hadir melalui program CAMELIA, sebagai solusi para palaku UMKM.
Mercy Corps Indonesia merupakan organisasi lokal yang berpusat di Jakarta. Organisasi ini membantu masyarakat untuk pulih dari kondisi krisis dan memberikan kesempatan untuk mengubah dan meningkatkan kualitas hidup. Melalui Program CAMELIA (COVID-19 Recovery for Women-Led Small Businesses in Greater Malang), MCI didukung oleh VISA Foundation sejak April 2021 – April 2022 telah mendukung 321 perempuan pengusaha kecil di Malang Raya melalui pelatihan dan pendampingan dengan metode offline dan online atau hybrid. Tujuannya untuk membantu meningkatkan pendapatan dan membuka kesem­patan kerja dengan akses keuangan digital dan pendampingan usaha.
Salah satu fasilitator Program CAMELIA dari kelompok Bumiaji & Batu II, Yayuk Murniwati me­ngatakan bahwa Program CAMELIA dari MCI merupakan program yang tuntas dan lengkap edukasinya. “Pembelajaran yang diberikan mulai dari manajemen rantai pasok, literasi dan manajemen keuangan, laporan keuangan, analisis strategi pemasaran hingga marketing online,” katanya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Per­dagangan Pemkot Batu Eko Suhartono turut hadir dalam acara Learning Event & Closing Program, di Golden Tulip, Kamis (21/4). Ia sangat mengapresiasi program dari Mercy Corps Indonesia dalam hal ini CAMELIA. Pasalnya, banyak hal yang dibantu, seperti tata kelola keuangan yang benar, hingga digitalisasinya.
“Model manual terhenti, jualan offline terhenti. Artinya pada pandemi awal itu cukup berat bagi UMKM. Mercy Corps Indonesia masuk di era digitalisasi. Paling tidak sudah bisa memberikan peluang kepada mereka untuk memasarkan dan bertahan dalam situasi pandemi, itu sudah luar biasa. Terus terang ada perubahan situasi perubahan jual beli offline sekarang jadi online,” jelasnya. (rof/dik)

Perjuangan para pelaku UMKM di Kota Batu sangat patut jadi inspirasi. Sebab, produk mereka harus terus eksis di tengah pandemi Covid-19. Namun, tekadang mereka harus menelan pahit. Mulai dari usaha yang rugi hingga berganti bisnis yang lain. Ini disebabkan, kurangnya pengetahuan tentang indentifikasi masalah, dan cara penyelesiannya. Mercy Corps Indonesia hadir melalui program CAMELIA, sebagai solusi para palaku UMKM.
Mercy Corps Indonesia merupakan organisasi lokal yang berpusat di Jakarta. Organisasi ini membantu masyarakat untuk pulih dari kondisi krisis dan memberikan kesempatan untuk mengubah dan meningkatkan kualitas hidup. Melalui Program CAMELIA (COVID-19 Recovery for Women-Led Small Businesses in Greater Malang), MCI didukung oleh VISA Foundation sejak April 2021 – April 2022 telah mendukung 321 perempuan pengusaha kecil di Malang Raya melalui pelatihan dan pendampingan dengan metode offline dan online atau hybrid. Tujuannya untuk membantu meningkatkan pendapatan dan membuka kesem­patan kerja dengan akses keuangan digital dan pendampingan usaha.
Salah satu fasilitator Program CAMELIA dari kelompok Bumiaji & Batu II, Yayuk Murniwati me­ngatakan bahwa Program CAMELIA dari MCI merupakan program yang tuntas dan lengkap edukasinya. “Pembelajaran yang diberikan mulai dari manajemen rantai pasok, literasi dan manajemen keuangan, laporan keuangan, analisis strategi pemasaran hingga marketing online,” katanya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Per­dagangan Pemkot Batu Eko Suhartono turut hadir dalam acara Learning Event & Closing Program, di Golden Tulip, Kamis (21/4). Ia sangat mengapresiasi program dari Mercy Corps Indonesia dalam hal ini CAMELIA. Pasalnya, banyak hal yang dibantu, seperti tata kelola keuangan yang benar, hingga digitalisasinya.
“Model manual terhenti, jualan offline terhenti. Artinya pada pandemi awal itu cukup berat bagi UMKM. Mercy Corps Indonesia masuk di era digitalisasi. Paling tidak sudah bisa memberikan peluang kepada mereka untuk memasarkan dan bertahan dalam situasi pandemi, itu sudah luar biasa. Terus terang ada perubahan situasi perubahan jual beli offline sekarang jadi online,” jelasnya. (rof/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/