alexametrics
30.1 C
Malang
Monday, 20 September 2021

Sepi Pembeli, Petani Bunga Mawar di Kota Batu Kurangi Stok

KOTA BATU – Beragam jenis bunga dibudidayakan pertani Kota Batu. Salah satu yang sempat nge-trend adalah bunga mawar. Namun selama PPKM Darurat, sepinya pembeli membuat petani mengurangi stok tanaman agar tak terus merugi.

Hal tersebut terlihat di salah satu Pasar Bunga Sekar Mulyo, Desa Sidomulyo, Kecamatan/Kota Batu. Gunawan, salah seorang petani bunga mengatakan, pihaknya mengalami kerugian selama PPKM Darurat ini.
“Sebelum diberlakukan PPKM Darurat, bunga mawar ini banyak yang beli, tapi sekarang sepi,” ujarnya Minggu (25/7). Jika biasanya harga mawar dipatok seharga Rp 3.000 – Rp 4.000, kini turun hingga Rp 500 per tangkainya.

Tentu untuk merawat bunga mawar juga dibutuhkan biaya, dan hal itu menjadi kerugian bagi para petani. “Harga jual kian murah, sementara biaya perawatan tetap, ya pasti kami merugi,” ucapnya.

Berbagai cara dilakukan Ayu, salah seorang pedagang bunga mawar agar stok bunga tetap laku. Termasuk mencoba memasarkan penjualan bunganya via online meskipun hasilnya belum optimal. ”Petani juga mengurangi stok bunga mawar, karena dikhawatirkan mati, tidak laku, dan harus dibuang,” terangnya.

Dalam perawatannya, bunga mawar harus dipangkas ketika ada yang mengering atau layu, dan pemberian pupuk yang cukup sebagai nutrisi agar lebih subur.

Untuk menghindari hama juga dilakukan penyemprotan pestisida sebanyak 1-2 kali dalam sebulan. Meskipun perawatan bunga mawar tidak begitu susah, namun harus dilakukan secara konsisten dan berhati-hati.

Pewarta: Roisyatul Mufidah

KOTA BATU – Beragam jenis bunga dibudidayakan pertani Kota Batu. Salah satu yang sempat nge-trend adalah bunga mawar. Namun selama PPKM Darurat, sepinya pembeli membuat petani mengurangi stok tanaman agar tak terus merugi.

Hal tersebut terlihat di salah satu Pasar Bunga Sekar Mulyo, Desa Sidomulyo, Kecamatan/Kota Batu. Gunawan, salah seorang petani bunga mengatakan, pihaknya mengalami kerugian selama PPKM Darurat ini.
“Sebelum diberlakukan PPKM Darurat, bunga mawar ini banyak yang beli, tapi sekarang sepi,” ujarnya Minggu (25/7). Jika biasanya harga mawar dipatok seharga Rp 3.000 – Rp 4.000, kini turun hingga Rp 500 per tangkainya.

Tentu untuk merawat bunga mawar juga dibutuhkan biaya, dan hal itu menjadi kerugian bagi para petani. “Harga jual kian murah, sementara biaya perawatan tetap, ya pasti kami merugi,” ucapnya.

Berbagai cara dilakukan Ayu, salah seorang pedagang bunga mawar agar stok bunga tetap laku. Termasuk mencoba memasarkan penjualan bunganya via online meskipun hasilnya belum optimal. ”Petani juga mengurangi stok bunga mawar, karena dikhawatirkan mati, tidak laku, dan harus dibuang,” terangnya.

Dalam perawatannya, bunga mawar harus dipangkas ketika ada yang mengering atau layu, dan pemberian pupuk yang cukup sebagai nutrisi agar lebih subur.

Untuk menghindari hama juga dilakukan penyemprotan pestisida sebanyak 1-2 kali dalam sebulan. Meskipun perawatan bunga mawar tidak begitu susah, namun harus dilakukan secara konsisten dan berhati-hati.

Pewarta: Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru