alexametrics
21.1 C
Malang
Saturday, 2 July 2022

Harga Cabai Makin Pedas di Kota Batu, Tembus Rp 80 Ribu Per Kilogram

KOTA BATU – Hujan yang hampir setiap hari turun membuat hasil panen cabai merah terganggu. Lonjakan harga di pasar pun terjadi karena persediaan yang tidak sebesar permintaan. Meski harga naik, banyak petani yang menanggung risiko hasil panen kurang bagus.

Kelangkaan pasokan cabai merah tersebut diungkapkan Solikin, salah seorang pedagang Pasar Besar Kota Batu kemarin (25/1). ”Yang jelas barang langka membuat harga ini naik. Biasanya konsumen membeli satu kilogram kini hanya membeli satu ons,” ungkapnya. Dalam beberapa hari terakhir, harga cabai merah melonjak hingga kisaran Rp 80 ribu per-kilogramnya.

Berbeda dengan dua pekan lalu, harga cabai merah terpantau hanya Rp 60 ribu per kilonya. Melonjaknya harga cabai merah membuat pembeli mengurangi konsumsinya. Solikin juga mengaku mendapatkan pengurangan pasokan dari petani bila dibandingkan dengan sebelum harga cabai melonjak. Menurutnya, banyak petani cabai merah mengalami gagal panen lantaran guyuran hujan dengan intensitas cukup tinggi. “Bahkan ada yang sampai rugi setengah hektare,” tambahnya.

Biaya operasional untuk penyemprotan pestisida cenderung tinggi karena dilakukan secara berkali-kali. “Sekarang, penyiraman belum selesai sudah diguyur hujan dan otomatis jadi kurang maksimal. Penyerapan pestisida dan obat agar tidak membusuk biasanya memakan waktu 3 jam,” katanya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

KOTA BATU – Hujan yang hampir setiap hari turun membuat hasil panen cabai merah terganggu. Lonjakan harga di pasar pun terjadi karena persediaan yang tidak sebesar permintaan. Meski harga naik, banyak petani yang menanggung risiko hasil panen kurang bagus.

Kelangkaan pasokan cabai merah tersebut diungkapkan Solikin, salah seorang pedagang Pasar Besar Kota Batu kemarin (25/1). ”Yang jelas barang langka membuat harga ini naik. Biasanya konsumen membeli satu kilogram kini hanya membeli satu ons,” ungkapnya. Dalam beberapa hari terakhir, harga cabai merah melonjak hingga kisaran Rp 80 ribu per-kilogramnya.

Berbeda dengan dua pekan lalu, harga cabai merah terpantau hanya Rp 60 ribu per kilonya. Melonjaknya harga cabai merah membuat pembeli mengurangi konsumsinya. Solikin juga mengaku mendapatkan pengurangan pasokan dari petani bila dibandingkan dengan sebelum harga cabai melonjak. Menurutnya, banyak petani cabai merah mengalami gagal panen lantaran guyuran hujan dengan intensitas cukup tinggi. “Bahkan ada yang sampai rugi setengah hektare,” tambahnya.

Biaya operasional untuk penyemprotan pestisida cenderung tinggi karena dilakukan secara berkali-kali. “Sekarang, penyiraman belum selesai sudah diguyur hujan dan otomatis jadi kurang maksimal. Penyerapan pestisida dan obat agar tidak membusuk biasanya memakan waktu 3 jam,” katanya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/