alexametrics
23.3 C
Malang
Monday, 15 August 2022

BNS Buka Tapi Tak Tiap hari, Catat Jadwalnya Biar Nggak Kecele

KOTA BATU – Secara perlahan, pelaku wisata di Kota Batu mulai menggeliat. Batu Night Spectacular misalnya, objek wisata yang buka hanya pada sore hingga malam hari ini mulai beroperasi meski belum 100 persen, alias hanya di Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Selain itu, karyawan juga hanya masuk 15 hari kerja karena sepinya pengunjung karena pandemi Covid-19.

”Belum seperti dulu karena kebanyakan pengunjung sekarang adalah keluarga-keluarga saja. Yang buat ramai kan kalau ada rombongan sekolah gitu, tapi sekarang masih belum aktif,” terang Operation Manager BNS Harry Cahyono kemarin (22/11).

Dia menjelaskan, kapasitas penuh BNS adalah 3000 pengunjung. Namun, dengan peraturan yang sudah diberikan sesuai standar protokol kesehatan (prokes) hanya dibatasi sejumlah 50 persen dari kapasitas maksimal.

Pembatasan itu pun seperti tak berpengaruh karena meski tidak ada pembatasan pun jumlah pelancong yang hadir tak pernah sampai 50 persen dari kapasitas maksimal. Per harinya rata-rata BNS hanya dikunjungi 1000 wisatawan. Apalagi jika hujan datang, jumlahnya bisa anjlok hingga 400 pengunjung saja.

”Tempat wisata kami kan outdoor, jadi kalau hujan pasti ya sangat berpengaruh. Mereka yang sudah telanjur datang juga tidak bisa menikmati wahana dengan nyaman,” ucapnya.

Wisatawan yang datang kebanyakan berasal dari luar daerah meliputi Jakarta, Surabaya, dan Bali. Pihak pengelola juga sudah mempersiapkan kelengkapan prokes demi keamanan berbagai pihak.

Sebelum memasuki area ini pengunjung diwajibkan untuk mencuci tangan dan mengecek suhu badan. Selanjutnya, wisatawan akan disemprot menggunakan disinfektan yang selanjutnya akan diarahkan untuk mengisi formulir. Formulir tersebut berisi tentang kegiatan 14 hari ke belakang sebelum mengunjungi BNS.

Jika ada pelancong yang suhu badannya tidak normal, dia akan ditempatkan di ruang istirahat untuk menunggu suhu badan kembali normal. Rujukan ke rumah sakit terdekat akan dilaksanakan jika kondisi terdesak terjadi. ”Alhamdulillah selama ini belum ada yang terindikasi korona. Tapi jika nanti terjadi seperti itu, kami sudah siap,” katanya.

Ada beberapa wahana favorit yang berada di BNS seperti lampion garden, drop twist tower, dan aero test. ”Bisa wisata kembali tentu sesuatu yang menyenangkan. Semoga kondisi segera membaik dan semua orang bisa berwisata tanpa berpikiran waswas,” ujar salah satu pengunjung, Achmad Sulchan.

Pewarta: Wildan

KOTA BATU – Secara perlahan, pelaku wisata di Kota Batu mulai menggeliat. Batu Night Spectacular misalnya, objek wisata yang buka hanya pada sore hingga malam hari ini mulai beroperasi meski belum 100 persen, alias hanya di Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Selain itu, karyawan juga hanya masuk 15 hari kerja karena sepinya pengunjung karena pandemi Covid-19.

”Belum seperti dulu karena kebanyakan pengunjung sekarang adalah keluarga-keluarga saja. Yang buat ramai kan kalau ada rombongan sekolah gitu, tapi sekarang masih belum aktif,” terang Operation Manager BNS Harry Cahyono kemarin (22/11).

Dia menjelaskan, kapasitas penuh BNS adalah 3000 pengunjung. Namun, dengan peraturan yang sudah diberikan sesuai standar protokol kesehatan (prokes) hanya dibatasi sejumlah 50 persen dari kapasitas maksimal.

Pembatasan itu pun seperti tak berpengaruh karena meski tidak ada pembatasan pun jumlah pelancong yang hadir tak pernah sampai 50 persen dari kapasitas maksimal. Per harinya rata-rata BNS hanya dikunjungi 1000 wisatawan. Apalagi jika hujan datang, jumlahnya bisa anjlok hingga 400 pengunjung saja.

”Tempat wisata kami kan outdoor, jadi kalau hujan pasti ya sangat berpengaruh. Mereka yang sudah telanjur datang juga tidak bisa menikmati wahana dengan nyaman,” ucapnya.

Wisatawan yang datang kebanyakan berasal dari luar daerah meliputi Jakarta, Surabaya, dan Bali. Pihak pengelola juga sudah mempersiapkan kelengkapan prokes demi keamanan berbagai pihak.

Sebelum memasuki area ini pengunjung diwajibkan untuk mencuci tangan dan mengecek suhu badan. Selanjutnya, wisatawan akan disemprot menggunakan disinfektan yang selanjutnya akan diarahkan untuk mengisi formulir. Formulir tersebut berisi tentang kegiatan 14 hari ke belakang sebelum mengunjungi BNS.

Jika ada pelancong yang suhu badannya tidak normal, dia akan ditempatkan di ruang istirahat untuk menunggu suhu badan kembali normal. Rujukan ke rumah sakit terdekat akan dilaksanakan jika kondisi terdesak terjadi. ”Alhamdulillah selama ini belum ada yang terindikasi korona. Tapi jika nanti terjadi seperti itu, kami sudah siap,” katanya.

Ada beberapa wahana favorit yang berada di BNS seperti lampion garden, drop twist tower, dan aero test. ”Bisa wisata kembali tentu sesuatu yang menyenangkan. Semoga kondisi segera membaik dan semua orang bisa berwisata tanpa berpikiran waswas,” ujar salah satu pengunjung, Achmad Sulchan.

Pewarta: Wildan

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/