alexametrics
23.9 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Cegah Pemudik, Pemkot Batu Gandeng Tokoh Masyarakat

Kota Batu – Apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah/ 2021 dilaksanakan kemarin Senin (26/4) di Halaman Balai Kota Among Tani. Sejumlah 500 Personel gabungan disiapkan dalam pengamanan mudik lebaran. Terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD dan unsur pengamanan lainnya.

Dalam mengontrol arus mudik, Pemkot Batu menggandeng tokoh masyarakat (tomas). “Sehingga mudah-mudahan nanti tidak hanya menghalau orang mudik datang ke Kota Batu tetapi juga bisa mencegah,” ucap Wali Kota Batu, Hj Dra Dewanti Rumpoko MSi.

Baca Juga:
Cegah Pemudik, Dinkes Kota Batu Siapkan 15 Swab Antigen per Hari
Panglima TNI Nyatakan KRI Nanggala-402 Tenggelam

Tomas nantinya diharapkan mampu menjalankan fungsi untuk menyosialisasikan kepada masyarakat setempat yang memiliki saudara dari luar daerah untuk tidak mudik ke Kota Batu. “Demi keamanan dan kesehatan masyarakat,” katanya.

Namun, bagi yang nekat akan dilakukan swab antigen yang kemudian diminta karantina mandiri selama lima hari di masing-masing fasilitas yang disediakan oleh desa/ kelurahan. “Lalu hasilnya negatif baru boleh pulang atau bertemu dengan keluarganya,” tambahnya.

Disisi lain, Polres Batu juga mendirikan pos-pos pantau dan penyekatan. Dewanti berharap pelaksanaan tugas di masing-masing pos secara humanis dan profesional. Lalu menghindari tindakan arogan guna meminimalisir kesalahan yang dapat dipolitisir oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Lalu, Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo SIK MH mengatakan ada 500 personel gabungan yang disiapkan dalam pengamanan larangan mudik. Dia mengimbau untuk masyarakat lebih baik di rumah saja ketika lebaran nanti. “Lalu untuk pelaksanaan pengamanan dimulai dari H -7 dan H +7 pada tanggal 6 Mei sampai 18 Mei,” katanya.

Untuk teknis lebih lanjut di lapangan, pihaknya masih menyesuaikan arahan dari Polda Jatim. Perlu diketahui untuk wilayah Kabupaten/ Kota di dalam Malang Raya, masyarakat antar daerah masih boleh melintas. Diantaranya Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo.

Di sisi lain, untuk Pos Penyekatan akan disiapkan di tiga titik. Diantaranya ada di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang yang berbatasan dengan Kediri, lalu juga ada di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang yang berbatasan dengan Blitar, terakhir di Desa Sumberbrantas, Kota Batu yang berbatasan dengan Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Selain itu Polres Batu juga menyediakan 4 pos pantau diantaranya di Pos Pendem, Pos Alun-Alun, Giripurno dan Pesanggrahan.

Adanya pos pantau dan penyekatan untuk operasional atau mobilisasi anggotanya supaya lebih mudah dan cepat. “Kami quick respon terhadap masyarakat atau wisatawan ke Kota Batu, nanti pasti secara berkala ada pemeriksaan kendaraan seperti dari nopolnya,” katanya.

Pewarta : Nugraha

Kota Batu – Apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah/ 2021 dilaksanakan kemarin Senin (26/4) di Halaman Balai Kota Among Tani. Sejumlah 500 Personel gabungan disiapkan dalam pengamanan mudik lebaran. Terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD dan unsur pengamanan lainnya.

Dalam mengontrol arus mudik, Pemkot Batu menggandeng tokoh masyarakat (tomas). “Sehingga mudah-mudahan nanti tidak hanya menghalau orang mudik datang ke Kota Batu tetapi juga bisa mencegah,” ucap Wali Kota Batu, Hj Dra Dewanti Rumpoko MSi.

Baca Juga:
Cegah Pemudik, Dinkes Kota Batu Siapkan 15 Swab Antigen per Hari
Panglima TNI Nyatakan KRI Nanggala-402 Tenggelam

Tomas nantinya diharapkan mampu menjalankan fungsi untuk menyosialisasikan kepada masyarakat setempat yang memiliki saudara dari luar daerah untuk tidak mudik ke Kota Batu. “Demi keamanan dan kesehatan masyarakat,” katanya.

Namun, bagi yang nekat akan dilakukan swab antigen yang kemudian diminta karantina mandiri selama lima hari di masing-masing fasilitas yang disediakan oleh desa/ kelurahan. “Lalu hasilnya negatif baru boleh pulang atau bertemu dengan keluarganya,” tambahnya.

Disisi lain, Polres Batu juga mendirikan pos-pos pantau dan penyekatan. Dewanti berharap pelaksanaan tugas di masing-masing pos secara humanis dan profesional. Lalu menghindari tindakan arogan guna meminimalisir kesalahan yang dapat dipolitisir oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Lalu, Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo SIK MH mengatakan ada 500 personel gabungan yang disiapkan dalam pengamanan larangan mudik. Dia mengimbau untuk masyarakat lebih baik di rumah saja ketika lebaran nanti. “Lalu untuk pelaksanaan pengamanan dimulai dari H -7 dan H +7 pada tanggal 6 Mei sampai 18 Mei,” katanya.

Untuk teknis lebih lanjut di lapangan, pihaknya masih menyesuaikan arahan dari Polda Jatim. Perlu diketahui untuk wilayah Kabupaten/ Kota di dalam Malang Raya, masyarakat antar daerah masih boleh melintas. Diantaranya Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo.

Di sisi lain, untuk Pos Penyekatan akan disiapkan di tiga titik. Diantaranya ada di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang yang berbatasan dengan Kediri, lalu juga ada di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang yang berbatasan dengan Blitar, terakhir di Desa Sumberbrantas, Kota Batu yang berbatasan dengan Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Selain itu Polres Batu juga menyediakan 4 pos pantau diantaranya di Pos Pendem, Pos Alun-Alun, Giripurno dan Pesanggrahan.

Adanya pos pantau dan penyekatan untuk operasional atau mobilisasi anggotanya supaya lebih mudah dan cepat. “Kami quick respon terhadap masyarakat atau wisatawan ke Kota Batu, nanti pasti secara berkala ada pemeriksaan kendaraan seperti dari nopolnya,” katanya.

Pewarta : Nugraha

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/