alexametrics
22.2 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Sania, Fotografer Wawali Kota Batu yang Nyambi Jadi Aktris Lokal

Di dunia akting, kemampuan Sahabat Sania Oky Samudra ini tidak perlu diragukan. Meski sebenarnya memiliki sifat yang pemalu, ketika diminta berperan karakter antagonis dia tak akan menolak. Kini, gadis yang akrab disapa Sania itu sudah berperan dalam empat film pendek lokal di Kota Batu.

Wanita kelahiran 7 Oktober 1999 ini terakhir memainkan film pendek berjudul Geger Geden, karya sineas dari Sinema Batu Adem. Film tersebut digarap mulai 30 Agustus hingga 2 September. Dia berperan sebagai Mbak Suliha yakni anak dari Bu Nur yang berjualan bakso. Di film itu dia harus berperan sebagai seseorang yang memiliki karakter judes.

“Perannya seperti anak yang suka menggunjing orang lain karena filmnya bercerita tentang konflik antar penjual bakso,” katanya. Awalnya, untuk memerankan karakter tersebut sangat sulit baginya. Namun ketika sudah mempelajari naskah alur cerita dan workshop antar pemain, Sania bisa beradaptasi dan menyesuaikan peran yang dimaksud.

Meski disibukkan dengan profesinya sebagai fotografer dari Wakil Wali Kota Batu, tidak menyurutkan kesenangannya dalam berakting. Dia bahkan juga harus membagi waktu kuliahnya di Jurusan Desain Komunikasi Visual STIKI Malang. Dengan bermain film menurutnya dapat menambah ilmu dan relasi. Pencinta drama Korea ini juga bercita-cita suatu saat bisa bermain film skala nasional. (nug/lid/rmc)

Di dunia akting, kemampuan Sahabat Sania Oky Samudra ini tidak perlu diragukan. Meski sebenarnya memiliki sifat yang pemalu, ketika diminta berperan karakter antagonis dia tak akan menolak. Kini, gadis yang akrab disapa Sania itu sudah berperan dalam empat film pendek lokal di Kota Batu.

Wanita kelahiran 7 Oktober 1999 ini terakhir memainkan film pendek berjudul Geger Geden, karya sineas dari Sinema Batu Adem. Film tersebut digarap mulai 30 Agustus hingga 2 September. Dia berperan sebagai Mbak Suliha yakni anak dari Bu Nur yang berjualan bakso. Di film itu dia harus berperan sebagai seseorang yang memiliki karakter judes.

“Perannya seperti anak yang suka menggunjing orang lain karena filmnya bercerita tentang konflik antar penjual bakso,” katanya. Awalnya, untuk memerankan karakter tersebut sangat sulit baginya. Namun ketika sudah mempelajari naskah alur cerita dan workshop antar pemain, Sania bisa beradaptasi dan menyesuaikan peran yang dimaksud.

Meski disibukkan dengan profesinya sebagai fotografer dari Wakil Wali Kota Batu, tidak menyurutkan kesenangannya dalam berakting. Dia bahkan juga harus membagi waktu kuliahnya di Jurusan Desain Komunikasi Visual STIKI Malang. Dengan bermain film menurutnya dapat menambah ilmu dan relasi. Pencinta drama Korea ini juga bercita-cita suatu saat bisa bermain film skala nasional. (nug/lid/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/