alexametrics
22.5 C
Malang
Sunday, 3 July 2022

Bisa Ada 4 Calon Wali Kota di Pilkada 2024

KOTA BATU –Pemilihan Wali Kota Batu masih dua tahun lagi, yaitu tahun 2024 mendatang, namun desas-desus siapa saja kandidat bakal calon wali kota sudah berhembus kencang di kalangan masyarakat. Sejumlah nama telah mencuat meski belum tentu maju beneran.

Mereka yang namanya mulai diperhitungkan itu antara lain Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko,Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Ketua DPC PKB Kota Batu Nurochman, Ketua PCNU Kota Batu Budiono, termasuk anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Krisdayanti dan sejumlah nama lainnya. Tetapi siapa yang akan bisa maju, semuanya tergantung hasil perolehan suara partai dalam pemilu 2024 mendatang.

Namun, jika melihat hasil Pemilu 2019, menurut Ketua KPU Kota Batu Mardiono,untuk partai politik yang bisa mengusung calon adalah yang memiliki 20 persen dari jumlah kursi di DPRD atau 25 persen dari suara sah secara keseluruhan. “Ya, kalau di Kota Batu ada 30 kursi untuk legislatif. Bagi yang tidak mencapai 20 persen atau mendapat 6 kursi otomatis harus berkoalisi,” ujarnya.

Mardiono menyebut, berdasarkan data Pemilu 2019 di Kota Batu, yang mendapat kursi ada 8 partai. Dengan perincian, PDIP mendapat 6 kursi, PKB 5 kursi, PAN dan Demokrat sama-sama mendapat 2 kursi, Gerindra, Golkar, dan PKS mendapat 4 kursi. Sedangkan, Nasdem memperoleh 3 kursi. Namun, melihat dinamika politik nasional dan daerah, maka perolehan kursi tiap partai sangat mungkin berubah total, jauh dari perolehan pemilu 2019.

Saat ditanya kemungkinan pasang calon wali kota Batu, Mardiono mengatakan, sementara ini jika melihat perkiraan berdasarkan hasil pemilu 2019, calon wali kota bisa ada 4 pasangan. Akan tetapi, jika ada  calon independen maka dapat bertambah menjadi 5 pasangan calon.

Sekadar informasi, hasil pemilu 2019, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) memperoleh perolehan suara tertinggi yakni mencapai 33,17 persen. Posisi kedua yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh 15,52 persen. Urutan ketiga didapatkan Partai Gerakan Indonesia Raya 10,57 persen. Sedangkan, posisi keempat diperoleh Golkar dengan suara 7,60 persen. Untuk posisi kelima didapat PAN sebanyak 7,22 persen.

Melihat dari perolehan suara pemilu tahun 2019 tersebut maka partai yang bisa mengusung calon sendiri adalah PDI Perjuangan. Sedangkan partai yang lainnya harus berkoalisi.  Kemudian untuk calon perseorangan yang ingin maju maka harus mengantongi dukungan 10 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT).

“Tapi yang jelas untuk komposisi kursi ini menunggu hasil Pemilu 14 Februari 2024. Jadi, dasar pemilu terakhirlah untuk acuan pemilihan wali kota. Untuk itu, komposisi kursi belum dapat dipastikan,” jelas Mardiono. (ifa/lid).

 

KOTA BATU –Pemilihan Wali Kota Batu masih dua tahun lagi, yaitu tahun 2024 mendatang, namun desas-desus siapa saja kandidat bakal calon wali kota sudah berhembus kencang di kalangan masyarakat. Sejumlah nama telah mencuat meski belum tentu maju beneran.

Mereka yang namanya mulai diperhitungkan itu antara lain Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko,Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Ketua DPC PKB Kota Batu Nurochman, Ketua PCNU Kota Batu Budiono, termasuk anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Krisdayanti dan sejumlah nama lainnya. Tetapi siapa yang akan bisa maju, semuanya tergantung hasil perolehan suara partai dalam pemilu 2024 mendatang.

Namun, jika melihat hasil Pemilu 2019, menurut Ketua KPU Kota Batu Mardiono,untuk partai politik yang bisa mengusung calon adalah yang memiliki 20 persen dari jumlah kursi di DPRD atau 25 persen dari suara sah secara keseluruhan. “Ya, kalau di Kota Batu ada 30 kursi untuk legislatif. Bagi yang tidak mencapai 20 persen atau mendapat 6 kursi otomatis harus berkoalisi,” ujarnya.

Mardiono menyebut, berdasarkan data Pemilu 2019 di Kota Batu, yang mendapat kursi ada 8 partai. Dengan perincian, PDIP mendapat 6 kursi, PKB 5 kursi, PAN dan Demokrat sama-sama mendapat 2 kursi, Gerindra, Golkar, dan PKS mendapat 4 kursi. Sedangkan, Nasdem memperoleh 3 kursi. Namun, melihat dinamika politik nasional dan daerah, maka perolehan kursi tiap partai sangat mungkin berubah total, jauh dari perolehan pemilu 2019.

Saat ditanya kemungkinan pasang calon wali kota Batu, Mardiono mengatakan, sementara ini jika melihat perkiraan berdasarkan hasil pemilu 2019, calon wali kota bisa ada 4 pasangan. Akan tetapi, jika ada  calon independen maka dapat bertambah menjadi 5 pasangan calon.

Sekadar informasi, hasil pemilu 2019, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) memperoleh perolehan suara tertinggi yakni mencapai 33,17 persen. Posisi kedua yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh 15,52 persen. Urutan ketiga didapatkan Partai Gerakan Indonesia Raya 10,57 persen. Sedangkan, posisi keempat diperoleh Golkar dengan suara 7,60 persen. Untuk posisi kelima didapat PAN sebanyak 7,22 persen.

Melihat dari perolehan suara pemilu tahun 2019 tersebut maka partai yang bisa mengusung calon sendiri adalah PDI Perjuangan. Sedangkan partai yang lainnya harus berkoalisi.  Kemudian untuk calon perseorangan yang ingin maju maka harus mengantongi dukungan 10 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT).

“Tapi yang jelas untuk komposisi kursi ini menunggu hasil Pemilu 14 Februari 2024. Jadi, dasar pemilu terakhirlah untuk acuan pemilihan wali kota. Untuk itu, komposisi kursi belum dapat dipastikan,” jelas Mardiono. (ifa/lid).

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/