alexametrics
27C
Malang
Sunday, 24 January 2021

Disiapkan Rp 200 M, Pemkot Batu Bangun Destinasi Baru Pasar Wisata

KOTA BATU – Kota Batu bakal memiliki destinasi wisata baru berkonsep pasar tradisional di lahan 4,4 hektar. Tempat wisata yang menyatukan pedagang pasar induk Kota Batu dan para pedagang kaki lima sekitar pasar ini, dibangun dari anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN) sebesar Rp 200 miliar.

Anggaran dari APBN tersebut juga masuk dalam Perpres RI nomor 88 tahun 2019 dan kerja sama Kemendag dan Kemen PUPR RI. Bahkan, perwakilan Kemendag dan Kemen PUPR juga berkunjung ke Kota Batu untuk melihat persiapan pembangunan tersebut, Selasa (24/11).

Tak hanya itu, detail engineering design (DED) pembangunan ‘pasar wisata rakyat’ tersebut juga dipresentasikan di hadapan para dirjen dua kementerian tersebut. Yaitu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI Syailendra dan Direktur Prasarana Strategis Kementerian PUPR RI Iwan Suprijadi.

“Konsepnya ramah lingkungan, sinar matahari bisa menembus dari lantai tiga gedung. Jadi bisa menghemat penggunaan energi listrik,” kata Kuspriadi, arsitek ‘pasar wisata rakyat’ di ruang rapat utama Wali Kota Batu, Selasa (24/11).

Tak hanya itu, Kuspriadi melanjutkan, rooftop gedung tersebut nantinya juga menjadi food court. Konsepnya juga dibiarkan alami. “Jadi wisatawan bisa menikmati keindahan Kota Batu sambil menikmati kuliner,” ungkap dia.

Hanya saja, Kuspriadi menambahkan, anggaran dari pusat tersebut cukup untuk pembangunan pasar. Sedangkan untuk pembangunan tempat parkirnya masih membutuhkan dana sekitar Rp 35 miliar lagi. “Anggarannya cukup untuk pembangunan induknya saja,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Prasarana Strategis Kementerian PUPR RI Iwan Suprijadi memberikan saran terhadap penggunaan anggaran tersebut. Yakni, diminta untuk bisa digunakan sepenuhnya dalam pembangunan pasar secara total. “Pak Presiden menginstruksikan, anggaran itu untuk semuanya. Nanti bisa didiskusikan lagi dengan tim dari kami. Termasuk bagaimana tangga daruratnya,” kata Iwan.

Terpisah, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI Syailendra menambahkan, bahwa pasar tersebut juga harus bisa menjadi destinasi wisata. Karena Kota Batu terkenal dengan wisatanya. “Jadi orang nggak cuma belanja, tapi ada sesuatu yang bisa dinikmati,” kata Syailendra.

Pewarta: Imam Nasrodin

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca