alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Ciptakan Rasa Aman dari Covid-19, RSU Karsa Husada Dibagi Dua Zona

KOTA BATU – Rumah Sakit Umum (RSU) Karsa Husada Kota Batu memisahkan pelayanan kesehatan menjadi dua zona, yakni zona penanganan Covid-19 dan non-Covid-19.

Pemisahan pelayanan tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang datang ke RSU Karsa Husada di masa pandemi. Seperti diketahui, rumah sakit ini sebagai salah satu rujukan pasien Covid-19 di Kota Batu. Karena itu, ada kekhawatiran tertular virus asal Wuhan, Tiongkok, tersebut saat mendapatkan layanan kesehatan ke rumah sakit ini.

Direktur RSU Karsa Husada Batu dr Tries Anggraini MKes mengatakan, RSU Karsa Husada memang ditunjuk sebagai RS Rujukan penanganan Covid oleh Provinsi Jawa Timur. Sehingga, tak heran jika masyarakat menjadi takut dan parno ketika harus berobat ke rumah sakit.

Namun, dampak dari ketakutan datang ke RSU Karsa Huasada itu, dia mengatakan, sering menemukan ada beberapa kasus penyakit yang terlambat penanganan.

“Waktu itu salah satunya penyakit usus buntu, karena takut yang mau ke RS maka penanganannya terlambat,” terang dokter Tries, sapaan karibnya.

Padahal, dia melanjutkan, penyakit jenis apapun sangat penting untuk diketahui secara dini, karena berpengaruh besar pada tingkat kesembuhannya.

Dokter Tries menjelaskan, pemisahan zona di RSU Karsa Husada ini yakni di sisi sebelah timur, yang dulunya ex rumah sakit paru dan lokasi baru yang sekarang ini.

“Untuk yang lokasi baru ini digunakan untuk penyakit penanganan nonCovid-19, sedangkan pasien Covid-19 sudah mulai tersentralisir di sebelah timur,” ujar dia.

Bahkan, Ruang IGD untuk Covid-19 nantinya juga akan dipindah ke sisi sebelah timur, yang sekarang ini masih proses dibangun. “Termasuk juga ruang operasi khusus pasien Covid dan fasilitas ronsennya juga disana,” ucapnya.

Dengan adanya dua zona itu, menurut dia, masyarakat yang datang berobat ke RSU Karsa Husada akan dipilah untuk penanganannya sesuai dengan keluhannya masing-masing. Dengan begitu, masyarakat diharapkan tidak perlu takut lagi datang ke rumah sakit.

Secara garis besar, kata dokter Tries, penanganan yang dilakukan terpisah ini bertujuan untuk memastikan masyarakat merasa aman ketika brobat ke Karsa Husada. Begitupun pada pasien yang memiliki penyakit menular, tentunya juga akan merasa nyaman karena tidak mengalami stigmanisasi dari masyarakat.

Pewarta: Ulfa Afrian

KOTA BATU – Rumah Sakit Umum (RSU) Karsa Husada Kota Batu memisahkan pelayanan kesehatan menjadi dua zona, yakni zona penanganan Covid-19 dan non-Covid-19.

Pemisahan pelayanan tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang datang ke RSU Karsa Husada di masa pandemi. Seperti diketahui, rumah sakit ini sebagai salah satu rujukan pasien Covid-19 di Kota Batu. Karena itu, ada kekhawatiran tertular virus asal Wuhan, Tiongkok, tersebut saat mendapatkan layanan kesehatan ke rumah sakit ini.

Direktur RSU Karsa Husada Batu dr Tries Anggraini MKes mengatakan, RSU Karsa Husada memang ditunjuk sebagai RS Rujukan penanganan Covid oleh Provinsi Jawa Timur. Sehingga, tak heran jika masyarakat menjadi takut dan parno ketika harus berobat ke rumah sakit.

Namun, dampak dari ketakutan datang ke RSU Karsa Huasada itu, dia mengatakan, sering menemukan ada beberapa kasus penyakit yang terlambat penanganan.

“Waktu itu salah satunya penyakit usus buntu, karena takut yang mau ke RS maka penanganannya terlambat,” terang dokter Tries, sapaan karibnya.

Padahal, dia melanjutkan, penyakit jenis apapun sangat penting untuk diketahui secara dini, karena berpengaruh besar pada tingkat kesembuhannya.

Dokter Tries menjelaskan, pemisahan zona di RSU Karsa Husada ini yakni di sisi sebelah timur, yang dulunya ex rumah sakit paru dan lokasi baru yang sekarang ini.

“Untuk yang lokasi baru ini digunakan untuk penyakit penanganan nonCovid-19, sedangkan pasien Covid-19 sudah mulai tersentralisir di sebelah timur,” ujar dia.

Bahkan, Ruang IGD untuk Covid-19 nantinya juga akan dipindah ke sisi sebelah timur, yang sekarang ini masih proses dibangun. “Termasuk juga ruang operasi khusus pasien Covid dan fasilitas ronsennya juga disana,” ucapnya.

Dengan adanya dua zona itu, menurut dia, masyarakat yang datang berobat ke RSU Karsa Husada akan dipilah untuk penanganannya sesuai dengan keluhannya masing-masing. Dengan begitu, masyarakat diharapkan tidak perlu takut lagi datang ke rumah sakit.

Secara garis besar, kata dokter Tries, penanganan yang dilakukan terpisah ini bertujuan untuk memastikan masyarakat merasa aman ketika brobat ke Karsa Husada. Begitupun pada pasien yang memiliki penyakit menular, tentunya juga akan merasa nyaman karena tidak mengalami stigmanisasi dari masyarakat.

Pewarta: Ulfa Afrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/