alexametrics
23C
Malang
Tuesday, 20 April 2021

Gereja Katolik Paroki ‘Gembala Baik’ Batu Batasi 500 Jemaat

KOTA BATU – Gereja Katolik Paroki ‘Gembala Baik’ Batu membatasi jumlah jemaat pada Natal tahun ini, yakni hanya 500 orang. Pembatasan ini dilakukan agar mudah dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Romo Stanislaus Jenambur, O.Carm menyampaikan, total jemaatnya di Kota Wisata Batu mencapai sekitar 3.000 orang. Tahun-tahun sebelumnya, jemaat yang hadir mencapai sekitar 2.000 orang yang mengikuti kegiatan Natal di Gereja Katolik Paroki ‘Gembala Baik’ Batu.

“Tahun ini kami batasi hanya 500 jemaat,” kata Romo Stanislaus Jenambur, O.Carm, usai mendampingi rombongan Wali Kota Batu dan Forkopimda yang berkunjung di Gereja Katolik Paroki ‘Gembala Baik’ Batu, Kamis (24/12).

Tak hanya itu, dia melanjutkan, dalam Natal tahun ini ada satu kegiatan yang ditiadakan, yaitu krakalan. Kegiatan ini adalah makan bersama dari makanan yang dibawa oleh jemaat sendiri. “Tahun ini (krakalan) kami tiadakan,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, Gereja Katolik Paroki ‘Gembala Baik’ Batu sudah menerapkan protokol kesehatan. Demikian juga di tempat-tempat lain melakukan hal yang sama. “Masyarakat sudah sadar akan kesehatannya, untuk diri sendiri, dan orang lain,” kata Dewanti.

Pewarta: Imam Nasrodin

KOTA BATU – Gereja Katolik Paroki ‘Gembala Baik’ Batu membatasi jumlah jemaat pada Natal tahun ini, yakni hanya 500 orang. Pembatasan ini dilakukan agar mudah dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Romo Stanislaus Jenambur, O.Carm menyampaikan, total jemaatnya di Kota Wisata Batu mencapai sekitar 3.000 orang. Tahun-tahun sebelumnya, jemaat yang hadir mencapai sekitar 2.000 orang yang mengikuti kegiatan Natal di Gereja Katolik Paroki ‘Gembala Baik’ Batu.

“Tahun ini kami batasi hanya 500 jemaat,” kata Romo Stanislaus Jenambur, O.Carm, usai mendampingi rombongan Wali Kota Batu dan Forkopimda yang berkunjung di Gereja Katolik Paroki ‘Gembala Baik’ Batu, Kamis (24/12).

Tak hanya itu, dia melanjutkan, dalam Natal tahun ini ada satu kegiatan yang ditiadakan, yaitu krakalan. Kegiatan ini adalah makan bersama dari makanan yang dibawa oleh jemaat sendiri. “Tahun ini (krakalan) kami tiadakan,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, Gereja Katolik Paroki ‘Gembala Baik’ Batu sudah menerapkan protokol kesehatan. Demikian juga di tempat-tempat lain melakukan hal yang sama. “Masyarakat sudah sadar akan kesehatannya, untuk diri sendiri, dan orang lain,” kata Dewanti.

Pewarta: Imam Nasrodin

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru