alexametrics
21.6 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Masih Pandemi, PGIS Kota Batu Gelar Paduan Suara Virtual

KOTA BATU – Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Setempat (PGIS) Kota Batu melaksanakan kegiatan temu raya paduan suara hari ini (26/5). Bertempat di GPIB Margomulyo atau Gereja Jago Perempatan Pesanggrahan, kegiatan yang digelar secara virtual tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Batu Ir Punjul Santoso.

Ketua penyelenggara kegiatan, Ardianto mengatakan, kegiatan tersebut untuk menjawab kebutuhan para jemaat untuk terus memuliakan nama Tuhan melalui pujian dalam bentuk paduan suara. Dia menambahkan, tema kegiatan “Duta Kerajaan Allah” diambil dari 2 Korintus 5 ayat 20 dimana nama Tuhan boleh dimuliakan melalui pujian yang dikumandangkan secara virtual. “Ini menjadi penyesuaian dan pembiasaan untuk memuji Tuhan ditengah pandemi Covid-19 oleh jemaat yang ada,” katanya.

Acara tersebut dimulai dari pukul 08.00 sampai 13.00. Ada 9 peserta yang mengikuti acara. Yakni paduan suara dari GPIB Margomulyo, GMII Tesalonika, GKJW Batu, GKI Batu, GKT Sinai, GKJW Tulungrejo, JKI Hati Bapa, GBI Agape dan YKP dan GKRI Mojorejo.

Sementara yang dinyanyikan merupakan lagu-lagu rohani. Ada lagu wajib dengan judul Kidung Jemaat Nomor 260 Dalam Dunia Penuh Kerusuhan. “Kemudian untuk lagu pilihan dikembalikan ke masing-masing peserta. Contohnya lagu berjudul Sucilah Dia, Persembahan Hati, Tinggal Dalam Kasihmu, Embun Pagi dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali (Wawali) Kota Batu, Ir Punjul Santoso mengatakan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, kegiatan itu secara langsung atau tidak langsung ikut membantu untuk mengembangkan pemahaman, penghayatan dan pengalaman ajaran agama, khususnya bagi anggota PGIS Kota Batu sebagai peserta.

Pesta Paduan Suara Gerejawi ini dapat memacu para peserta untuk bisa menjadi teladan dalam cita, karya dan karsa. “Kehadiran kontingen dari gereja-gereja anggota PGIS Kota Batu yang terdiri dari orangtua, remaja dan anak merupakan refleksi menyatunya berbagai latar belakang sehingga dapat memperkaya wawasan kebangsaan,” katanya.

Pewarta: Nugraha Perdana

KOTA BATU – Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Setempat (PGIS) Kota Batu melaksanakan kegiatan temu raya paduan suara hari ini (26/5). Bertempat di GPIB Margomulyo atau Gereja Jago Perempatan Pesanggrahan, kegiatan yang digelar secara virtual tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Batu Ir Punjul Santoso.

Ketua penyelenggara kegiatan, Ardianto mengatakan, kegiatan tersebut untuk menjawab kebutuhan para jemaat untuk terus memuliakan nama Tuhan melalui pujian dalam bentuk paduan suara. Dia menambahkan, tema kegiatan “Duta Kerajaan Allah” diambil dari 2 Korintus 5 ayat 20 dimana nama Tuhan boleh dimuliakan melalui pujian yang dikumandangkan secara virtual. “Ini menjadi penyesuaian dan pembiasaan untuk memuji Tuhan ditengah pandemi Covid-19 oleh jemaat yang ada,” katanya.

Acara tersebut dimulai dari pukul 08.00 sampai 13.00. Ada 9 peserta yang mengikuti acara. Yakni paduan suara dari GPIB Margomulyo, GMII Tesalonika, GKJW Batu, GKI Batu, GKT Sinai, GKJW Tulungrejo, JKI Hati Bapa, GBI Agape dan YKP dan GKRI Mojorejo.

Sementara yang dinyanyikan merupakan lagu-lagu rohani. Ada lagu wajib dengan judul Kidung Jemaat Nomor 260 Dalam Dunia Penuh Kerusuhan. “Kemudian untuk lagu pilihan dikembalikan ke masing-masing peserta. Contohnya lagu berjudul Sucilah Dia, Persembahan Hati, Tinggal Dalam Kasihmu, Embun Pagi dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali (Wawali) Kota Batu, Ir Punjul Santoso mengatakan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, kegiatan itu secara langsung atau tidak langsung ikut membantu untuk mengembangkan pemahaman, penghayatan dan pengalaman ajaran agama, khususnya bagi anggota PGIS Kota Batu sebagai peserta.

Pesta Paduan Suara Gerejawi ini dapat memacu para peserta untuk bisa menjadi teladan dalam cita, karya dan karsa. “Kehadiran kontingen dari gereja-gereja anggota PGIS Kota Batu yang terdiri dari orangtua, remaja dan anak merupakan refleksi menyatunya berbagai latar belakang sehingga dapat memperkaya wawasan kebangsaan,” katanya.

Pewarta: Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/