alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Wisata Kota Batu Tutup Total Mulai Jam 5 Sore Saat Malam Tahun Baru

KOTA BATU — Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menginstruksikan kepada pengelola wisata agar pukul 17.00 WIB semua wahana ditutup pada malam tahun baru mendatang. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan.

Ia mengatakan, langkah tersebut diambil untuk meminimalisir potensi munculnya kasus positif Covid-19 dari klaster liburan. Menurut Dewanti, langkah tersebut juga menjadi upaya untuk menekan rasio kematian akibat Covid-19 di Kota batu yang relatif masih tinggi, yaitu 8 persen.

Selain kebijakan untuk menutup tempat wisata maksimal pukul 17.00, Pemkot Batu juga meminta agar tempat wisata yang beroperasi maksimal hanya boleh menerima tamu 50 persen dari kapasitas. Kendati demikian, hingga saat ini, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu dinilai belum melebihi kapasitas yang sudah disesuaikan dengan protokol Covid-19.

“Contohnya di Batu Secret Zoo, kapasitasnya sampai 6000 wisatawan> seharusnya di saat pandemi ini masih bisa menerima 3000 pengunjung. Tapi kenyataannya, sehari ada seribu pengunjung sudah bagus. Nggak sampai 50 persen,” kata mantan Ketua TP PKK Kota Batu ini.

Menurutnya, berwisata di masa pandemi masih menjadi alternatif kesekian. Karena yang penting bagi masyarakat adalah cukup bisa jalan-jalan.

Dia juga menjelaskan bahwa tempat wisata Kota Batu tetap beroperasional karena beberapa alasan. Diantaranya, supaya tidak ada karyawan yang di-PHK dan jika lama tidak beroperasi maka wahananya bisa rusak.

“Selain itu, para pedagang di sekitarnya juga bisa kembali jualan. Tapi tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap mantan dosen Unmer Malang ini.

Tak hanya itu, masih kata dia, jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi yang ada di Kota Batu masih relatif minim. Rata-rata sekitar 200 hingga 500 orang per hari. “Jadi buat operasional saja masih belum nututi,” terangnya.

Pewarta: Imam N

KOTA BATU — Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menginstruksikan kepada pengelola wisata agar pukul 17.00 WIB semua wahana ditutup pada malam tahun baru mendatang. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan.

Ia mengatakan, langkah tersebut diambil untuk meminimalisir potensi munculnya kasus positif Covid-19 dari klaster liburan. Menurut Dewanti, langkah tersebut juga menjadi upaya untuk menekan rasio kematian akibat Covid-19 di Kota batu yang relatif masih tinggi, yaitu 8 persen.

Selain kebijakan untuk menutup tempat wisata maksimal pukul 17.00, Pemkot Batu juga meminta agar tempat wisata yang beroperasi maksimal hanya boleh menerima tamu 50 persen dari kapasitas. Kendati demikian, hingga saat ini, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu dinilai belum melebihi kapasitas yang sudah disesuaikan dengan protokol Covid-19.

“Contohnya di Batu Secret Zoo, kapasitasnya sampai 6000 wisatawan> seharusnya di saat pandemi ini masih bisa menerima 3000 pengunjung. Tapi kenyataannya, sehari ada seribu pengunjung sudah bagus. Nggak sampai 50 persen,” kata mantan Ketua TP PKK Kota Batu ini.

Menurutnya, berwisata di masa pandemi masih menjadi alternatif kesekian. Karena yang penting bagi masyarakat adalah cukup bisa jalan-jalan.

Dia juga menjelaskan bahwa tempat wisata Kota Batu tetap beroperasional karena beberapa alasan. Diantaranya, supaya tidak ada karyawan yang di-PHK dan jika lama tidak beroperasi maka wahananya bisa rusak.

“Selain itu, para pedagang di sekitarnya juga bisa kembali jualan. Tapi tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap mantan dosen Unmer Malang ini.

Tak hanya itu, masih kata dia, jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi yang ada di Kota Batu masih relatif minim. Rata-rata sekitar 200 hingga 500 orang per hari. “Jadi buat operasional saja masih belum nututi,” terangnya.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/